Kampus atau Ladang Masalah? Sorotan Tajam pada Kasus UNIBA Madura

- Redaktur

Selasa, 24 Desember 2024 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura tengah menjadi sorotan tajam, @by_News9.id

Foto: Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura tengah menjadi sorotan tajam, @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura tengah menjadi sorotan tajam setelah mencuatnya dua kasus besar yang mengguncang dunia pendidikan tinggi di Madura.

Dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi dan keterlibatan mahasiswa dalam penyalahgunaan pil ekstasi memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Aktivis Perempuan Sumenep, Ulfatul Jannah, pada Selasa (24/12/2024).

“Seharusnya kampus menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk belajar, bertumbuh, dan berkembang, bukan tempat di mana pelecehan seksual dan penyalahgunaan narkoba terjadi,” tegas Ulfatul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus dugaan pelecehan seksual mencuat setelah seorang mahasiswi berinisial LL melaporkan seniornya, YP, atas tindakan tidak senonoh di kos Desa Babalan, Kecamatan Batuan, pada 23 Agustus 2024.

Baca Juga:  Malam Penuh Bintang di SDN Karanggeneng: Apresiasi Prestasi Jadi Teladan Generasi

Hingga kini, penyelidikan oleh Polres Sumenep masih berlangsung.

Selain itu, keterlibatan dua mahasiswa UNIBA dalam penyalahgunaan pil ekstasi turut memperburuk reputasi institusi tersebut.

Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S., membenarkan penangkapan tersebut, meskipun identitas kedua mahasiswa belum diungkapkan kepada publik.

“Kasus-kasus ini bukan hanya mencoreng nama UNIBA, tetapi juga membuktikan lemahnya pengawasan kampus dalam menjaga lingkungan yang aman dan sehat bagi mahasiswanya,” kritik Ulfatul.

Dia menilai, munculnya kasus-kasus ini menunjukkan kegagalan UNIBA dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Pendidikan di kampus seharusnya membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas, namun kasus ini menunjukkan hal sebaliknya,” ujarnya.

Menurut Ulfatul, penelitian kampus harus diarahkan untuk memahami dan menyelesaikan persoalan sosial, bukan sekadar formalitas akademik.

“Jika kampus gagal mendidik mahasiswanya, bagaimana mereka bisa memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat?” tambahnya.

Ulfatul mendesak pihak kampus untuk mengambil langkah konkret dalam menangani kasus ini dan mencegah terulangnya peristiwa serupa.

“Rektor harus segera menetapkan kebijakan tegas, termasuk memberikan sanksi berat kepada pelaku,” ujarnya.

Menurutnya, menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak berwajib tidak cukup untuk memulihkan kepercayaan publik.

“Langkah nyata sangat dibutuhkan untuk memastikan lingkungan kampus yang aman dan mendukung pendidikan berkualitas,” tegasnya.

Rektor UNIBA Madura, Rahmad Hidayat, menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

“Kami percayakan kepada pihak yang berwenang,” ujarnya singkat.

Namun, respons tersebut dianggap tidak cukup menjawab kekecewaan masyarakat.

Baca Juga:  Didampingi Babinsa, Pramuka Ranuyoso Tebar Kebaikan dengan Berbagi Takjil

Banyak pihak mendesak UNIBA untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik.

Mencuatnya kasus-kasus itu menjadi tantangan besar bagi UNIBA Madura untuk mengembalikan citra institusi dan menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.

Baca Juga:  Tak Sekadar Diluncurkan, Aksi Nyata Mobil Baik Terus Bergerak di Jalanan Sumenep

Langkah konkret diperlukan untuk memastikan kampus benar-benar menjadi ruang aman bagi pembentukan generasi masa depan. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPMB Tahap III Dibuka, SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global
HMP PGSD UPI Sumenep Buka Ajang Olimpiade SD Tingkat Jawa Timur
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di Sampang, Untuk Tekan Biaya Logistik
RSUD Caruban Gelar Khitan Massal, Wujud Nyata Kepedulian Kesehatan dan Dukungan Bagi Generasi Sehat Kabupaten Madiun
SDN Paseyan 1 Sampang Gelar Jalan Sehat dan Beri Penghargaan Siswa Berprestasi
Permudah Akses Informasi dan Pengaduan, RSUDMA Sumenep Hadirkan IPP 24 Jam
Ombudsman RI, BPKN dan YLKI Sambangi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep
Polsek Pasrujambe Pantau Lahan Pertanian Jagung,Dukung Ketahanan Pangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:01 WIB

SPMB Tahap III Dibuka, SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:59 WIB

HMP PGSD UPI Sumenep Buka Ajang Olimpiade SD Tingkat Jawa Timur

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:50 WIB

Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di Sampang, Untuk Tekan Biaya Logistik

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:38 WIB

RSUD Caruban Gelar Khitan Massal, Wujud Nyata Kepedulian Kesehatan dan Dukungan Bagi Generasi Sehat Kabupaten Madiun

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:05 WIB

SDN Paseyan 1 Sampang Gelar Jalan Sehat dan Beri Penghargaan Siswa Berprestasi

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Moh. Syaiful Anam alias Nanang, terduga bandar narkoba di wilayah Masalembu. @by_News9.id

HUKRIM

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:49 WIB

FOTO: Barang bukti narkotika jenis sabu hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:38 WIB