BeritaDaerah

Ramadhan Jadi Panggung Aksi Nyata Selamatkan Lingkungan

117
×

Ramadhan Jadi Panggung Aksi Nyata Selamatkan Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Ramadhan Jadi Panggung Aksi Nyata Selamatkan Lingkungan
FOTO: Komunitas peduli lingkungan, pelaku usaha, organisasi sosial, hingga Jurnalis Sumenep Independent (JSI) saat turun langsung memungut sampah. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan kembali ditegaskan dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kabupaten Sumenep, Sabtu (21/2/2026).

Mengusung tema “Kolaborasi Untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)”, kegiatan dipusatkan di kawasan Lingkar Timur, menjadi panggung aksi nyata, bukan sekadar seremoni tahunan.

Berbagai elemen turun langsung ke lapangan, mulai dari Satpol PP, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan, komunitas peduli lingkungan, pelaku usaha, organisasi sosial, tokoh pemuda, hingga Jurnalis Sumenep Independent (JSI).

Kehadiran JSI menjadi catatan tersendiri tidak hanya memberitakan, para jurnalis ikut memungut sampah dan menanam pohon.

Aksi bersih-bersih di sepanjang Lingkar Timur, kampanye pengurangan sampah plastik, hingga penanaman pohon dilakukan secara serentak.

Pesan yang ditegaskan sederhana namun tajam, persoalan sampah bukan hanya beban pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga.

Menariknya, HPSN 2026 bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang edukasi lingkungan. Nilai kebersihan dan kepedulian sosial dikaitkan langsung dengan praktik menjaga alam.

Anak-anak, remaja, hingga masyarakat umum diajak memahami bahwa lingkungan bersih bukan hanya soal estetika, tetapi menyangkut kesehatan dan kualitas hidup sehari-hari. Edukasi dan aksi dipadukan dalam satu gerakan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Anwar Shahroni Yusuf, menegaskan bahwa HPSN harus melampaui seremoni.

“Kami berharap HPSN bukan hanya agenda tahunan. Lingkungan bersih dan sehat membutuhkan partisipasi aktif semua pihak, dari pelajar, pedagang, hingga tokoh masyarakat. Ramadhan adalah momentum tepat untuk menanamkan nilai ini secara mendalam,” ujarnya.

Ia menambahkan, budaya sadar lingkungan adalah investasi jangka panjang bagi generasi Sumenep.

“Langkah kecil seperti mengurangi sampah plastik atau menanam pohon akan membentuk kesadaran kolektif yang menentukan masa depan daerah,” tegasnya.

Di sisi lain, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memberikan apresiasi atas kolaborasi lintas elemen tersebut.

Bupati menilai semangat gotong royong yang terbangun menjadi fondasi penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Menjaga lingkungan bukan sekadar tugas pemerintah. Ini tanggung jawab kita bersama. Saya mengapresiasi semangat warga Sumenep yang bergerak nyata,” kata Fauzi.

Menurutnya, Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk menanamkan nilai peduli lingkungan sebagai bagian dari ibadah dan pendidikan karakter. ***

Tinggalkan Balasan

>