Kritik Adalah Harga Diri Kita

- Editorial Team

Sabtu, 28 Desember 2024 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: (Ilustrasi) Keterampilan mengkritik apa saja dan menyela saat orang berbicara, @by_News9.id

Foto: (Ilustrasi) Keterampilan mengkritik apa saja dan menyela saat orang berbicara, @by_News9.id

SUMENEP, News9 – “Jika kamu ingin tahu siapa yang mengendalikanmu, lihatlah siapa yang tidak boleh kamu kritik.”

Voltaire adalah nama pena dari François-Marie Arouet, seorang filsuf pencerahan asal Prancis. Dia adalah pribadi yang salah satunya lantang menyuarakan kebebasan berbicara. Dia seringkali menjadi korban sensor ketat otoritas monarki Katolik Prancis.

Dan kalimat yang Voltaire ungkapkan di atas, tentu saja sangat sederhana. Hanya semacam intropeksi diri. Walakin, kesederhaan itu pasti menjadi kritik keras bagi setiap pribadi yang menjaga akal budi.

Setiap dari kita, tentu saja memiliki keterampilan mengkritik apa saja. Minimal menyela saat orang berbicara. Keterampilan itu bukan sekedar penanda bahwa kebebasan berdemokrasi itu nyata.

Baca Juga:  Akhir Tahun: Saat Buku Dosa Aparat Perlu Dibuka

Walakin, lebih dari itu, keterampilan dan keberanian mengkritik adalah untuk menegaskan bahwa kita masih memiliki harga dan kepercayaan diri yang layak dibela.

Selain itu, keberanian mengkritik adalah bukti bahawa kita tidak sedang dikebiri dan tidak menjadi kasta terendah dalam piramida tirani.

Tirani itu bisa jadi adalah diri kita yang bebal. Bisa pula bupati, DPR dan atau negara yang haus kekuasaan. Mereka ingin merusak dan menguasai akal budi kita secara suka-suka.

Padahal, jika akal budi sudah sangat dikuasi oleh tirani, kita pasti menjadi tidak berharga lagi. Kita hanyalah kaum rendahan yang sering tidak disadari. Dan kita hanyalah kaum buangan yang mudah diperah tirani. Sungguh ironi.

Baca Juga:  Garuda Muda Puncaki Grup C Piala Asia U-17 

Di samping itu, kritik adalah bukti bahwa kita setara dengan siapa saja. Tanpa memandang remeh, rendah dan hendak menista. Karena kritik, dalam kerja etika, adalah garis jeda untuk tidak semena-mena.

Dan sekali lagi, sebuah kritik yang baik, objektif dan proporsional adalah bukti bahwa kita layak dihargai. Sebab kritik adalah wujud akal budi.

Buruk dan baiknya akal budi kita, tampak jelas dari wajah kritik yang kita cipta. Kritik yang serampangan, yang egois dan memaksa menang sendiri, adalah wajah buruk dari akal budinya. Begitupun sebaliknya.

Baca Juga:  Mengungkap Dugaan Pemalsuan SHM Tapakerbau di Sumenep

Ada dua pertanyaan sederhana. Pertama, apa dasar kita berani mengkritik? Sekedar untuk bertahan hidup, atau untuk berfoya-foya?

Kedua, seringkali ada rasa takut untuk mengkritik, apa sebab sebenarnya? Apakah karena kita sadar sudah tidak berharga? Rendahan dan buangan semata?

Jika pertanyaan ini juga muncul dibenak pembaca, salah satu jawabannya adalah ungkapan Voltaire, yang dalam catatan ini menjadi kalimat pembuka.

Terakhir. Jangan lepas akal budi kita begitu saja. Buatlah dia berharga. Tanpa pamrih atau alat gertak semata. Salam awam saja.

Ganding, 26 Desember 2024

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TEMPO Berjudi di Madura
Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?
Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)
Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI
Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:52 WIB

TEMPO Berjudi di Madura

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia

Berita Terbaru

FOTO: Sekda Sumenep Agus Dwi Saputra (tengah), bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumenep, Mustangin (kanan), saat mengunjungi salah satu stand perusahaan. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

Job Fair 2026 Sumenep Buka 3.141 Lowongan Kerja

Senin, 28 Sep 2026 - 09:19 WIB

FOTO: Rapat staf di lingkungan Diskominfo Sumenep, @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Kadis Kominfo Sumenep Tekankan Disiplin dan Kekompakan

Senin, 28 Sep 2026 - 09:02 WIB

FOTO: Korban saat di evakuasi dari TKP. @by_News9.id

PERISTIWA

Motor Terperosok ke Jurang 7 Meter, Pengendara Meninggal Dunia

Minggu, 27 Sep 2026 - 15:27 WIB

FOTO: Skuad Garuda saat melawan Singapura pada laga Grup A. @by_News9.id

OLAHRAGA

Timnas Indonesia Tundukkan Singapura 2-0

Minggu, 27 Sep 2026 - 15:03 WIB