SUMENEP, NEWS9 – Di tengah tren efisiensi anggaran dan kebiasaan sejumlah kepala daerah mengganti kendaraan dinas dengan unit baru, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo justru mengambil langkah berbeda.
Ia menolak pengadaan mobil dinas baru untuk tahun anggaran 2025 dan memilih mengalokasikan anggarannya untuk program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Keputusan itu disampaikan oleh Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Sumenep, Suharjono, kepada awak media, Sabtu (12/4/2025).
“Untuk Tahun Anggaran 2025, Bupati Sumenep menolak dan tidak menganggarkan pengadaan mobil dinas. Anggarannya justru dialihkan ke program-program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Suharjono.
Ia menegaskan bahwa pengadaan mobil dinas bukan merupakan hal yang mendesak, terlebih kondisi kendaraan saat ini masih sangat layak pakai.
“Kendaraan dinas sebelumnya masih bagus dan masih bisa digunakan, jadi tidak perlu diganti,” tambahnya.
Menurut Suharjono, prioritas saat ini adalah program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat, terutama di tengah upaya refocusing anggaran.
“Yang mendesak itu adalah penataan pemerintahan yang baik dan upaya mewujudkan pembangunan yang diharapkan masyarakat,” ujarnya.
Diketahui, Bupati Achmad Fauzi saat ini menggunakan dua unit mobil dinas bermerek Hyundai.
Masing-masing adalah Hyundai Ioniq Signature AT warna hitam tahun 2021 dengan nomor polisi M 1541 VP, serta Hyundai Santa Fe Gasoline tahun 2021 dengan nomor polisi M 1 TP.
Terkait keberadaan mobil mewah seperti Mercy dan Pajero, Suharjono menjelaskan bahwa keduanya merupakan pengadaan dari masa kepemimpinan bupati sebelumnya.
“Mobil Pajero saat ini digunakan sebagai kendaraan dinas Wakil Bupati, sedangkan Mercy hanya digunakan saat menerima tamu kehormatan, seperti kunjungan kerja menteri atau pejabat dari luar daerah,” pungkasnya.
Langkah Bupati Fauzi tersebut menuai apresiasi publik dan dinilai sebagai bentuk nyata kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan rakyat. ***













>