LUMAJANG, NEWS9 – Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) dengan fokus utama menggenjot inovasi pangan lokal di Aula Dinas Pendidikan KWT Kabupaten Lumajang, Senin (20/10/2025).
Dua komoditas unggulan khas Lumajang, Pisang Mas Kirana dan Ubi Jalar, menjadi bintang dalam kegiatan tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Ir. Retno Wulan Andari, M.Si, menjelaskan bahwa perayaan HPS tahun ini mengusung tema global, “Bergandengan Tangan untuk Makanan yang Lebih Baik dan Masa Depan yang Lebih Baik,” atau secara spesifik di Lumajang bertujuan untuk mewujudkan pangan yang lebih baik.
“Kami mengadakan dua kegiatan utama. Yang pertama adalah Gerakan Pasar Murah di depan, yang tujuannya untuk membantu menekan inflasi, terutama karena harga komoditas seperti cabai sedang tinggi,” ujar Kepala Dinas.
Fokus kegiatan yang menarik dan berpotensi menjadi sorotan adalah Lomba Olahan Pisang dan Ubi Jalar.
Lomba ini diikuti oleh 53 peserta dari masyarakat umum, termasuk ibu-ibu PKK, dan terbagi dalam dua kategori bahan baku ubi jalar dan pisang.
Tema khusus untuk lomba olahan ini adalah “Inovasi Pangan Lokal, Cita Rasa Global, dan Layak Jual.” tema itu dipilih sebagi bentuk pemanfaatan Komoditas Unggulan Lumajang, yaitu Ubi Jalar dan Pisang Mas Kirana.
Pisang Mas Kirana bahkan telah dilepas varietasnya dan memiliki Indeks Geografis (IG), menunjukkan kualitas dan keunikannya sebagai produk lokal premium.
Lomba ini mendorong masyarakat untuk tidak hanya mengolah ubi dengan cara dikukus atau digoreng saja, tetapi menciptakan kreasi baru seperti kue-kue, sehingga meningkatkan keragaman pangan.

Tujuan krusial dari lomba tersebut adalah menciptakan nilai lebih (nilai jual) untuk ubi dan pisang.
Hal ini diharapkan dapat mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih inovatif, bersemangat menciptakan produk baru yang bisa dijual, sekaligus meningkatkan ekonomi UMKM setempat.
Untuk memastikan kualitas dan standar produk yang dihasilkan, panitia menghadirkan juri profesional.
“Juri kami dari profesional, ada Chef dari Hotel Aston, perwakilan dari Diskopindag, praktisi olahan, dan dari PKK,” tambah Retno.
Ir. Retno Wulan Andari, M.Si, juga mengungkapkan harapan besar di balik penjurian oleh Chef profesional tersebut.
“Harapannya, nanti ketika ada yang menang ataupun ada yang punya nilai jual yang bagus, bisa kerja sama dengan Aston untuk bisa dijadikan salah satu makanan [disajikan] di hotel tersebut,” pungkasnya.
Inisiatif ini merupakan langkah konkret Kabupaten Lumajang dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga inovasi dan peningkatan daya saing produk lokal hingga ke pasar yang lebih luas.
Produk-produk yang telah memiliki gerai maupun yang sudah berjualan secara daring (online) juga turut berpartisipasi, menunjukkan geliat ekonomi kreatif berbasis pangan di Lumajang. ***









