SAMPANG, NEWS9 – Seorang perempuan lanjut usia bernama Sarimuna, 64 tahun, warga Dusun Kacodur, Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, ditemukan dalam kondisi lemas di pinggir Sungai Daleman pada Minggu, (15/3), sekitar pukul 13.30 WIB.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Sabtu pagi.
Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan korban ditemukan oleh seorang warga bernama Niman setelah pencarian yang dilakukan keluarga dan masyarakat setempat.
“Korban ditemukan di tepi sungai dalam kondisi masih hidup, namun lemas dan mengalami luka lecet. Tim kemudian segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke Puskesmas Kedungdung untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar Hozin kepada News9.id
Dijelaskan peristiwa ini bermula ketika Sarimuna berpamitan kepada keluarganya untuk pergi ke rumah keponakannya pada Sabtu, (14/3), sekitar pukul 09.00 WIB.
Namun setelah itu korban tidak kembali ke rumah dan keberadaannya tidak diketahui hingga sore hari.
Keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian di sekitar permukiman dan area sekitar desa, tetapi tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya pada Minggu siang korban ditemukan di sekitar aliran Sungai Daleman.
BPBD Kabupaten Sampang yang menerima laporan dari masyarakat segera melakukan koordinasi dengan warga setempat untuk memastikan informasi tersebut.
Setelah itu, tim melakukan penyisiran di sejumlah titik, termasuk sumur dan aliran sungai di sekitar lokasi kejadian.
Selain BPBD Sampang, unsur yang terlibat dalam penanganan kejadian ini antara lain Polsek Kedungdung, Koramil Kedungdung, relawan Agisena BPBD Jawa Timur, serta masyarakat setempat.
Menurut Hozin, saat proses penanganan berlangsung kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Sampang terpantau cerah sehingga memudahkan proses pencarian dan evakuasi korban.
“Korban sudah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kedungdung dan saat ini dalam perawatan,” kata Hozin.
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anggota lanjut usia, agar meningkatkan pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang. ***













>