Jalan Rusak di Desa Komis: Aspirasi Pemuda Ditanggapi, Tapi Kapan Realisasinya?

- Redaktur

Rabu, 9 April 2025 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sejumlah pemuda Desa Komis,  Ketua dan anggota Komisi III DPRD Sampang, serta perwakilan Dinas PUPR dan Bappelitbangda. @by_News9.id

Foto: Sejumlah pemuda Desa Komis, Ketua dan anggota Komisi III DPRD Sampang, serta perwakilan Dinas PUPR dan Bappelitbangda. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Sepuluh pemuda Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, mendatangi Komisi III DPRD Sampang pada Rabu (9/4/25) sekitar pukul 10.00 WIB.

Mereka mengeluhkan kondisi jalan desa yang rusak parah, mengganggu mobilitas warga, meningkatkan risiko kecelakaan, dan menghambat perekonomian lokal.

Pertemuan itu dihadiri Ketua dan anggota Komisi III DPRD Sampang, serta perwakilan Dinas PUPR dan Bappelitbangda.

Namun, di balik respons “apresiatif” yang diterima, pertanyaan besar mengemuka: akankah keluhan warga segera ditindaklanjuti, atau hanya menjadi catatan rapi di meja birokrasi?

Ahmad Fawaid, salah satu perwakilan pemuda, menyatakan bahwa kerusakan jalan telah lama menjadi masalah serius.

“Kami berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera turun ke lapangan untuk memverifikasi kondisi jalan,” katanya.

Ia menegaskan kesiapan pemuda untuk berpartisipasi dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan. Namun, niat baik ini harus diuji sejauh mana pemerintah benar-benar melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan?

Baca Juga:  Dugaan Kokain 27,83 Kg Mendadak Batal Dirilis Polres Sumenep

Ahmad Wasiul Fikri, perwakilan lain, berjanji akan terus memantau perkembangan usulan tersebut.

“Kami tidak akan berhenti sampai ada realisasi nyata,” tegasnya. Tapi, dalam sistem yang kerap lamban, seberapa besar tekanan warga bisa memacu percepatan perbaikan?

Sementara Baihaki, Ketua Komisi III DPRD Sampang, mengapresiasi penyampaian aspirasi tersebut.

Baca Juga:  Dr. Naghfir Jadi Teladan Pembayar BPHTB Terbesar di Sumenep

Ia mengatakan akan menindaklanjuti dengan memberikan arahan kepada instansi terkait untuk memprioritaskan penggunaan anggaran desa.

Namun, sejarah panjang keluhan warga di berbagai daerah seringkali berujung pada janji yang tak kunjung terwujud.

Apakah kali ini berbeda? Pejabat PUPR dan Bappelitbangda yang hadir tidak memberikan pernyataan spesifik tentang timeline perbaikan, hanya mengiyakan instruksi DPRD.

Kasus ini menyoroti dilema klasik pembangunan desa: di satu sisi, masyarakat bersemangat berpartisipasi.

Di sisi lain, birokrasi seringkali bergerak lambat. Anggaran desa seharusnya menjadi solusi, tetapi tanpa pengawasan ketat dan transparansi, dana itu bisa menguap tanpa hasil jelas.

Baca Juga:  IWB Desak Audit MBG Kalibaru, Sebut Ada Potensi Pelanggaran SOP dan Kerugian Negara

Pemuda Desa Komis telah mengambil langkah tepat dengan mendatangi DPRD. Namun, apakah cukup hanya dengan “arahan” tanpa mekanisme pengawasan yang jelas?

Warga patut mempertanyakan kapan jalan itu benar-benar diperbaiki, atau apakah mereka harus terus menunggu hingga musim hujan berikutnya?

Catatan penting pemerintah daerah perlu memberikan respons konkret, bukan sekadar apresiasi simbolis.

Transparansi alokasi anggaran dan timeline perbaikan harus diumumkan agar masyarakat bisa memantau. Jika tidak, aspirasi warga hanya akan menjadi arsip di rak DPRD. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hanya Bawa Rp100 Ribu, Ibu di Sumenep Melahirkan dengan Bantuan UHC
Semarak Kemerdekaan RI dan HUT ke-25, Demokrat Sumenep Gelar Lomba Rakyat
Jalan Batu Guluk–Pandeman Kini Mulus, Warga Kangean Tak Lagi Susah Melintas
Kapolresta Sumenep Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa NTT
Kapolresta Banyuwangi Bangun Soliditas Lewat Coffee Morning, Tekankan Peran Pemimpin dan Orang Tua
Aplikasi “Panglima” SMKN Ihya’ Ulumudin Jadi Jembatan Alumni dan Sekolah
Desil DTSEN BPS Probolinggo Jelaskan Tak Ditentukan Satu Indikator
HUT RI ke-81 di Masalembu: Merdeka dalam Seremoni, Terjajah oleh Ketertinggalan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:46 WIB

Hanya Bawa Rp100 Ribu, Ibu di Sumenep Melahirkan dengan Bantuan UHC

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Semarak Kemerdekaan RI dan HUT ke-25, Demokrat Sumenep Gelar Lomba Rakyat

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:20 WIB

Jalan Batu Guluk–Pandeman Kini Mulus, Warga Kangean Tak Lagi Susah Melintas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Kapolresta Sumenep Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:37 WIB

Kapolresta Banyuwangi Bangun Soliditas Lewat Coffee Morning, Tekankan Peran Pemimpin dan Orang Tua

Berita Terbaru

FOTO: Farid Azziyadi, Aktivis pemerhati petani. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

PT Djarum Belum Pastikan Serapan Tembakau Madura

Rabu, 26 Agu 2026 - 09:59 WIB

FOTO: (ilustrasi) Oknum anggota kepolisian berpangkat Brigpol berinisial RS. @by_News9.id

PERISTIWA

Oknum Polisi Polsek Masalembu Diduga Sering Bolos

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:20 WIB