Penderita DBD Terus Bertambah, Warga Desa Talang Desak Nakes Bertindak Serius

- Penulis

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Bambang (kiri) saat besuk penderita demam warga Desa Talang yang opname di Puskesmas Blutoh. @by_News9.id

FOTO: Bambang (kiri) saat besuk penderita demam warga Desa Talang yang opname di Puskesmas Blutoh. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menunjukkan tren mengkhawatirkan di Kabupaten Sumenep.

Intensitas hujan yang tinggi membuka ruang subur bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, sementara respons pemerintah dinilai masih lamban dan reaktif.

DBD tak lagi layak dianggap penyakit musiman biasa. Ancaman senyap itu bergerak cepat, mematikan, dan kerap datang tanpa ampun. Desakan agar pemerintah daerah bertindak lebih agresif pun menguat.

Bambang Supratman, S.H., secara tegas meminta tenaga kesehatan dan Dinas Kesehatan Sumenep tidak bersikap pasif dalam penanganan dan pencegahan DBD.

Ia mendorong agar program fogging atau pengasapan nyamuk dijadikan agenda tahunan wajib setiap musim hujan, tanpa harus menunggu permohonan dari pemerintah desa.

“Fogging itu seharusnya otomatis dilakukan setiap musim hujan. Jangan menunggu ada korban atau surat permohonan dari desa. DBD ini bergerak cepat dan diam-diam mematikan,” tegas Bambang kepada News9.id, Kamis (8/1/2026).

Fogging memang menjadi metode efektif untuk membunuh nyamuk dewasa pembawa virus DBD. Namun Bambang menekankan, langkah tersebut tidak boleh menjadi satu-satunya andalan.

Baca Juga:  Dukung Pembangunan Desa, Wadan Pusterad Tinjau TMMD ke-123 di Senduro

Menurutnya, tanpa pemberantasan sarang nyamuk (PSN), fogging hanya bersifat sementara dan tidak memutus mata rantai penularan.

“Kalau hanya fogging tanpa PSN, itu sama saja memotong ranting tapi membiarkan akar hidup. Jentik tetap berkembang, dan DBD akan terus berulang,” ujarnya lugas.

Keprihatinan Bambang bukan sekadar retorika. Dia mengaku bagian dari keluarga korban DBD.

Baca Juga:  Sinergisitas TNI dan Petani: Babinsa Tempeh Kidul Percepat Luas Tambah Tanam

Bahkan, setelah berkoordinasi dengan sejumlah desa di Kecamatan Saronggi, terungkap fakta mencemaskan sekitar 70 persen desa melaporkan warganya terjangkit DBD sepanjang musim hujan ini.

“Kami bersyukur banyak yang tertolong. Tapi bagaimana dengan yang tidak tertolong? Ini penyakit yang sangat jahat. Bahkan sebagian dokter menyebut DBD bisa lebih berbahaya dari COVID-19 jika terlambat ditangani,” tandasnya.

DBD dikenal menyerang secara tiba-tiba dengan gejala demam tinggi hingga 40 derajat Celsius, nyeri otot dan sendi, sakit kepala hebat, mual, hingga muntah.

Baca Juga:  Dituding Manipulasi Stok Darah, Keluarga Pasien Minta PMI Sumenep Dievaluasi

Tanpa penanganan cepat dan tepat, kata Bambang, kondisi penderita dapat memburuk drastis hingga berujung kematian.

Bambang mendesak pemerintah daerah agar tidak berhenti pada imbauan normatif semata.

Dia meminta langkah nyata, terukur, dan berkelanjutan melalui penguatan PSN dengan metode 3M Plus, yakni menguras, menutup, mendaur ulang, serta mencegah gigitan nyamuk.

“Dengan curah hujan yang masih tinggi, DBD adalah ancaman nyata yang menuntut respons luar biasa, cepat, dan terencana. Pemerintah ditantang untuk hadir sebelum korban terus berjatuhan, bukan sekadar bergerak setelah tragedi terjadi,” tandasnya. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: KMP Mutiara Santosa 2 yang terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep. @by_News9.id

PERISTIWA

KMP Mutiara Santosa 2 Terbakar, 5 Tewas dan 41 Penumpang Hilang

Minggu, 2 Agu 2026 - 20:36 WIB