Haul dan Penjamasan Pusaka, Simbol Abadi Pelestarian Budaya Madura di Sumenep

- Penulis

Kamis, 3 Juli 2025 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Bupati Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, saat menghadiri Haul dan Penjamasan Pusaka Keraton Sumenep serta pusaka-pusaka milik masyarakat setempat. @by_News9.id

FOTO: Bupati Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, saat menghadiri Haul dan Penjamasan Pusaka Keraton Sumenep serta pusaka-pusaka milik masyarakat setempat. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama Pelestari Budaya Leluhur Pelar Agung Desa Aeng Tongtong menggelar Haul dan Penjamasan Pusaka Keraton Sumenep serta pusaka-pusaka milik masyarakat setempat, Rabu (2/7/2025).

Kegiatan budaya itu bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wujud nyata komitmen dalam menjaga dan merawat warisan budaya luhur masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, yang hadir langsung dalam prosesi tersebut, menegaskan pentingnya haul dan jamasan pusaka sebagai simbol penghormatan terhadap peninggalan leluhur yang harus dijaga oleh generasi masa kini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Prosesi jamasan dan haul ini menjadi tanda bagi kita semua untuk melestarikan peninggalan leluhur dengan cara menjaga dan merawatnya. Ini bagian dari penghormatan kita terhadap jasa para pendahulu,” ujarnya di sela acara yang berlangsung khidmat.

Fauzi menegaskan, pusaka bukan sekadar benda bersejarah, melainkan simbol kekuatan masa lalu, identitas budaya, hingga nilai ekonomi yang terus hidup di tengah masyarakat.

“Pusaka, termasuk keris, bukan hanya simbol masa lalu. Ia adalah identitas budaya, sekaligus bernilai ekonomi dan menjadi kebanggaan masyarakat Madura,” tambahnya di hadapan warga dan para empu keris.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya melestarikan pusaka sebagai benda, tetapi juga menjaga pengetahuan, filosofi, dan keahlian dalam proses pembuatannya.

Baca Juga:  Pendakian Gunung Semeru Ditutup Untuk Menghormati Hari Raya Karo

Terlebih, Desa Aeng Tongtong telah dikenal sebagai salah satu sentra keris nasional dengan banyak empu keris ternama.

Fauzi berharap masyarakat terus membina generasi muda agar kelak mampu menjadi empu keris hebat yang meneruskan warisan keahlian membuat pusaka.

“Generasi sekarang harus mau belajar menjadi empu keris agar warisan leluhur tetap abadi lintas zaman,” tegasnya.

Haul dan jamasan pusaka itu digagas oleh komunitas Pelar Agung sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah keahlian membuat keris yang diwariskan turun-temurun kepada warga Desa Aeng Tongtong.

Baca Juga:  Jadi Tuan Rumah, Sumenep Tancap Gas Benahi Arena Karapan Sapi Jelang Piala Presiden

Prosesi dimulai dengan doa bersama, dilanjutkan dengan ritual penjamasan pusaka Keraton Sumenep dan pusaka milik masyarakat desa.

Ritual dilaksanakan dengan tata cara adat, menggunakan air khusus yang telah diritualkan dan diiringi doa-doa sakral.

Tokoh budaya setempat menegaskan, jamasan pusaka bukan hanya membersihkan benda pusaka secara fisik, tetapi juga sebagai momentum spiritual untuk merawat nilai-nilai luhur para leluhur.

“Pusaka bukan sekadar benda mistis, tetapi simbol peradaban, ketekunan, dan jati diri budaya,” ungkap Kepala Pelar Agung.

Pemkab Sumenep terus mendorong agar kegiatan semacam itu bisa dikembangkan sebagai aset pendidikan, pelestarian tradisi, sekaligus destinasi wisata budaya yang membanggakan daerah.

Baca Juga:  Tak Pernah Padam, Semangat Abdurrahman Fahmi Warnai Banyuwangi Ethno Carnival 2025

Kegiatan haul dan jamasan tersebut disambut antusias oleh masyarakat.

Warga berbondong-bondong hadir untuk menyaksikan prosesi sekaligus memanjatkan doa bersama demi keselamatan dan keberkahan desa.

“Ini wujud nyata kami menjaga amanah leluhur. Semoga semangat ini diwariskan terus dari generasi ke generasi,” kata salah satu empu keris yang ikut serta dalam prosesi. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gemerlap Petik Laut Rawatan Samudra 2026, Tradisi Leluhur Menjaga Laut Masalembu
Doa Sang Proklamator 2026, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Merawat Nasionalisme
Idul Adha Bukan Sekadar Penyembelihan, Melainkan Simbol Keikhlasan, Kemanusiaan, dan Kepedulian Sosial
BPRS Bhakti Sumekar Angkat Tari Mowang Sangkal ke Panggung Edukasi
Festival Ketupat 2026, Tradisi Lama Disulap Jadi Pesta Kreatif Memikat
Warisan Leluhur Tak Lekang Zaman: Seblang Olehsari Kembali Hidupkan Spirit Tradisi Using
Arca Dewa Wisnu di Area Keraton Sumenep
Ketika Ketetapan Busana Dijadikan Titah Kekuasaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:27 WIB

Gemerlap Petik Laut Rawatan Samudra 2026, Tradisi Leluhur Menjaga Laut Masalembu

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:16 WIB

Doa Sang Proklamator 2026, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Merawat Nasionalisme

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:58 WIB

Idul Adha Bukan Sekadar Penyembelihan, Melainkan Simbol Keikhlasan, Kemanusiaan, dan Kepedulian Sosial

Jumat, 17 April 2026 - 12:08 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Angkat Tari Mowang Sangkal ke Panggung Edukasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:13 WIB

Festival Ketupat 2026, Tradisi Lama Disulap Jadi Pesta Kreatif Memikat

Berita Terbaru

FOTO: Mahyuni, pemilik pohon, bersama keluarga saat mendatangi Polresta Sumenep. @by_News9.id

HUKUM & KRIMINAL

Program Lisdes di Batang-Batang Daya Berujung Laporan Polisi

Rabu, 12 Agu 2026 - 23:45 WIB

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB