Jaga Kearifan Lokal, PDPM Sumenep Usulkan Perda Sehari Berbahasa Madura

- Redaktur

Minggu, 9 Februari 2025 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Sumenep saat menggelar Rakerda di UM Malang. @by_News9.id

Foto: Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Sumenep saat menggelar Rakerda di UM Malang. @by_News9.id

MALANG, NEWS9 – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda).

Acara berlangsung di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 7-9 Februari 2025.

Rakerda tersebut membahas rencana program kerja organisasi selama satu periode ke depan.

Berbagai program strategis dipresentasikan oleh masing-masing bidang, mulai dari Bidang Dakwah, Organisasi, Pengkaderan, Kominfo, hingga Hikmah, Hubungan Antarlembaga, serta Seni dan Kebudayaan.

Baca Juga:  Pelantikan PPPK Paruh Waktu Dipindah ke GOR A. Yani Sumenep

Salah satu poin menarik dalam pembahasan tersebut adalah dorongan Pemuda Muhammadiyah Sumenep agar pemerintah daerah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang penggunaan bahasa Madura dalam pelayanan publik satu hari dalam seminggu.

Ketua Bidang Seni dan Kebudayaan PDPM Sumenep, Hamidi, menegaskan bahwa bahasa Madura kini semakin tergerus oleh zaman.

Baca Juga:  Kapolres Lamongan Silaturahmi ke Padepokan PSHT Cabang Lamongan

Banyak anak-anak yang mulai meninggalkan bahasa daerah dan beralih sepenuhnya ke bahasa Indonesia.

“Bahasa Madura harus dilestarikan. Kami akan terus mengadvokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar perda ini bisa segera terwujud,” ujar Hamidi.

Ketua PDPM Sumenep, Moh. Andriansyah, menekankan pentingnya merealisasikan program kerja yang telah dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan oleh anggota dan masyarakat luas.

“Sebagaimana rekomendasi Musyda terakhir, Pemuda Muhammadiyah harus mempertegas perannya sebagai gerakan pemuda Islam yang membawa pencerahan peradaban. Salah satunya melalui aktivitas sosial-keagamaan serta seni dan kebudayaan, termasuk pelestarian bahasa Madura,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hanya Bawa Rp100 Ribu, Ibu di Sumenep Melahirkan dengan Bantuan UHC
Semarak Kemerdekaan RI dan HUT ke-25, Demokrat Sumenep Gelar Lomba Rakyat
Jalan Batu Guluk–Pandeman Kini Mulus, Warga Kangean Tak Lagi Susah Melintas
Kapolresta Sumenep Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa NTT
Kapolresta Banyuwangi Bangun Soliditas Lewat Coffee Morning, Tekankan Peran Pemimpin dan Orang Tua
Aplikasi “Panglima” SMKN Ihya’ Ulumudin Jadi Jembatan Alumni dan Sekolah
Desil DTSEN BPS Probolinggo Jelaskan Tak Ditentukan Satu Indikator
HUT RI ke-81 di Masalembu: Merdeka dalam Seremoni, Terjajah oleh Ketertinggalan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:46 WIB

Hanya Bawa Rp100 Ribu, Ibu di Sumenep Melahirkan dengan Bantuan UHC

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Semarak Kemerdekaan RI dan HUT ke-25, Demokrat Sumenep Gelar Lomba Rakyat

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:20 WIB

Jalan Batu Guluk–Pandeman Kini Mulus, Warga Kangean Tak Lagi Susah Melintas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Kapolresta Sumenep Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:37 WIB

Kapolresta Banyuwangi Bangun Soliditas Lewat Coffee Morning, Tekankan Peran Pemimpin dan Orang Tua

Berita Terbaru

FOTO: Farid Azziyadi, Aktivis pemerhati petani. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

PT Djarum Belum Pastikan Serapan Tembakau Madura

Rabu, 26 Agu 2026 - 09:59 WIB