Ibnu Hajar Tuturkan Sekilas Sejarah dan Makna “Ngopeni Songennep” di Hari Jadi ke-756

- Redaktur

Jumat, 31 Oktober 2025 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ibnu Hajar, Budayawan Sumenep, @by_News9.id/mediacenter

FOTO: Ibnu Hajar, Budayawan Sumenep, @by_News9.id/mediacenter

SUMENEP, NEWS9 – Suasana khidmat menyelimuti apel kolosal peringatan Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep yang digelar Pemkab Sumenep.

Dalam momen penuh makna itu, budayawan Ibnu Hajar, membacakan sekilas sejarah Hari Jadi Sumenep, menuturkan perjalanan panjang Sumenep dari masa kerajaan hingga menjadi kabupaten modern yang berpijak pada pelayanan publik, inovasi, dan budaya.

Baca Juga:  Satgas TMMD ke-123 Kodim 0821/Lumajang Bantu Perbaiki Rumah Warga di Desa Burno

Pembacaan sekilas babad tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah dan identitas daerah.

Ibnu Hajar menggambarkan Sumenep sebagai tanah yang diwarisi kebijaksanaan leluhur, namun terus bergerak menuju masa depan yang lebih berdaya saing dan berkarakter.

Apel kolosal ditutup dengan penyerahan Satya Lencana Karya kepada sejumlah ASN berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam memperkuat birokrasi dan pelayanan masyarakat.

Baca Juga:  Petik Laut dan Haul Guru Ngaji: Desa Bringsang Rayakan Syukur dan Warisan Spiritualitas

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, S.H., M.H., mewakili Pemerintah Kabupaten.

Dengan mengusung tema “Ngopeni Songennep” untuk Hari Jadi Kabupaten Sumenep dan “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh” untuk Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga:  Fest RadhIesta 2025 Bakal Guncang Sumenep, Sensasi Dangdut Rock Koplo

Perayaan kali ini menjadi refleksi semangat gotong royong dan komitmen bersama membangun daerah.

Lebih dari sekadar perayaan, momentum tersebut menegaskan bahwa Sumenep bukan hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga menulis babak baru sebagai kabupaten yang berbudaya, berintegritas, dan tumbuh bersama rakyatnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gemerlap Petik Laut Rawatan Samudra 2026, Tradisi Leluhur Menjaga Laut Masalembu
Doa Sang Proklamator 2026, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Merawat Nasionalisme
Idul Adha Bukan Sekadar Penyembelihan, Melainkan Simbol Keikhlasan, Kemanusiaan, dan Kepedulian Sosial
BPRS Bhakti Sumekar Angkat Tari Mowang Sangkal ke Panggung Edukasi
Festival Ketupat 2026, Tradisi Lama Disulap Jadi Pesta Kreatif Memikat
Warisan Leluhur Tak Lekang Zaman: Seblang Olehsari Kembali Hidupkan Spirit Tradisi Using
Arca Dewa Wisnu di Area Keraton Sumenep
Ketika Ketetapan Busana Dijadikan Titah Kekuasaan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:27 WIB

Gemerlap Petik Laut Rawatan Samudra 2026, Tradisi Leluhur Menjaga Laut Masalembu

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:16 WIB

Doa Sang Proklamator 2026, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Merawat Nasionalisme

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:58 WIB

Idul Adha Bukan Sekadar Penyembelihan, Melainkan Simbol Keikhlasan, Kemanusiaan, dan Kepedulian Sosial

Jumat, 17 April 2026 - 12:08 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Angkat Tari Mowang Sangkal ke Panggung Edukasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:13 WIB

Festival Ketupat 2026, Tradisi Lama Disulap Jadi Pesta Kreatif Memikat

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Pria berinisial K (41) saat diamankan petugas. @by_News9.id

HUKRIM

Pria 41 Tahun Tertekuk di Pinggir Jalan Desa Pamolokan

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB

FOTO: (istimewa) Lesty Annatul Annisa' @by_News9.id

OPINI

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:52 WIB