Peredaran Narkoba di Pulau Masalembu Yang Teroganisir

- Redaksi

Senin, 4 Agustus 2025 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (ilustrasi) Bisnis haram yang disebut-sebut tumbuh subur di bawah hidung aparat penegak hukum. @by_News9.id

FOTO: (ilustrasi) Bisnis haram yang disebut-sebut tumbuh subur di bawah hidung aparat penegak hukum. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pulau Masalembu, gugusan pulau di utara Madura, kini tak hanya dikenal karena keindahan lautnya, tetapi juga karena kelamnya peredaran narkotika yang kian tak terkendali.

Fakta itu tidak lagi sekadar desas-desus. Bisnis haram tersebut disebut-sebut tumbuh subur di bawah hidung aparat penegak hukum, dan lebih mengkhawatirkan lagi, terkesan dibiarkan.

Warga Masalembu bahkan enggan sekadar memotret kantor Polsek.

Ketakutan itu berbicara banyak, ada atmosfer intimidasi dan rasa tidak percaya terhadap institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberantas peredaran narkoba.

Baca Juga:  Operasi Patuh Semeru 2025 Dimulai, Polres Sampang Fokuskan pada Delapan Pelanggaran Lalin

Ini bukan isapan jempol. Lokasi transaksi narkoba disebut-sebut hanya berjarak sekitar 60 meter dari kantor Polsek Masalembu. Sebuah ironi yang menyakitkan.

Masuknya narkoba ke Masalembu, terutama jenis sabu, diyakini melalui jalur laut.

Modus operandi itu bukan hal baru. Namun anehnya, tak ada gebrakan serius dari aparat untuk mengintervensi alur penyelundupan tersebut.

Sebaliknya, yang muncul justru kesan pembiaran dan ketidakberdayaan, atau barangkali ketertutupan yang disengaja.

Baca Juga:  Mari Kita Buat MR Ball yang Lebih Megah

Kondisi ini menunjukkan adanya dugaan kuat bahwa bisnis narkoba di Masalembu bukan sekadar aktivitas sporadis, melainkan jaringan yang terorganisir dan sistemik.

Jika benar demikian, maka keberadaan aparat yang tak kunjung bertindak tegas patut dipertanyakan.

Apakah karena takut? Apakah karena ada yang bermain mata? Atau justru sudah terlalu nyaman dengan keadaan?

Situasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Masalembu bukan daerah terluar tanpa pengawasan.

Baca Juga:  Turun ke Sawah, Babinsa Nguter Bantu Petani Optimalkan Tanam Padi

Negara, melalui aparaturnya, wajib hadir dan membersihkan sarang kejahatan ini. Jika tidak, maka akan lahir generasi-generasi yang rusak oleh sabu, sementara negara hanya menjadi penonton.

Masyarakat Masalembu butuh perlindungan. Mereka butuh aparat yang bekerja, bukan sekadar hadir.

Dan yang terpenting, mereka butuh jaminan bahwa pulau kecil mereka tak akan dijadikan ladang subur bagi bisnis haram yang meracuni masa depan.

Sudah cukup diam. Sudah cukup takut. Sekarang waktunya bertindak. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan
Pendidikan Inklusif Tidak Boleh Berhenti pada Regulasi
MBG: Malaikat Berjubah Gelap
Hidup Hemat, Fondasi Membentuk Keluarga dan Generasi Yang Bijak
Penjahat Bernama Prabowo
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:26 WIB

Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:47 WIB

Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pendidikan Inklusif Tidak Boleh Berhenti pada Regulasi

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB