Dituding Manipulasi Stok Darah, Keluarga Pasien Minta PMI Sumenep Dievaluasi

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumenep. @by_News9.id

FOTO: Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Dugaan buruknya pelayanan transfusi darah kembali mencuat di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Keluarga pasien mengaku kecewa berat setelah berjam-jam menunggu darah yang tidak kunjung tersedia, meski sebelumnya disebut stok ada oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Sumenep.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (31/3/2026). Sekitar pukul 10.00 WIB, dua orang keluarga pasien mendatangi PMI Sumenep untuk mendonorkan darah bagi anggota keluarganya yang sedang dirawat di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep.

Namun setibanya di lokasi, petugas PMI yang berjaga justru menyampaikan bahwa stok darah untuk pasien tersebut masih tersedia.

Baca Juga:  Pembersihan Drainase di Sidomulyo: Babinsa dan Warga Wujudkan Lingkungan Bersih

Mendapat informasi itu, keluarga pasien memutuskan tidak jadi melakukan donor.

Masalah muncul ketika hingga malam hari, transfusi darah yang dinanti tidak kunjung dilakukan.

Bambang Supratman, SH, keluarga pasien yang mendampingi di rumah sakit, mengaku harus menunggu hingga larut malam tanpa kejelasan.

“Kami jenuh menunggu. Tidak ada tindakan transfusi dari petugas di ruang perawatan. Saat kami konfirmasi, justru disebutkan darah untuk pasien belum tersedia. Kami menduga bahwa ini ada manipupasi stok darah,” ujarnya.

Kebingungan semakin bertambah ketika keluarga pasien diminta berpindah-pindah untuk mencari kepastian, mulai dari ruang perawatan, laboratorium, hingga kembali ke PMI.

Baca Juga:  Tragedi Kematian Warga Gegerkan Sumenep: GEMPAR Tuntut Reformasi Total Layanan Kesehatan

Bahkan, pada pukul 01.00 WIB dini hari, keluarga pasien kembali mendatangi PMI namun hasilnya nihil, stok darah dinyatakan tidak ada.

Padahal, kata Bambang, pada siang harinya keluarga sempat hendak mendonorkan darah golongan O, tetapi ditolak karena disebut stok masih tersedia.

“Ini yang membuat kami kecewa. Siang bilang ada, malam ternyata kosong. Kondisi pasien jadi taruhannya,” tegasnya.

Ia menilai terjadi miskomunikasi serius atau bahkan kelalaian dalam pelayanan yang berpotensi membahayakan nyawa pasien.

“Kami minta instansi terkait di Kabupaten Sumenep segera mengevaluasi kinerja karyawan PMI, khususnya yang bertugas saat kejadian,” tambahnya.

Menurut Bambang, sebagai lembaga kemanusiaan, Palang Merah Indonesia memang bersifat independen.

Baca Juga:  Tempuh Jalur MK, Paslon Kyai Mamak-Mas AB Pilkada Sampang Manfaatkan Hak Konstitusi

Namun dalam praktik operasional di daerah, PMI bekerja sama erat dengan pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kabupaten Sumenep, terutama dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Kasus tersebut menjadi sorotan serius, mengingat pelayanan darah merupakan kebutuhan vital yang tidak boleh terhambat oleh lemahnya koordinasi atau informasi yang tidak akurat.

“Jika benar terjadi ketidaksinkronan data stok dan pelayanan, maka ini bukan sekadar kelalaian administratif melainkan ancaman nyata bagi keselamatan pasien,” tandas Bambang. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Juhairi, S.IP., M.Phil., @by_News9.id

HUKUM & KRIMINAL

DPRD Sumenep Desak Polisi Bongkar Jaringan Penadah Curanmor di Masalembu

Minggu, 26 Jul 2026 - 17:38 WIB

FOTO: Pembukaan Festival Sepak Bola Usia 10 Tahun (U-10) di Lapangan Sawunggaling, Kecamatan Pasongsongan, @by_News9.id

OLAHRAGA

Semarak HUT ke-73, PSHW Sumenep Gelar Festival Sepak Bola U-10

Minggu, 26 Jul 2026 - 16:51 WIB

FOTO: Salah satu barang bukti kasus dugaan percobaan pencurian sepeda motor (curanmor) yang diamankan Polisi. @by_News9.id

HUKUM & KRIMINAL

Dua Terduga Pelaku Percobaan Curanmor di Masalembu Diciduk Polisi

Sabtu, 25 Jul 2026 - 18:27 WIB