Gagal Tampil di Porprov Jatim, Ratusan Pesilat di Sampang Gruduk Kantor KONI

- Redaksi

Selasa, 8 Juli 2025 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ratusan pesilat dari 16 perguruan silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sampang, saat mendatangi kantor KONI. @by_News9.id

FOTO: Ratusan pesilat dari 16 perguruan silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sampang, saat mendatangi kantor KONI. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Suasana panas mewarnai audiensi ratusan pesilat dari 16 perguruan silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, saat mereka mendatangi kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat, Selasa (8/7).

Aksi itu dilatari kekecewaan mendalam setelah cabang olahraga pencak silat tidak didaftarkan untuk tampil dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.

Ratusan pesilat yang mengenakan pakaian kebesaran perguruan masing-masing, membawa bendera dan poster bertuliskan kritik tajam seperti “KONI Tutup, Mana Janjimu”, “Yang Disiapkan Tak Diberangkatkan”, dan “Latihan Siap, Keberangkatan Gagal”.

Mereka memulai long march dari depan gedung DPRD Sampang di Jalan Wijaya Kusuma menuju kantor KONI di Jalan Wahid Hasyim.

Aksi itu berlangsung tertib di bawah penjagaan ketat aparat keamanan. Di aula KONI, rombongan diterima oleh Ketua KONI Sampang H. Wasik, Wakil Ketua Imam Sanusi, dan Wakil Sekretaris Yusuf.

Baca Juga:  Aktivis Desak Pemdes Murtajih Bantu Rumah Reyot Tukang Becak di Pamekasan Roboh

Pihak IPSI diwakili oleh Sekretaris Moh. Syaiful Arif, S.Pd. beserta jajaran pelatih dan pengurus perguruan.

Dalam forum audiensi yang kemudian berlangsung tegang, Syaiful Arif menyampaikan kronologi proses persiapan atlet pencak silat yang diklaim telah mengikuti tahapan seleksi dan latihan, namun pada akhirnya tidak diberangkatkan.

“Kami telah siap bertanding, tapi justru tak masuk dalam daftar peserta. Ini bukan sekadar kesalahan administratif, ini soal nasib atlet,” ujarnya.

Menanggapi protes tersebut, Ketua KONI Sampang H. Wasik membantah tudingan diskriminasi terhadap cabang pencak silat.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan ruang kepada IPSI untuk mengikuti proses pendaftaran, namun proses itu tidak ditindaklanjuti hingga batas akhir.

“Keputusan akhir ada di KONI Jatim sebagai pelaksana Porprov. Kami hanya fasilitator,” katanya.

Namun pernyataan itu memicu amarah Koordinator Binpres IPSI Sampang, H. Mahya Y, yang langsung menggebrak meja dan menuding KONI Sampang tidak kooperatif.

“Anda bohong! IPSI Jatim menyatakan bisa ikut asal ada rekomendasi KONI Sampang. Tapi waktu kami cari Ketua KONI, beliau tidak di kantor dan ponselnya tak aktif,” teriak Mahya Y yang juga Wakil Ketua PS Jokotole.

Ia juga mempertanyakan legalitas atlet cabor lain yang berlatar belakang pencak silat, namun tetap diberangkatkan tanpa melalui izin IPSI Sampang.

Baca Juga:  Kejaksaan Sasar Ruang Vital RSUD Sampang dalam Dugaan Korupsi Pajak 3.3 Miliar

Situasi sempat memanas sebelum akhirnya diredam oleh perwakilan dari Perguruan Silat Lembayung Senja (LS) Ketapang, Marnalam, yang mengajak semua pihak kembali pada tujuan awal audiensi.

Ia menekankan pentingnya evaluasi bersama dan memperingatkan agar insiden serupa tidak terulang pada Porprov berikutnya.

“Jika masih terjadi, kami akan turunkan massa yang lebih besar,” ujarnya.

Menanggapi desakan tersebut, H. Wasik mengakui adanya kekurangan dan menyampaikan permintaan maaf.

Baca Juga:  Salah Tuduh Berujung Kekerasan, Tiga Warga Diduga Dianiaya dan Diperas Oknum Aparat Desa di Lumajang

Ia pun menjanjikan pencak silat akan kembali mendapat ruang pada Porprov mendatang.

Namun janji itu tak sepenuhnya meredakan kekecewaan para pesilat. Roib, perwakilan dari perguruan PAMUR, tetap menyangsikan kredibilitas KONI.

Ia menilai pemberitahuan soal Talent Scouting dilakukan secara non-prosedural hanya melalui banner, tanpa surat resmi kepada IPSI.

Perdebatan akhirnya dihentikan oleh Wakil Ketua KONI Imam Sanusi yang bertindak sebagai moderator.

Audiensi ditutup tanpa ada keputusan final, namun meninggalkan tanda tanya besar soal transparansi dan keseriusan KONI dalam mengelola pembinaan olahraga daerah. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB