Diduga Punya Beking Kuat, PJ Kades Kramian Kendalikan Sistem Birokrasi

- Redaksi

Selasa, 11 November 2025 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Moh. Idris, Penjabat (PJ) Kepala Desa Kramian, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, @by_News9.id

FOTO: Moh. Idris, Penjabat (PJ) Kepala Desa Kramian, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Selama dua tahun menjabat, Penjabat (PJ) Kepala Desa Kramian, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, diduga tidak melakukan satu pun pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat.

Kondisi itu menimbulkan tanda tanya besar, ke mana larinya dana desa dan alokasi dana desa yang seharusnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat?

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dinilai abai terhadap kondisi tersebut.

Warga juga menilai, Bupati dan pihak Kecamatan Masalembu seolah menutup mata terhadap kinerja PJ Desa yang dianggap gagal total dalam menjalankan tugasnya.

“Bapak Idris menjabat mulai tahun 2023 sampai sekarang, selama itu juga PJ Desa Kramian sangat buruk dalam pelayanan maupun pembangunan. Diduga kuat tidak ada satu pun infrastruktur yang dibangun. Pertanyaannya, dana desa itu dikelola untuk apa? Ke mana anggaran pemerintah itu mengalir? Apa karena ada bekingan kuat sehingga berani main-main dengan uang rakyat?” tegas warga setempat, Selasa (11/11/2025).

Lebih ironis lagi, masa jabatan PJ Desa Kramian sudah melampaui batas waktu yang diatur dalam Permendagri Nomor 82 Tahun 2015 Pasal 10 Ayat (2), yang menyebutkan bahwa penjabat kepala desa harus berasal dari PNS Pemerintah Kabupaten/Kota dan hanya menjabat selama enam bulan.

Baca Juga:  Nyaris Tabrak Anak, Truk Gandeng Berakhir Menghantam Pembatas Jalan

Bahkan, lanjut warga yang enggan disebutkan identitasnya, setiap enam bulan harus dilakukan evaluasi. Jika ada perpanjangan, maksimal satu tahun bukan dua tahun lebih seperti yang terjadi di Desa Kramian.

“Ini jelas menunjukkan lemahnya pengawasan dari kecamatan dan pemerintah daerah. Seolah-olah satu orang bisa mengendalikan sistem birokrasi hanya karena punya kekuatan tertentu. Ini preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan desa,” tambahnya.

Warga lain juga menduga ada pembiaran sistematis dari pihak kecamatan maupun Pemkab Sumenep.

Baca Juga:  Tim Gabungan Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Perairan Mandangin Sampang

Padahal, sudah pernah ada pemanggilan dari Inspektorat dan surat resmi ke Bupati Sumenep terkait dugaan penyimpangan tersebut. Namun hingga kini, belum ada tindakan atau tanggapan dari Bupati.

“Jangan remehkan masalah kecil di desa, karena efeknya bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah secara keseluruhan,” pungkas warga.

Sementara itu, PJ Desa Kramian, Moh. Idris dengan gaya kepemimpinannya seperti tidak ada tanggungjawab moral mengatakan biar fakta yang menjawabnya.

“Fakta di lapangan yang akan menjawab semuanya mas,” cetusnya melalui pesan WhatsAppnya, Selasa (11/11) dini hari.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa birokrasi di tingkat bawah rentan disusupi kepentingan pribadi dan lemahnya fungsi pengawasan dari pemerintah daerah.

Baca Juga:  Kenal Pamit Kapolres Madiun, Bupati Hari Wuryanto Tekankan Penguatan Sinergi demi Menjaga Stabilitas dan Kondusivitas Daerah

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari Bupati Sumenep apakah akan menindak atau tetap membiarkan roda pemerintahan desa dijalankan oleh pejabat yang dinilai gagal dan bermasalah. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB