BeritaPeristiwa

Antrean Solar Subsidi Tak Berujung di Sumenep, Distribusi Diduga Sengaja Dikunci Mafia BBM

156
×

Antrean Solar Subsidi Tak Berujung di Sumenep, Distribusi Diduga Sengaja Dikunci Mafia BBM

Sebarkan artikel ini
Antrean Solar Subaidi Tak Berujung di Sumenep, Distribusi Diduga Sengaja Dikunci Mafia BBM
FOTO: Kondisi antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pamolokan. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Krisis solar subsidi di Kabupaten Sumenep, Madura, kian terang benderang.

Berdasarkan hasil observasi lapangan, hampir di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), antrean kendaraan untuk mengisi BBM jenis solar tampak mengular panjang dan tak terkendali.

Sejak Senin malam hingga Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB, antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU dan menjadi pemandangan rutin yang memicu keresahan publik.

Fenomena tersebut bukan lagi kejadian insidental, melainkan berlangsung hampir setiap hari tanpa solusi nyata.

Pantauan News9.id di SPBU Pamolokan dan SPBU Paberasan menunjukkan antrean kendaraan, mulai dari truk, mobil travel, hingga pelaku usaha kecil, mengular panjang hanya untuk mendapatkan solar bersubsidi.

Ironisnya, kondisi tersebut kerap terjadi pada jam-jam sibuk, yakni sekitar pukul 17.00 hingga 20.00 WIB dan mulai pukul 06.00 WIB pagi.

Situasi tersebut menimbulkan dugaan kuat bahwa distribusi solar subsidi tidak berjalan normal.

Bahkan, tidak sedikit pihak menilai adanya pembatasan tak wajar atau pola pengendalian tertentu yang disengaja.

“Kami para sopir, baik travel, truk, dan pelaku usaha kecil, sampai pengendara umum, harus menunggu berjam-jam hanya demi solar subsidi. Ini terjadi hampir tiap hari,” keluh seorang pengemudi kepada News9.id, Selasa (23/12/2025), pagi.

Berdasarkan penelusuran data media ini, sejumlah SPBU yang selama ini dikenal sebagai penyalur solar dalam jumlah besar di antaranya SPBU milik Pemda, SPBU Paberasan, SPBU Betoan, SPBU Manding, SPBU Ganding, SPBU Pakandangan, serta AKR Bluto Cangkaraman.

“Antrean solar subaidi ini diduga kuat dan sengaja dikunci distribusinya oleh mafia BBM,” ungkapnya.

Kondisi antrean yang terus berulang memunculkan pertanyaan serius, ke mana sebenarnya solar subsidi mengalir?

Apakah benar-benar untuk masyarakat kecil, atau justru disedot oleh jaringan tertentu yang bermain rapi di balik kelangkaan?

Hingga detik ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab antrean berkepanjangan dan dugaan penyimpangan distribusi solar subsidi di Sumenep. ***

Tinggalkan Balasan

>