SAMPANG, NEWS9 – Konsultan Manajemen Balai (KMB) melakukan monitoring dan evaluasi mendadak terhadap Program P3-TGAI di Desa Plakaran, Kecamatan Jrengik, Sampang, menyusul informasi yang beredar di masyarakat terkait kualitas pekerjaan.
Monitoring yang dilakukan Tenaga Ahli KMB Roif Fitrianto bersama Asisten Tenaga Ahli Arif Rahman dan Tenaga Pendamping Masyarakat Alawiyah Hafsah itu menemukan sejumlah bagian yang belum sesuai spesifikasi teknis.
“Evaluasi merupakan bagian dari mekanisme pengendalian mutu pekerjaan. Beberapa bagian yang dinilai belum sesuai langsung menjadi bahan perbaikan,” ujar Roif Fitrianto. Saat pimpin evaluasi ke lokasi, Kamis (30/7).
Yang menarik, temuan tersebut justru disambut positif oleh pengurus P3A Plakaran Hijau. Ketua P3A Edi Purnomo menyatakan kesiapan membongkar dan mengerjakan ulang bagian yang dinilai kurang sesuai.
“Kami segera melakukan perbaikan sebagai bentuk komitmen terhadap mutu pekerjaan,” tegas Edi Purnomo.
Monitoring juga mengklarifikasi isu subkontrak yang beredar. Edi menjelaskan keberadaan tenaga kerja dari luar desa hanya untuk membantu mengatasi keterbatasan tukang setempat yang sedang sibuk dengan musim tanam tembakau.
“Seluruh pekerjaan tetap dikelola dan menjadi tanggung jawab P3A Plakaran Hijau. Tidak ada penyerahan kepada pemborong,” jelasnya.
Arif Rahman menambahkan seluruh informasi yang beredar telah diklarifikasi langsung dan dicocokkan dengan kondisi lapangan untuk memastikan akurasi data.
Langkah perbaikan yang diambil P3A menunjukkan mekanisme pengawasan program berjalan efektif dengan pendekatan kolaboratif antara pendamping dan pelaksana di lapangan.
Sebelumnya di beritakan proyek irigasi P3TGAI yang di kelola P3A Plakaran Hiaju senilai Rp195 juta di Desa Plakaran, Kecamatan Jrengik, Sampang, disorot aktivis karena diduga tak sesuai spesifikasi teknis. Selasa (28/7). ***
Penulis : Sup
Editor : Seno CS












