Bisnis Gelap Narkoba di Masalembu Menghancurkan Pulau, Siapa Dalangnya?

- Redaktur

Minggu, 13 Juli 2025 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (ilustrasi) Bisnis gelap barang haram yang terus tumbuh subur dengan sokongan orang-orang kuat di internal penegak hukum. @by_News9.id

FOTO: (ilustrasi) Bisnis gelap barang haram yang terus tumbuh subur dengan sokongan orang-orang kuat di internal penegak hukum. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kian terjerat dalam pusaran peredaran narkoba yang seolah mustahil diberantas.

Di balik wajah indah kepulauan, bisnis gelap barang haram justru terus tumbuh subur dengan sokongan orang-orang kuat di internal penegak hukum sendiri.

Fakta itu terungkap dalam investigasi analisis sosial yang dilakukan Pengguyuban Masyarakat Masalembu (PMM).

Ketua PMM, Sunarto, menegaskan, masyarakat Masalembu sangat memahami bagaimana narkoba masuk, siapa yang bermain, hingga jalur edar yang nyaris tak tersentuh hukum.

“Kalau bicara bebas dari narkoba di Masalembu, itu sama saja berharap di siang bolong. Terlalu masif, sistematis, dan terorganisir. Barang haram itu datang dari jalur laut, diatur sedemikian rupa, didukung oknum-oknum yang mestinya jadi garda terdepan pemberantasan,” tegas Sunarto, Minggu (13/7/2025).

Menurutnya, kejahatan narkoba di Masalembu ibarat kejahatan yang sengaja dibiarkan tumbuh demi keuntungan segelintir pihak.

“Kalau ada kejahatan yang semakin menjadi-jadi di suatu desa, pasti ada orang yang mengkhianati negara. Negara jangan sampai dijajah oleh bisnis gelap yang merusak generasi tapi menguntungkan segelintir orang,” tegasnya.

Ironisnya, lokasi dan waktu transaksi narkoba di Masalembu bukan lagi rahasia.

Baca Juga:  Polres Lumajang Amankan Tersangka Penadah Sapi Curian dan Senpi Rakitan

Banyak transaksi dilakukan secara terbuka, malam hari dan bahkan siang hari yang seharusnya mudah terpantau. Namun praktiknya, jalur edar tetap lolos dari penindakan.

Sunarto menegaskan, tanpa keberanian aparat menindak orang kuat di balik bisnis narkoba itu, Masalembu akan terus menjadi ‘surga’ bagi para bandar.

“Masyarakat Masalembu menantang aparat penegak hukum. Tangkap pemain besarnya, bongkar jaringannya, dan bersihkan pulau ini dari penjajah dalam bentuk bisnis gelap!” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini dinaikkan, Kapolri, Kapolda Jawa Timur, Kapolres Sumenep, dan Kapolsek Masalembu belum memberikan keterangan resmi meski Kapolsek telah dihubungi melalui pesan aplikasi WhatsAppnya oleh tim News9.id. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Desak Polisi Bongkar Bandar dan Putus Dugaan Backing Narkoba Masalembu
Polisi Naikkan Perkara Lisdes Tebang Pohon Warga ke Penyidikan
Dugaan Tambang Ilegal dan Penyerobotan Hutan, Polres Probolinggo Tegaskan Usut Sesuai Hukum
Pohon Siwalan Ditebang, Asmawi Berdalih Bukan Koordinator Lisdes
Pria 41 Tahun Tertekuk di Pinggir Jalan Desa Pamolokan
Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia
Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram
Program Lisdes di Batang-Batang Daya Berujung Laporan Polisi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:39 WIB

DPRD Desak Polisi Bongkar Bandar dan Putus Dugaan Backing Narkoba Masalembu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Polisi Naikkan Perkara Lisdes Tebang Pohon Warga ke Penyidikan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Dugaan Tambang Ilegal dan Penyerobotan Hutan, Polres Probolinggo Tegaskan Usut Sesuai Hukum

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Pohon Siwalan Ditebang, Asmawi Berdalih Bukan Koordinator Lisdes

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Pria 41 Tahun Tertekuk di Pinggir Jalan Desa Pamolokan

Berita Terbaru