SUMENEP, NEWS9 – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ahlulbait Indonesia (ABI) Kabupaten Sumenep melakukan kunjungan informal ke Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumenep, KH. Achmad Qusyairi Zaini.
Kunjungan tersebut bertujuan memperkenalkan keberadaan DPD ABI Sumenep sekaligus mempererat silaturahmi dan membangun sinergi dengan FKUB dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama di Kabupaten Sumenep.
Pertemuan yang berlangsung hangat itu dibuka oleh Wakil Ketua DPD ABI Sumenep, Ali Zainal Abidin.
Dalam sambutannya, Ali Zainal Abidin menegaskan kunjungan itu merupakan langkah awal membangun komunikasi dan kolaborasi dengan FKUB.
“Harapan kami, ABI dapat berkontribusi bersama FKUB dalam upaya menjaga dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di Sumenep. Kami juga berharap diberi ruang untuk menjadi bagian dari FKUB dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang sejalan dengan visi tersebut,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Ketua FKUB Sumenep, KH. Achmad Qusyairi Zaini, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ABI Sumenep.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya telah menerima beberapa surat dari ABI dan telah melakukan penelusuran data terkait organisasi tersebut.
“Kami akan segera menggelar rapat internal untuk membahas keanggotaan ABI dalam FKUB Sumenep,” ungkap KH. Qusyairi.
Lebih lanjut, KH. Qusyairi menekankan pentingnya membangun kesadaran umat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu perbedaan mazhab.
Dirinya menilai, kesadaran umat Islam terhadap pentingnya persatuan kini semakin tumbuh.
“Perbedaan mazhab, baik Syiah maupun Sunni, sering dijadikan alat oleh pihak-pihak tertentu untuk memecah belah umat. Kini, umat semakin memahami bahwa persatuan jauh lebih penting,” tuturnya.
Ia juga menyinggung dinamika geopolitik internasional, termasuk serangan Iran terhadap Israel beberapa waktu lalu, sebagai momentum refleksi penting bagi umat Islam untuk memperkuat solidaritas dan tidak terjebak dalam konflik perbedaan.
“Dengan pertemuan ini, ABI dan FKUB Sumenep diharapkan dapat bersinergi menjaga kerukunan serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Madura,” pungkas KH. Qusyairi. ***













>