Skandal Rokok Ilegal, BC Madura Dituding Jadi Tameng Mafia Sinar Gudang Emas

- Redaktur

Jumat, 12 September 2025 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Novian Darmawan, Kepala Bea Cukai (BC) Madura, @by_News9.id

FOTO: Novian Darmawan, Kepala Bea Cukai (BC) Madura, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Aroma busuk dugaan kongkalikong antara Bea Cukai (BC) Madura dengan mafia rokok ilegal makin tercium menyengat.

Pasalnya, di tengah gencarnya pemberantasan rokok ilegal di Indonesia, justru Madura menjadi “sarang empuk” produksi dan peredaran rokok tanpa cukai yang dibiarkan bebas beroperasi.

Kenyataannya, rokok ilegal merek Sinar Gudang Emas yang ditengarai milik pengusaha berinisial H. HR, asal Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, semakin tak terkendali dan bebas dari sentuhan hukum.

Baca Juga:  Diduga Kelabui Aparat, Sabung Ayam di Batuputih Dikemas Lomba Berhadiah Motor

Ironisnya, meski baru beredar sekitar sembilan bulan, rokok haram tersebut sudah berhasil menguasai sebagian besar pasar di Madura, terutama di Sampang dan Sumenep.

“Rokok baru itu milik H. HR. Walaupun baru diluncurkan, tapi sudah berlari kencang di pasar,” ungkap seorang warga setempat kepada News9.id, Kamis (12/9/2025).

Dengan harga murah, hanya Rp8.000 per bungkus, rokok ilegal isi 20 batang berkemasan merah-putih itu dijual secara terbuka di berbagai warung kelontong.

Baca Juga:  Pria 41 Tahun Tertekuk di Pinggir Jalan Desa Pamolokan

Tidak hanya di pelosok, bahkan di titik-titik strategis Sampang hingga Sumenep, produk tersebut bisa dengan mudah ditemukan.

“Rokok ilegal dari Pamekasan menyebar luas. Sampang jadi titik sasarannya, tapi hampir seluruh Madura sudah kecolongan,” lanjut sumber itu.

Fakta lapangan menunjukkan peredaran rokok ilegal begitu masif, namun hingga kini Kepala Bea Cukai Madura, Novian Dermawan, bungkam dan tak kunjung mengambil langkah tegas.

Baca Juga:  Andre Tri Waluyo Desak Ketua PSSI Banyuwangi Mundur Usai Kericuhan Stadion Maron

Sementara, H. HR sebagai pengusaha yang disebut-sebut sebagai otak bisnis hitam itu juga belum bisa dikonfirmasi.

Penelusuran tim investigasi terus dilakukan. Dugaan kuat, ada jaringan mafia rokok ilegal yang dilindungi aparat berwenang, sehingga bisnis “emas hitam” itu kian subur tanpa cukai yang jelas-jelas merugikan negara. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Truk Tua Berujung Perkara, Polisi Tetapkan Dua Warga Jember sebagai Tersangka
Perkara Dugaan Penganiayaan di Wiyung Surabaya Direstorative Justice
Pelarian Sindikat Curanmor Lintas Provinsi Berakhir di Grobogan, Dua Pelaku Dibekuk Tim URC Macan Blambangan
Makelar di Lumajang Berulah! Uang Muka Dibayar, Motor Tak Kunjung Diantar
Daftar Kriminalitas Meningkat, Aktivis Kepulauan Desak Aparat dan Camat Arjasa Bertindak
Kasus Penganiayaan di Kalianget, Korban Minta APH Objektif, Jangan Lihat Kedekatan Keluarga
Ibu Diduga Aniaya Anak Kandung di Pamekasan hingga Tewas
DPRD Desak Polisi Bongkar Bandar dan Putus Dugaan Backing Narkoba Masalembu
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Truk Tua Berujung Perkara, Polisi Tetapkan Dua Warga Jember sebagai Tersangka

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:20 WIB

Perkara Dugaan Penganiayaan di Wiyung Surabaya Direstorative Justice

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:49 WIB

Pelarian Sindikat Curanmor Lintas Provinsi Berakhir di Grobogan, Dua Pelaku Dibekuk Tim URC Macan Blambangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Makelar di Lumajang Berulah! Uang Muka Dibayar, Motor Tak Kunjung Diantar

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Daftar Kriminalitas Meningkat, Aktivis Kepulauan Desak Aparat dan Camat Arjasa Bertindak

Berita Terbaru