Festival Musik Tong-Tong 2024: 40 Grup Siap Gemparkan Sumenep

- Redaktur

Minggu, 8 Desember 2024 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Festival Musik Tong-Tong 2024, salah satu ajang seni budaya terbesar di Madura, @by_News9.id

Foto: Festival Musik Tong-Tong 2024, salah satu ajang seni budaya terbesar di Madura, @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Festival Musik Tong-Tong 2024, salah satu ajang seni budaya terbesar di Madura, kembali hadir pada 14 Desember 2024.

Acara tahunan ini akan menampilkan 40 grup musik tong-tong dari seluruh wilayah Madura, termasuk Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.

Festival ini akan menyuguhkan inovasi dan kolaborasi lintas budaya, menjanjikan pengalaman yang memukau bagi para penonton.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudporapar) Sumenep, Mohamad Iksan, menyampaikan bahwa festival itu tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga upaya melestarikan seni dan budaya Madura.

“Festival ini menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan dan membangkitkan kebanggaan terhadap budaya lokal. Kami berharap festival ini menjadi magnet bagi wisatawan sekaligus mempromosikan Madura ke tingkat nasional,” ujar Iksan.

Acara ini akan dibuka langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Kebudayaan yang telah menyatakan kehadirannya.

Baca Juga:  DPC MADAS Sampang Sampaikan Duka atas Wafatnya Wartawan Senior Hernandi Kusumahadi

Tahun ini, panitia menghadirkan inovasi dengan memilih rute baru di kawasan Lingkar Barat Sumenep.

Rute ini lebih lurus dibandingkan jalur sebelumnya yang melewati tengah kota.

“Kami ingin memberikan suasana berbeda yang segar bagi peserta dan penonton. Ini menjadi tantangan sekaligus daya tarik festival tahun ini,” tambah Iksan.

Selain parade musik tong-tong, festival juga menyuguhkan kolaborasi budaya lintas daerah.

Salah satunya adalah penampilan seni pertunjukan khas Jawa Tengah yang menambah kekayaan acara.

Baca Juga:  Polsek Babat Gelar Doa Bersama dan Pembacaan Yasin Tahlil

Sebanyak 40 grup musik tong-tong telah terpilih untuk tampil di festival ini, di antaranya:

  1. Angin Ribut
  2. Gong Mania
  3. Puser Angin
  4. Putra Siding Puri
  5. Barong Ireng
  6. Rampak Naong
  7. Perkusi Nada
  8. Sabda Alam
  9. Karaton Aghung
  10. Lanceng Sarkaju
  11. Bintang Kejora
  12. Sekar Kedaton
  13. Telaga Biru
  14. Peccot Ngamox
  15. Lancenk Tresna
  16. Baladewa
  17. Nawasena
  18. Joko Tingkir
  19. Semut Merah
  20. Dhoe Angin
  21. Singo Barong
  22. Gita Laras Smada
  23. Kaconk Madhurâ
  24. Pornama Alam
  25. Terrak Saghârâ
  26. Lancèng Parsanga
  27. Arya Madhure
  28. Bagaspati
  29. Lanceng Accen
  30. Pangeran Girpapas
  31. Poser Alam
  32. Dewa Amor Wahwu
  33. Laskar Madhureh
  34. Tinkerbell
  35. Kelap Panemoran
  36. Pangeran Wiraraja
  37. Gelora Pesisir
  38. Kelabang Hitam 230
  39. Raden Ageng
  40. Lendhu Sagara

Daftar lengkap peserta ini mencerminkan keberagaman seni Madura yang kaya, dengan masing-masing grup membawa ciri khasnya sendiri.

Baca Juga:  Festival Musik Tong-Tong 2024 Sumenep, Angin Ribut Pertahankan Gelar Juara Umum

Festival yang awalnya direncanakan pada Oktober kemudian diundur ke November, akhirnya dipastikan berlangsung pada 14 Desember 2024.

Penyesuaian ini dilakukan untuk menghindari bentrok dengan agenda Pilkada, demi menjamin kelancaran acara.

“Penjadwalan ulang ini kami lakukan agar acara berjalan maksimal dan mendapat perhatian penuh dari masyarakat,” ujar Iksan.

Dengan berbagai inovasi dan kolaborasi yang dihadirkan, Festival Musik Tong-Tong 2024 diharapkan mampu menjadi salah satu acara seni budaya terbesar di Indonesia.

“Tidak hanya sebagai hiburan, festival ini menjadi upaya nyata melestarikan warisan budaya Madura,” pungkas Kadis Mohammad Iksan. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gemerlap Petik Laut Rawatan Samudra 2026, Tradisi Leluhur Menjaga Laut Masalembu
Doa Sang Proklamator 2026, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Merawat Nasionalisme
Idul Adha Bukan Sekadar Penyembelihan, Melainkan Simbol Keikhlasan, Kemanusiaan, dan Kepedulian Sosial
BPRS Bhakti Sumekar Angkat Tari Mowang Sangkal ke Panggung Edukasi
Festival Ketupat 2026, Tradisi Lama Disulap Jadi Pesta Kreatif Memikat
Warisan Leluhur Tak Lekang Zaman: Seblang Olehsari Kembali Hidupkan Spirit Tradisi Using
Arca Dewa Wisnu di Area Keraton Sumenep
Ketika Ketetapan Busana Dijadikan Titah Kekuasaan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:27 WIB

Gemerlap Petik Laut Rawatan Samudra 2026, Tradisi Leluhur Menjaga Laut Masalembu

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:16 WIB

Doa Sang Proklamator 2026, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Merawat Nasionalisme

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:58 WIB

Idul Adha Bukan Sekadar Penyembelihan, Melainkan Simbol Keikhlasan, Kemanusiaan, dan Kepedulian Sosial

Jumat, 17 April 2026 - 12:08 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Angkat Tari Mowang Sangkal ke Panggung Edukasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:13 WIB

Festival Ketupat 2026, Tradisi Lama Disulap Jadi Pesta Kreatif Memikat

Berita Terbaru