BeritaPeristiwa

Mafia BBM Solar Subsidi Kembali Sedot Ribuan Liter di SPBU 54.694.08 Milik BUMD Sumenep

1303
×

Mafia BBM Solar Subsidi Kembali Sedot Ribuan Liter di SPBU 54.694.08 Milik BUMD Sumenep

Sebarkan artikel ini
Mafia BBM Solar Subsidi Kembali Sedot Ribuan Liter di SPBU 54.694.08 Milik BUMD Sumenep
FOTO: Aktivitas operator dan mafia BBM yang terpantau saat melakukan pengisian di SPBU 54.694.08 milik BUMD di Jalan Arya Wiraraja, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Praktik dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi Bebas Beroprasi terang-terangan di Kabupaten Sumenep.

Kali ini, aktivitas mafia BBM itu terpantau beroprasi di SPBU 54.694.08 milik BUMD yang berlokasi di Jalan Arya Wiraraja, Desa Gedungan, Kecamatan Kota Sumenep.

Dari pantauan media ini, Pengisian BBM jenis solar itu berlangsung terang-terangan pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 01.22 WIB, sama sekali tak menghiraukan aturan yang ada, mafia tersebut seolah kebal hukum.

Ironisnya, praktik itu seolah bebas tanpa pengawasan aparat penegak hukum, padahal di SPBU tersebut pas bersebelahan dengan markas Resmob Polres Polres Sumenep namun aksi ilegal itu tetap melenggang tanpa hambatan.

Hal itu semakin Kuat dugaan bahwa adanya upeti rutin ke polres setempat, mengingat kelangkaan solar subsidi di Sumenep tak menutup kemungkinan bahwa di belakangnya ada oknum polres yang terlibat di dalam pusaran mafia BBM.

Padahal kelangkaan BBM tersebut sangat menyusahkan nelayan, pelaku usaha mikro, dan sektor transportasi kecil yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi.

Dari hasil observasi lapangan, praktik pengisian dilakukan dengan modus licik.

Sebuah mobil pengangkut ditempatkan di area nosel bertuliskan Dexlite, sementara jerigen-jerigen berisi solar subsidi itu justru diisi di nosel khusus solar subsidi.

Cara tersebut diduga kuat untuk mengelabui pengawasan dan memanipulasi distribusi BBM.

Pantauan media ini di lokasi menunjukkan, solar subsidi diangkut menggunakan mobil pikap L300 warna hitam dalam jumlah besar.

Aktivitas tersebut berlangsung tanpa rasa khawatir, seakan telah menjadi rutinitas yang aman dari sentuhan hukum.

Tidak hanya terjadi di satu titik, praktik pengisian solar subsidi menggunakan jerigen dalam jumlah besar juga masih ditemukan di hampir seluruh SPBU di wilayah Sumenep.

Kondisi tersebut memperkuat dugaan adanya jaringan mafia BBM yang terorganisir dan bekerja sistematis.

Sejumlah warga menilai, sangat mustahil pihak SPBU berani melayani pengisian solar subsidi menggunakan jerigen secara masif tanpa adanya pihak yang membekingi.

“Kalau tidak ada yang membekingi, mustahil SPBU berani main-main dengan solar subsidi. Pasti ada orang kuat di belakang permainan ini. Jangan-jangan ini memang di bekingi oleh level Pimpinan di Polres Sumenep,” ujar seorang warga yang melintas di lokasi, Sabtu (26/12/2025).

Solar subsidi sejatinya diperuntukkan bagi petani, nelayan, dan transportasi lainnya, bukan kapal tengker dan tempat Industri.

Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan distribusi itu dibajak oleh sekolompok mafia BBM demi meraup keuntungan pribadi, sementara rakyat kecil harus menerima kenyataan melalui antrian panjang bahkan ada yang pulang dengan tangan hampa.

Situasi tersebut butuh penanganan serius dari aparat penegak hukum dan Pemerintah daerah Kabupaten Sumenep bukan di biarkan begitu saja.

Di tengah jeritan masyarakat akibat kelangkaan solar subsidi, negara dinilai gagal mengambil langkah tegas untuk memutus mata rantai mafia BBM yang kian merajalela.

“Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kepercayaan publik yang runtuh, tetapi produk hukum gagal dalam menuntaskan kejahatan ini khsusnya di kabupaten sumemep, distribusi yang seharusnya menjadi hak masyarakat kecil akan terus di rampas oleh sindikat mafia BBM,” pungkas sumber.

Hingga berita ini diterbitkan, Kasatreskrim Polrea Sumenep, AKP Agus Rusdyanto, tidak merespon upaya konfirmasi media ini. ***

Tinggalkan Balasan

2