SAMPANG, NEWS9 – Sebuah aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Masyarakat dan Pemuda Sampang (AMPAS) bersama sejumlah elemen massa di depan Kantor PT Garam, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, pada Senin (27/7), menyebabkan ruas Jalan Nasional Sampang–Pamekasan tersendat.
Massa menutup separuh badan jalan, memaksa kendaraan dari dua arah melintas secara bergantian dengan sistem satu arah.
Aksi yang berlangsung sejak pagi itu dikawal ketat aparat kepolisian. Puluhan personel disiagakan di sekitar lokasi bukan hanya untuk mengamankan jalannya demonstrasi, tetapi juga mengurai kepadatan lalu lintas agar kemacetan tidak meluas ke titik-titik lain di jalur utama Madura tersebut.
Inti tuntutan massa terbilang tunggal namun tegas, mereka mendesak jajaran direksi PT Garam keluar dari kantor dan berdialog langsung di hadapan demonstran.
“Kami meminta direksi PT Garam segera keluar menemui massa. Jangan biarkan aksi ini terus mengganggu aktivitas masyarakat karena tidak ada yang mau berdialog,” teriak Agus, salah seorang orator, di atas panggung darurat.
Suhu mulai meninggi ketika massa berulang kali meneriakkan kata-kata “Keluar… keluar… keluar… jangan jadi pengecut!” sebagai bentuk tekanan psikologis kepada manajemen perusahaan pelat merah tersebut.
Namun, di tengah ketegangan, koordinator lapangan AMPAS justru muncul sebagai peredam. Dalam orasinya, ia berulang kali mengingatkan peserta agar tidak terpancing emosi dan tetap membedakan aparat kepolisian dengan pihak manajemen.
“Polisi itu kawan kita, Pak. Jangan adu domba kami dengan kepolisian. Yang kami minta hanya direksi PT Garam segera dihadirkan agar tidak terjadi bentrokan,” tegasnya, yang langsung disambut sorakan massa yang tetap bertahan di gerbang perusahaan.
Di sisi pengamanan, Kapolres Sampang AKBP Hartono secara langsung memimpin pengawalan aksi.
Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres Sampang itu menunjukkan keseriusan aparat dalam menjaga situasi agar tetap kondusif.
Barikade personel dibentuk di depan pintu masuk perusahaan untuk mengantisipasi potensi massa menerobos area internal PT Garam.
Sementara itu, petugas lalu lintas terus mengatur kendaraan yang melintas di Jalan Nasional dengan sistem buka-tutup.
Meski sempat terjadi antrean kendaraan, situasi lalu lintas masih terkendali. Namun, hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di lokasi dan menolak membubarkan diri sebelum ada perwakilan direksi yang bersedia menemui mereka secara terbuka. ***
Penulis : Sup
Editor : Seno CS












