Momentum Rabu Wage, Detikzone dan Mujahidin Tunjukkan Masjid sebagai Pusat Gerakan Sosial

- Penulis

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kolaborasi Media Detikzone.id bersama Takmir Masjid Mujahidin saat menggelar santunan akbar bagi 150 penerima manfaat, @by_News9.id

FOTO: Kolaborasi Media Detikzone.id bersama Takmir Masjid Mujahidin saat menggelar santunan akbar bagi 150 penerima manfaat, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Momentum Rabu Wage menjadi bukti nyata bahwa masjid tidak lagi sekadar menjadi tempat ibadah ritual, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat pergerakan sosial dan kemanusiaan.

Hal itu ditunjukkan melalui kolaborasi Media Detikzone.id bersama Takmir Masjid Mujahidin yang menggelar santunan akbar bagi 150 penerima manfaat, terdiri dari anak yatim, dhuafa, marbot masjid, muadzin, hingga penggali kubur.

Dalam kegiatan tersebut, para penerima mendapatkan bantuan berupa beras, uang tunai, dan sarung.

Tidak berhenti di area masjid, tim Detikzone juga turun langsung ke lapangan menyambangi warga dhuafa yang tidak terdata atau memiliki keterbatasan untuk hadir.

Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, menegaskan bahwa peran masjid harus lebih luas dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Masjid harus menjadi pusat pergerakan sosial dan kemanusiaan, bukan hanya tempat ibadah. Dari sinilah kita bangun kepedulian, solidaritas, dan gerakan nyata membantu sesama,” ujarnya, Rabu (18/3).

Ia mengaku terinspirasi dari konsep Masjid Jogokariyan yang dikenal aktif dalam pemberdayaan umat.

Baca Juga:  Milad Ke-5 ARS Law Office, Santunan 100 Anak Yatim dan Dhuafa

Bersama Ketua Takmir Masjid Mujahidin, Kiai Jamaluddin, serta seluruh pengurus, pihaknya berkomitmen menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas sosial yang hidup dan berdampak langsung.

“Kita tidak boleh diam melihat masyarakat kesulitan. Masjid harus hadir sebagai solusi,” tegasnya.

Kini, Masjid Mujahidin tidak hanya menjalankan fungsi ibadah dan santunan, tetapi juga mengembangkan berbagai program sosial terintegrasi bersama Detikzone.

Program tersebut mencakup bantuan kemanusiaan, layanan sosial, hingga pendampingan bagi warga yang menghadapi persoalan ekonomi, kesehatan, maupun kebutuhan darurat lainnya.

Masyarakat pun dapat langsung berkoordinasi dengan tim masjid dan Detikzone untuk mendapatkan bantuan yang cepat dan tepat sasaran.

Baca Juga:  Platform SatuSehat Permudah Masyarakat Akses Data Medis di RSUD Sumenep

Detikzone sendiri dikenal sebagai media yang tidak hanya fokus pada pemberitaan, tetapi juga aktif dalam aksi sosial.

Sejumlah program telah dijalankan, mulai dari pembangunan musala, penyediaan ambulans gratis, hingga rumah singgah bagi keluarga pasien di Sumenep.

Dalam kesempatan itu, pihak Detikzone juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Tanpa dukungan dan partisipasi berbagai pihak, kegiatan santunan ini tidak akan berjalan optimal. Semoga kolaborasi ini menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Kiai Jamaluddin menilai kolaborasi itu menjadi contoh nyata bahwa jurnalis tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus menjadi motor penggerak perubahan sosial.

“Jurnalis harus mampu berkontribusi dalam nilai-nilai sosial dan keagamaan, serta ikut membantu mengentaskan kemiskinan,” ujarnya.

Ia berharap gerakan serupa dapat terus berlanjut dan menginspirasi banyak pihak untuk menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat.

Baca Juga:  Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan, Taruna Muda Pamolokan Berbagi 120 Takjil

Kegiatan tersebut menjadi titik balik dalam memandang fungsi masjid dan peran media.

“Selama ini, masjid kerap dipersepsikan sebatas ruang ibadah, sementara media hanya sebagai penyampai informasi,” katanya.

Padahal, ketika keduanya bersatu, lahir kekuatan sosial yang mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Apa yang dilakukan Detikzone bersama Takmir Masjid Mujahidin bukan sekadar kegiatan santunan, melainkan sebuah model gerakan sosial yang layak direplikasi.

“Ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak cukup dalam narasi, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata dan berkelanjutan. Jika gerakan ini terus diperluas, maka masjid akan benar-benar menjadi pusat solusi umat. Dan media, bukan lagi sekadar penonton, melainkan penggerak perubahan yang menghadirkan harapan,” tandasnya. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Pimpin Gema Takbir Idul Adha 1447 H
Warga Empat RT di Kelurahan Bangunsari Gelar Kerja Bhakti, Antisipasi Kemunculan Ular Piton di Bantaran Sungai
Bantuan Pangan Digelontorkan, 250 Warga Pangarangan Terima Beras dan Minyak
Aksi Nyata di Jalanan, Black Cobra Tebar Kebaikan di Arjasa
Hujan Gerimis Tak Surutkan PTB dan Pendamping PKH Bagikan Seribu Takjil
Tebar Berkah Ramadan, Taruna Muda Pamolokan Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
Semangat Berbagi di Bulan Ramadan, Taruna Muda Pamolokan Bagikan 300 Takjil
Keluarga Besar Abd Aziz Salim Syabibi Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:11 WIB

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Pimpin Gema Takbir Idul Adha 1447 H

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:24 WIB

Warga Empat RT di Kelurahan Bangunsari Gelar Kerja Bhakti, Antisipasi Kemunculan Ular Piton di Bantaran Sungai

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:13 WIB

Bantuan Pangan Digelontorkan, 250 Warga Pangarangan Terima Beras dan Minyak

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:17 WIB

Momentum Rabu Wage, Detikzone dan Mujahidin Tunjukkan Masjid sebagai Pusat Gerakan Sosial

Rabu, 18 Maret 2026 - 05:08 WIB

Aksi Nyata di Jalanan, Black Cobra Tebar Kebaikan di Arjasa

Berita Terbaru

FOTO: Kepala DPMD Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, @by_News9.id

DAERAH

Pilkades Sumenep 2027 Bakal Gunakan e-Voting

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:28 WIB

FOTO: (ilustrasi) Terpidana kekerasan anak, Mas’oda, warga Desa Batuputih Daya, saat menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Sumenep. @by_News9.id

HUKUM & KRIMINAL

Terpidana Kekerasan Anak Akhirnya Menyerahkan Diri ke Kejari Sumenep

Jumat, 31 Jul 2026 - 17:50 WIB