SUMENEP, NEWS9 – Peristiwa seorang penumpang kapal Express Bahari 9C rute Kalianget–Pulau Kangean diduga melakukan aksi bunuh diri dengan melompat ke laut di sekitar perairan Takat Noko, Kamis (17/4/2025), hingga kini, identitas lengkap korban belum dapat dipastikan.
Insiden mengejutkan itu menimbulkan pertanyaan besar, terutama karena pihak operator kapal tidak mampu memberikan data lengkap terkait korban.
Diduga kuat terdapat praktik penjualan tiket tidak resmi yang mengabaikan prosedur administrasi standar.
Kepala Perwakilan Express Bahari wilayah Kalianget, Muhammad Nurullah yang akrab disapa Irul, membenarkan kejadian tersebut.
“Korban diketahui bernama AAF berdasarkan hasil pengecekan awal saat boarding. Itu data yang kami miliki dari pemeriksaan awal,” ujar Irul saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (18/4/2025).
Namun, ketika ditanya mengenai alamat atau identitas lengkap korban, Irul mengaku tidak mengetahuinya.
“Kalau soal alamatnya saya kurang tahu, Mas,” jawabnya singkat.
Keterangan tersebut menimbulkan kejanggalan karena dalam pembelian tiket resmi, data penumpang seharusnya tercatat lengkap dalam sistem, termasuk nama, alamat, dan identitas pendukung lainnya.
Kondisi itu mengarah pada dugaan adanya praktik penjualan tiket di luar jalur resmi atau sistem overload yang menyebabkan data penumpang tidak terekam dengan benar.
Situasi tersebut tentu sangat berisiko, baik dari sisi keselamatan maupun aspek hukum.
Hingga berita ini dinaikkan, pihak berwenang masih melakukan pencarian korban dan menyelidiki lebih lanjut penyebab insiden serta dugaan adanya pelanggaran dalam sistem pendataan penumpang Express Bahari 9C. ***













>