Dugaan Korupsi Program BSPS 2024, Lima Kades Diperiksa Kejari Sumenep

- Redaktur

Rabu, 9 April 2025 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep. @by_News9.id

Foto: Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep resmi memeriksa lima kepala desa (kades) pada Rabu, 9 April 2025.

Pemeriksaan itu terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun anggaran 2024.

Program BSPS tersebut menyasar 126 desa yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Sumenep.

Jumlah bantuan yang diterima tiap desa bervariasi, mulai dari belasan hingga ratusan unit rumah.

Baca Juga:  Truk Solar Raib di Polres Sumenep, Aktivis Senior Sentil Pola Lama Penegakan Hukum

Kasi Intelijen Kejari Sumenep, Moch. Indra Subrata, membenarkan bahwa lima kepala desa telah dimintai keterangan awal.

Mereka merupakan bagian dari penerima bantuan program BSPS tahun lalu.

“Untuk tahap awal, kami masih memanggil lima kepala desa guna dimintai keterangan,” ungkap Indra, dilansir dari Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Namun demikian, Indra belum bersedia mengungkap identitas lima kades yang diperiksa dikarenakan proses penyelidikan masih berlangsung.

“Total kepala desa yang akan kami periksa juga belum bisa dipastikan, karena kami masih mengambil sampel terlebih dahulu untuk pengembangan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, seluruh proses penyelidikan dan pemeriksaan dilakukan dengan koordinasi bersama bidang pidana khusus (pidsus), yang menangani langsung kasus dugaan korupsi tersebut.

“Proses pemeriksaan dimulai hari ini. Kami belum bisa memberikan banyak informasi karena masih berkoordinasi dengan tim pidsus. Yang jelas, hari ini ada lima kepala desa yang kami periksa,” tegas Indra.

Hingga kini, pihak Kejari Sumenep terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap sejauh mana dugaan penyimpangan dana BSPS yang terjadi di wilayah kabupaten ujung timur Pulau Madura ini. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Penganiayaan Oknum Pegawai DPUTR Sumenep Masuk Penyidikan
Truk Tua Berujung Perkara, Polisi Tetapkan Dua Warga Jember sebagai Tersangka
Perkara Dugaan Penganiayaan di Wiyung Surabaya Direstorative Justice
Pelarian Sindikat Curanmor Lintas Provinsi Berakhir di Grobogan, Dua Pelaku Dibekuk Tim URC Macan Blambangan
Makelar di Lumajang Berulah! Uang Muka Dibayar, Motor Tak Kunjung Diantar
Daftar Kriminalitas Meningkat, Aktivis Kepulauan Desak Aparat dan Camat Arjasa Bertindak
Kasus Penganiayaan di Kalianget, Korban Minta APH Objektif, Jangan Lihat Kedekatan Keluarga
Ibu Diduga Aniaya Anak Kandung di Pamekasan hingga Tewas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Kasus Penganiayaan Oknum Pegawai DPUTR Sumenep Masuk Penyidikan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Truk Tua Berujung Perkara, Polisi Tetapkan Dua Warga Jember sebagai Tersangka

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:20 WIB

Perkara Dugaan Penganiayaan di Wiyung Surabaya Direstorative Justice

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:49 WIB

Pelarian Sindikat Curanmor Lintas Provinsi Berakhir di Grobogan, Dua Pelaku Dibekuk Tim URC Macan Blambangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Makelar di Lumajang Berulah! Uang Muka Dibayar, Motor Tak Kunjung Diantar

Berita Terbaru

FOTO: Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama jajaran pemerintah daerah saat audiensi  dengan Kemenhub Republik Indonesia. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut

Senin, 24 Agu 2026 - 15:14 WIB

FOTO: H. Gufron, saat proses pembelian dengan pemeriksaan dan penilaian kualitas tembakau di gudang utama Haswal Group. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

Siap Serap Hasil Panen Tembakau, Haswal Group Buka Pembelian Perdana

Senin, 24 Agu 2026 - 14:51 WIB