BeritaPeristiwa

Yacht Australia Alami Kerusakan di Perairan Sumenep, Pasutri Terombang-ambing di Laut

1464
×

Yacht Australia Alami Kerusakan di Perairan Sumenep, Pasutri Terombang-ambing di Laut

Sebarkan artikel ini
Foto: Kapal pesiar jenis yacht bernama Australian, yang berasal dari Australia, saat mengalami kerusakan mesin di tengah laut. @by_News9.id
Foto: Kapal pesiar jenis yacht bernama Australian, yang berasal dari Australia, saat mengalami kerusakan mesin di tengah laut. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Sebuah kapal pesiar jenis yacht bernama Australian, yang berasal dari Australia, mengalami kerusakan mesin dan terombang-ambing di perairan sekitar Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kapal tersebut mengangkut dua warga negara Australia, Watt Peter John (63) dan Delves Catherine Winifred (61), yang merupakan pasangan suami istri.

Plt Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S., mengungkapkan insiden terjadi pada Rabu (29/1) sekitar pukul 15.00 WIB.

Berdasarkan koordinat terakhir, kapal berada di titik S 6°59’1.63″ E 114°9’47.49″, sekitar 100 meter dari garis pantai.

“Kami mendapat laporan dari masyarakat yang melihat sinyal darurat dari kapal tak dikenal. Dari kejauhan, kapal tersebut menembakkan suar sebanyak lima kali, menandakan mereka membutuhkan pertolongan,” ungkap Widiarti dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/1/2025).

Menurut Kahor, Sekretaris Desa Banraas, sejumlah warga yang sedang menyeberang ke Pulau Gili Iyang melihat kapal tersebut terombang-ambing di laut.

Namun, lanjut dia, upaya penyelamatan terkendala cuaca buruk, dengan gelombang mencapai 1–2 meter. Kapal-kapal kecil pun tidak berani mendekat.

Perangkat desa kemudian mengerahkan kapal taksi KM. Sriwijaya untuk mengevakuasi pasangan Australia itu.

Sayangnya, saat hampir mencapai kapal Australian, gelombang semakin tinggi, memaksa tim evakuasi kembali ke dermaga.

“Kondisi semakin memburuk, kapal yacht itu semakin mendekati karang dangkal dan hampir kandas. Akhirnya, warga berinisiatif menyelamatkan dua awak kapal dengan menggunakan jeriken dan pelampung agar mereka bisa mencapai pantai,” tutur Kahor.

Foto: Dua WNA asal Australia, Watt Peter John (63) dan Delves Catherine Winifred (61), yang kapal pesiarnya terombang-ambing di perairan sekitar Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep. @by_News9.id
Foto: Dua WNA asal Australia, Watt Peter John (63) dan Delves Catherine Winifred (61), yang kapal pesiarnya terombang-ambing di perairan sekitar Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep. @by_News9.id

Setibanya di darat, pasangan asal Australia itu langsung dibawa ke rumah seorang warga Desa Bancamara, Harianto Hari, yang fasih berbahasa Inggris.

Keduanya mengalami trauma akibat insiden tersebut dan membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Dari hasil interogasi, diketahui bahwa kapal Australian berangkat dari Australia menuju Kupang, NTT, kemudian melanjutkan perjalanan ke Bali dan Kalimantan sebelum akhirnya mengalami musibah di perairan Sumenep akibat cuaca buruk.

Beruntung, pasangan tersebut tidak mengalami luka serius, dan dokumen-dokumen penting berhasil diamankan. Namun, mereka mengalami kerugian material yang cukup besar.

“Kerugian ditaksir mencapai Rp 8 miliar, termasuk kapal yacht beserta seluruh isinya,” ujar Widiarti.

Saat ini, upaya evakuasi dan penanganan kapal masih berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Ditpolairud Polda Jatim, SAR Satpolairud Polres Sumenep, Basarnas, BPBD Kabupaten Sumenep, KSOP Kalianget, dan Polsek Dungkek.

Namun, penyelamatan kapal menghadapi kendala cuaca ekstrem, dengan angin kencang berkecepatan 18–23 knot dan gelombang setinggi 1–2 meter.

Meski demikian, berkat kerja sama tim gabungan dan warga, kedua wisatawan asing tersebut akhirnya berhasil diselamatkan dengan selamat. ***

Tinggalkan Balasan

2