BeritaSosial

Aksi Sosial, Jurnalis Senior Sumenep Inisiasi Pelebaran Jalan Asta Beringin Karay

240
×

Aksi Sosial, Jurnalis Senior Sumenep Inisiasi Pelebaran Jalan Asta Beringin Karay

Sebarkan artikel ini
Foto: Ferry Arbania bersama salah satu Kiai berpengaruh di Jawa Timur. @by_News9.id
Foto: Ferry Arbania bersama salah satu Kiai berpengaruh di Jawa Timur. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Lama tak muncul ke permukaan, jurnalis senior asal Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, memanfaatkan bulan suci Ramadhan 1446 H untuk melakukan aksi sosial.

Salah satu kegiatannya adalah membersihkan sejumlah pemakaman umum serta menggagas pelebaran jalan menuju makam kuno yang berada di kawasan perbukitan.

Pelebaran jalan tersebut berlokasi di Makam Tenggina, yang juga dikenal sebagai Asta Beringin, tepatnya di Blok Oma’an, Dusun Mandala, Desa Ketawang Karay.

Jarak makam itu sekitar satu kilometer dari permukiman penduduk, sehingga akses menuju lokasi cukup sulit, terutama saat ada warga yang meninggal dunia.

Ferry Arbania, penanggung jawab kegiatan mengatakan pelebaran jalan itu dilakukan bersama sejumlah tokoh masyarakat dengan menggunakan dana pribadi serta sumbangan dari warga sekitar.

“Untuk saat ini, kita menggunakan dana pribadi dan sumbangan warga. Alhamdulillah, masyarakat sangat kompak, bekerja dengan sukarela dan penuh keikhlasan. Awalnya, kami menggagas pelebaran jalan karena akses menuju makam ini sangat jauh dari pemukiman,” ujar Ferry, Minggu (9/3/2025).

Seorang jurnalis senior yang dikenal vokal membela kepentingan rakyat kecil, Ferry menuturkan bahwa kondisi jalan menuju makam selama ini cukup memprihatinkan, terutama ketika ada kifayah (proses pemakaman).

Bahkan, lanjut dia, Jenazah harus diusung dengan keranda oleh warga karena kendaraan tidak bisa mencapai lokasi.

“Dengan adanya pelebaran jalan ini, ke depannya diharapkan akses menuju makam menjadi lebih mudah. Setidaknya, kendaraan roda empat seperti ambulans bisa masuk hingga lokasi pemakaman,” imbuhnya.

Sejauh ini, Ferry bersama timnya telah berkomunikasi dengan sejumlah tokoh di Kabupaten Sumenep, termasuk pihak eksekutif dan DPRD, agar proyek tersebut mendapat perhatian lebih lanjut.

“Saat ini, kami fokus pada pelebaran jalan dengan dana yang terbatas dan mengandalkan gotong royong warga. Kami berharap ke depannya Pemkab dan DPRD Sumenep dapat membantu pengaspalan jalan menuju area pemakaman,” tambahnya.

Ferry, yang juga merupakan keturunan Kiai Muhammad Rowi Gher Assem, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama pemilik tanah yang dengan sukarela merelakan lahannya untuk pelebaran jalan tanpa meminta imbalan sepeser pun.

“Semoga amal baiknya diterima oleh Allah SWT,” terangnya.

Selain pelebaran jalan, Ferry yang saat ini tengah menjalani program pascasarjana di salah satu perguruan tinggi di Malang juga menggagas Haul Agung Perdana di Makam Asta Beringin.

Acara itu akan melibatkan seluruh masyarakat yang memiliki leluhur dimakamkan di tempat tersebut.

“Insya Allah, setelah Lebaran Ketupat tahun ini, kami bersama masyarakat akan menggelar Haul Agung Asta Beringin Karay. Kami perkirakan ribuan warga akan hadir sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan kepada leluhur. Semoga Allah memudahkan perjuangan ini,” tutupnya. ***

Tinggalkan Balasan

2