BeritaPemerintahan

Monumen Keris Arya Wiraraja Diresmikan, Sumenep Kian Kokoh Sebagai Kota Keris

569
×

Monumen Keris Arya Wiraraja Diresmikan, Sumenep Kian Kokoh Sebagai Kota Keris

Sebarkan artikel ini
Foto: Pemukulan gong oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon didampingi Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo sebagai tanda diresmikannya pembangunan monumen keris di Desa Sendang, @by_News9.id
Foto: Pemukulan gong oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon didampingi Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo sebagai tanda diresmikannya pembangunan monumen keris di Desa Sendang, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Kabupaten Sumenep semakin menegaskan identitasnya sebagai Kota Keris dengan diresmikannya Monumen Keris Arya Wiraraja di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan, Kamis (30/1/2025).

Foto: Pemukulan gong oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon didampingi Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo sebagai tanda diresmikannya pembangunan monumen keris di Desa Sendang, @by_News9.id
Foto: Pemukulan gong oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon didampingi Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo sebagai tanda diresmikannya pembangunan monumen keris di Desa Sendang, @by_News9.id

Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, didampingi Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo atau yang akrab disapa Cak Fauzi.

Pembangunan monumen tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mengabadikan warisan budaya tak benda, sekaligus sebagai simbol bahwa Sumenep adalah pusat keris Nusantara.

Dalam peresmian itu, Bupati Fauzi menegaskan bahwa monumen tersebut bukan sekadar ikon, tetapi juga pengingat bagi generasi muda agar tetap melestarikan keris sebagai pusaka dan karya seni bernilai tinggi.

“Kami ingin Monumen Keris ini menjadi daya tarik bagi dunia untuk mengenal, memahami, dan mencintai keris lebih dalam. Sebagai satu-satunya kabupaten dengan empu keris terbanyak versi UNESCO, Sumenep berkomitmen menjaga warisan budaya ini agar tetap lestari,” ungkap Bupati Cak Fauzi.

Monumen Keris Arya Wiraraja memiliki dimensi yang mengesankan, dengan panjang bilah mencapai 7 meter, pegangan keris 2 meter, dan fondasi setinggi 8 meter, sehingga total keseluruhan monumen mencapai 17 meter.

Selain itu, monumen tersebut dihiasi 45 bunga kelopak sebagai simbolisasi perjalanan sejarah dan kebesaran budaya Sumenep.

Tidak hanya sebagai landmark, monumen tersebut diharapkan menjadi pusat pagelaran budaya, mulai dari pertunjukan seni tari hingga musik tradisional khas Madura, seperti musik Tongtong.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menyampaikan optimismenya bahwa monumen ini akan menjadi ikon wisata dan budaya baru di Madura.

“Dengan konsep yang menarik, fasilitas pendukung, dan keindahan artistiknya, Monumen Keris Arya Wiraraja bisa menjadi magnet bagi wisatawan. Sumenep kini memiliki simbol budaya yang kuat sekaligus destinasi wisata yang berkelas,” ujar Fadli Zon.

Sebagai kabupaten dengan pengrajin keris terbanyak di dunia, Sumenep memiliki posisi istimewa dalam ekosistem budaya global.

Keris-keris buatan empu Sumenep telah dikenal hingga ke pasar internasional dan mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai bagian dari Warisan Budaya Tak Benda.

“Budaya bukanlah beban, tetapi potensi besar bagi perekonomian. Keris Sumenep bukan hanya artefak sejarah, tetapi juga industri budaya yang harus terus dikembangkan,” tambah Fadli Zon.

Dengan diresmikannya Monumen Keris Arya Wiraraja, Sumenep kini semakin kokoh sebagai pusat pelestarian keris Nusantara.

Monumen tersebut bukan hanya kebanggaan lokal, tetapi juga simbol kejayaan budaya Madura yang terus lestari di kancah nasional dan internasional. ***

Tinggalkan Balasan

2