Menjaga Masa Kini, Menyelamatkan Masa Depan: Penolakan Survei Seismik di Laut Kangean

- Editorial Team

Rabu, 17 September 2025 - 23:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Moh Andriansyah, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumenep. @by_News9.id

FOTO: Moh Andriansyah, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Laut Kangean bukan sekadar bentangan air asin. Ia adalah ladang kehidupan, tempat nelayan menggantungkan nasib, tempat ibu-ibu menaruh harapan, dan tempat anak-anak bisa meraih masa depan dari hasil tangkapan orang tuanya.

Laut adalah ruang budaya, ekonomi, dan identitas yang melekat pada masyarakat Kangean.

Karena itu, setiap kebijakan yang berpotensi merusak laut, sama saja dengan merampas kehidupan mereka.

Survei Seismik Bukan Tanpa Dampak

Gelombang bunyi yang dilepaskan bisa mengusir ikan dari habitatnya, mengganggu biota laut, bahkan merusak terumbu karang yang telah terbentuk selama puluhan tahun.

Baca Juga:  Selamat Datang di Meja Amanah: Kursi Baru, Bayang Lama

Jika ini terjadi, kerugian pertama yang harus ditanggung bukan oleh perusahaan, melainkan oleh para nelayan kecil yang setiap hari mengarungi laut untuk mencari makan.

Masyarakat Kangean menolak bukan karena mereka anti-pembangunan atau menutup diri dari perubahan.

Justru mereka menolak karena ingin menjaga keberlangsungan hidup hari ini agar masa depan tetap ada.

Apa gunanya janji kesejahteraan yang belum tentu datang, jika saat ini perut keluarga harus lapar? Apa artinya investasi besar, jika modal utama masyarakat laut dan hasil tangkapannya dihancurkan?

Pembangunan sejati mestinya berangkat dari keberpihakan pada rakyat, bukan dengan mengorbankan mereka.

Baca Juga:  Kecerdasan Buatan dan 'kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia

Jika laut rusak, siapa yang akan bertanggung jawab? Jika ikan-ikan hilang, siapa yang akan mengganti kerugian nelayan?

Penolakan Masyarakat Kangean

Adalah bentuk kesadaran ekologis sekaligus hak mereka untuk mempertahankan kehidupan.

Mereka tidak menolak masa depan, tetapi menolak kehilangan masa kini. Karena tanpa masa kini yang terjaga, masa depan hanyalah janji kosong.

Suara masyarakat Kangean hari ini harus dipahami sebagai peringatan: jangan gadaikan laut demi kepentingan sesaat.

Jangan tumbalkan generasi hari ini dengan iming-iming keuntungan yang belum pasti.

Baca Juga:  Peredaran Narkoba di Pulau Masalembu Yang Teroganisir

Masyarakat Kangean hanya menuntut satu hal: hak untuk hidup layak, dari laut yang selama ini mereka jaga, mereka rawat, dan mereka warisi.

Kemana Pemerintah Ketika Rakyatnya Resah?

Apakah pemerintah akan diam melihat nelayannya kehilangan mata pencaharian?

Apakah pemerintah akan membiarkan laut dijadikan korban demi kepentingan modal?

Karena itu pemerintah harus hadir!

Hadir bukan untuk membela perusahaan, tetapi untuk melindungi rakyat.

Hadir bukan untuk menutup mata, tetapi untuk berdiri di sisi nelayan yang setiap hari berjuang di laut. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TEMPO Berjudi di Madura
Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?
Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)
Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI
Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:52 WIB

TEMPO Berjudi di Madura

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia

Berita Terbaru

FOTO: Korban saat di evakuasi dari TKP. @by_News9.id

PERISTIWA

Motor Terperosok ke Jurang 7 Meter, Pengendara Meninggal Dunia

Minggu, 27 Sep 2026 - 15:27 WIB

FOTO: Skuad Garuda saat melawan Singapura pada laga Grup A. @by_News9.id

OLAHRAGA

Timnas Indonesia Tundukkan Singapura 2-0

Minggu, 27 Sep 2026 - 15:03 WIB

FOTO: Agus Dwi Saputra, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Dorong Tenaga Kerja Lokal Terserap Dunia Industri

Minggu, 27 Sep 2026 - 07:11 WIB