BeritaPeristiwa

Sumenep Darurat Banjir, DPRD Ingatkan: Tangani dari Hulu hingga Hilir

492
×

Sumenep Darurat Banjir, DPRD Ingatkan: Tangani dari Hulu hingga Hilir

Sebarkan artikel ini
Foto: (istimewa) Akhmadi Yasid, anggota DPRD Sumenep Komisi III dari Fraksi PKB. @by_News9.id
Foto: (istimewa) Akhmadi Yasid, anggota DPRD Sumenep Komisi III dari Fraksi PKB. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Hujan deras kembali menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kota Sumenep, Madura, Selasa (13/5/2025).

Bahkan, cakupan banjir kali ini lebih luas dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

Tidak hanya melanda kawasan perkotaan seperti Jalan Trunojoyo, sekitar Museum, Taman Bunga, dan Jalan Pabian, air juga menggenangi wilayah penyangga seperti Kebunagung, Batuan, Babbalan, hingga Patean.

Akhmadi Yasid, anggota DPRD Sumenep dari Fraksi PKB yang duduk di Komisi III, menyebut kondisi banjir saat ini sudah pada level berbahaya dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah daerah.

“Ini jelas sudah darurat. Arus di beberapa titik sangat deras. Jika tidak segera ada solusi menyeluruh, dampaknya bisa semakin parah,” ujar Yasid kepada News9.id.

Menurutnya, permasalahan banjir tak hanya berkutat pada buruknya sistem drainase di wilayah hilir, melainkan juga menyangkut persoalan serius di wilayah hulu.

“Masalahnya bukan sekadar saluran air mampet. Di hulu, kita menghadapi kerusakan lingkungan akibat minimnya daerah resapan air. Galian C ilegal di Batuan menjadi salah satu faktor utama,” tegasnya.

Yasid menilai, aktivitas pertambangan ilegal telah menghilangkan fungsi resapan air di sejumlah titik.

Akibatnya, air hujan tidak lagi terserap oleh tanah, melainkan langsung mengalir deras ke bawah dan menyebabkan banjir.

“Kawasan yang dulunya aman seperti Batuan dan Kebunagung, sekarang malah jadi titik parah. Ini bukti bahwa tata kelola lingkungan di hulu perlu segera dievaluasi dan ditindak,” ujarnya.

Kendati itu, Yasid mendesak Pemkab Sumenep segera mengambil langkah konkret untuk menangani banjir secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Penanganan tidak bisa sepotong-sepotong. Harus ada strategi menyeluruh, mulai dari penertiban tambang ilegal di hulu hingga perbaikan saluran air di hilir,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan

2