TIHT 2026 Naik, Bupati Sumenep Perkuat Sinergi Petani dan Industri Rokok

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH. @by_News9.id

FOTO: Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menegaskan pembangunan sektor pertembakauan tidak hanya berorientasi pada kenaikan harga jual hasil panen.

Di balik naiknya Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) Tahun 2026 di seluruh kategori, pemerintah juga berkomitmen membangun ekosistem tembakau yang sehat dengan memperkuat sinergi antara petani dan industri rokok lokal.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan keberhasilan sektor pertembakauan sangat bergantung pada hubungan yang saling menguatkan antara petani sebagai pemasok bahan baku dan industri rokok sebagai penyerap hasil panen.

Menurutnya, kedua elemen tersebut tidak dapat dipisahkan karena menjadi satu kesatuan dalam rantai ekonomi tembakau.

“Tanpa petani tidak ada yang namanya DBHCHT. Tanpa produsen rokok juga tidak ada yang namanya DBHCHT,” tegas Fauzi, Kamis (30/7/2026).

Dia menjelaskan, petani merupakan ujung tombak produksi tembakau. Namun, industri rokok juga memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas usaha, hingga kontribusi terhadap penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Baca Juga:  Polres Sumenep dan Komunitas Difabel Berbagi Takjil

Karena itu, Pemkab Sumenep memberikan apresiasi kepada para petani dan pelaku industri rokok yang selama ini menjadi motor penggerak sektor pertembakauan di Kota Keris.

Menurutnya, semakin berkembang industri rokok lokal, semakin besar pula kebutuhan bahan baku tembakau dari petani.

Kondisi tersebut diyakini mampu menciptakan persaingan pembelian yang sehat sehingga berdampak pada meningkatnya harga jual tembakau di tingkat petani.

Baca Juga:  Kolaborasi TNI-Polri Padang, Bersama Masyarakat Gelar Kerja Bakti Bersihkan Tempat Ibadah Sambut Ramadan

Strategi penguatan industri rokok lokal itu, lanjutnya, telah menjadi fokus pemerintah daerah sejak tahun 2021 sebagai upaya menciptakan keseimbangan pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas tembakau.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Sumenep telah menjalin komunikasi dan diskusi dengan berbagai pihak, mulai dari produsen rokok lokal, organisasi petani, PCNU, hingga para pemangku kepentingan lainnya.

Melalui kolaborasi itu, pemerintah berharap industri rokok lebih memprioritaskan pembelian tembakau hasil produksi petani Sumenep.

Meski demikian, Fauzi mengakui masih terdapat sejumlah perusahaan rokok yang belum sepenuhnya mematuhi ketentuan yang berlaku.

Karena itu, pemerintah daerah memastikan pengawasan terhadap aktivitas pembelian tembakau akan terus diperketat agar seluruh mekanisme berjalan sesuai aturan.

Baca Juga:  GAWAT Tambelangan Siap Jadi Ruang Kolaboratif dan Pengawal Publik

Sebagai informasi, TIHT Kabupaten Sumenep Tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp69.489 per kilogram untuk tembakau gunung, Rp64.765 per kilogram untuk tembakau tegal, dan Rp48.533 per kilogram untuk tembakau sawah.

Bupati berharap sektor pertembakauan tidak hanya dipandang dari aspek harga panen, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi daerah yang memberikan manfaat luas bagi seluruh pelaku usaha, mulai dari petani, industri rokok, hingga masyarakat.

“Sektor tembakau jangan berhenti pada persoalan harga panen semata, tetapi harus menjadi penggerak ekonomi daerah yang manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat Sumenep,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Khairil

Editor : Seno CS

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KMB Evaluasi Irigasi Plakaran Hijau, P3A Benahi dan Bantah Subkontrak
Kenal Pamit Kapolres Madiun, Bupati Hari Wuryanto Tekankan Penguatan Sinergi demi Menjaga Stabilitas dan Kondusivitas Daerah
PKDI Perkuat Sinergi dan Komunikasi dengan Polresta Sumenep
Pilkades Sumenep 2027 Bakal Gunakan e-Voting
Jurnalis Sampang Gelar Aksi Tolak Sebutan “Londo Ireng”
PCNU Kabupaten Probolinggo Desak Pemerataan Pembangunan hingga Penanganan Nikah Siri dan Stunting
Tim KMB Turun Evaluasi Proyek Irigasi HIPPA Agil Jaya di Sampang
Dipercaya Lagi, M. Hariri Nahkodai KJS Periode 2026–2029
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:35 WIB

TIHT 2026 Naik, Bupati Sumenep Perkuat Sinergi Petani dan Industri Rokok

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:10 WIB

KMB Evaluasi Irigasi Plakaran Hijau, P3A Benahi dan Bantah Subkontrak

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:44 WIB

Kenal Pamit Kapolres Madiun, Bupati Hari Wuryanto Tekankan Penguatan Sinergi demi Menjaga Stabilitas dan Kondusivitas Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:08 WIB

PKDI Perkuat Sinergi dan Komunikasi dengan Polresta Sumenep

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:28 WIB

Pilkades Sumenep 2027 Bakal Gunakan e-Voting

Berita Terbaru