Suara Rakyat yang Tak Pernah Didengar

- Editorial Team

Rabu, 12 November 2025 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Moh. Rofiq Risandi, Aktivis Kepulauan Sapeken. @by_News9.id

FOTO: Moh. Rofiq Risandi, Aktivis Kepulauan Sapeken. @by_News9.id

NEWS9OPINI – Ini bukan tentang pegawai PLN di Pulau Saebus. Ini bukan urusan individu atau kepentingan pribadi.

Dan ini adalah suara rakyat suara yang telah lama berteriak dalam senyap, bukan karena kesakitan fisik, tapi karena terlalu lama diabaikan.

Suara rakyat yang hanya dianggap penting saat menjelang pesta politik, lalu dilupakan begitu saja ketika bendera partai sudah diturunkan.

Tulisan ini bukan sekadar susunan narasi atau permainan diksi. Ini adalah seruan nurani, agar para pemangku kebijakan khususnya PT PLN (Persero) membuka mata dan hati terhadap kenyataan pahit yang terjadi di Pulau Saebus, Desa Saur Saebus, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep.

Sebab, yang dibutuhkan warga bukan sekadar slogan “terang untuk negeri,” melainkan cahaya yang benar-benar menerangi kehidupan mereka.

Baca Juga:  Mengungkap Dugaan Pemalsuan SHM Tapakerbau di Sumenep

Kondisi listrik di Pulau Saebus saat ini benar-benar memprihatinkan. Dalam cuaca normal saja, lampu sering padam tanpa penjelasan jelas.

Listrik hidup-mati seperti denyut lemah dari sistem yang nyaris kolaps.

Kini, memasuki musim penghujan, situasinya semakin parah masyarakat hidup dalam ketidakpastian, menunggu terang yang tak kunjung datang.

Sudah setahun lebih kondisi ini dibiarkan. PLN seolah hadir hanya dalam bentuk plang dan kabel, tapi tidak dalam fungsinya sebagai sumber kehidupan masyarakat.

Bila memang ada kerusakan teknis, warga hanya meminta satu hal perbaikan nyata, bukan janji yang menguap di rapat-rapat seremonial.

Masyarakat Pulau Saebus tidak menuntut lebih. Mereka hanya ingin listrik yang stabil dan merata.

Baca Juga:  DPRD Sumenep Desak Polisi Bongkar Jaringan Penadah Curanmor di Masalembu

Sebuah kebutuhan dasar yang di wilayah lain sudah dianggap hal lumrah, tapi di Sapeken masih menjadi kemewahan.

Kita punya wakil rakyat di berbagai tingkatan dari daerah hingga pusat. Tapi apa gunanya kursi-kursi itu jika keluhan rakyat di kepulauan tetap gelap tanpa jawaban?

Ini saatnya para anggota DPRD dan DPR RI dari daerah pemilihan Sumenep benar-benar turun tangan. Jangan tunggu rakyat kehilangan harapan baru bertindak.

Sungguh ironis. Di tengah era digital dan modernisasi yang kian canggih, masih ada warga Indonesia yang hidup dalam kegelapan seperti di masa lampau.

Sementara di kota, lampu jalan terang hingga ke gang sempit, di Pulau Saebus, anak-anak belajar dengan cahaya pelita, dan ibu rumah tangga memasak dalam bayangan.

Baca Juga:  Dana Potongan BSPS di Sumenep Mengalir Jauh

Apakah ini yang disebut pemerataan pembangunan? Atau memang kepulauan seperti Sapeken hanya dihitung sebagai angka dalam laporan, tanpa pernah disentuh secara nyata?

Tulisan ini mungkin kecil, tapi maknanya besar. Sebab di balik kata-kata ini, ada ratusan warga yang menunggu keadilan energi.

Semoga tulisan ini sampai ke telinga mereka yang berwenang bukan hanya dibaca, tapi ditindaklanjuti.

Pulau Saebus dan masyarakat Sapeken tidak meminta belas kasihan, mereka hanya menuntut haknya untuk hidup dalam terang, bukan dalam gelap yang terus dipelihara oleh ketidakpedulian.

Apakah PLN, pemerintah, dan wakil rakyat akan terus diam? Atau akhirnya sadar, bahwa gelap di Sapeken adalah cermin dari gelapnya nurani kita semua. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TEMPO Berjudi di Madura
Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?
Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)
Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI
Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:52 WIB

TEMPO Berjudi di Madura

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia

Berita Terbaru

FOTO: Korban saat di evakuasi dari TKP. @by_News9.id

PERISTIWA

Motor Terperosok ke Jurang 7 Meter, Pengendara Meninggal Dunia

Minggu, 27 Sep 2026 - 15:27 WIB

FOTO: Skuad Garuda saat melawan Singapura pada laga Grup A. @by_News9.id

OLAHRAGA

Timnas Indonesia Tundukkan Singapura 2-0

Minggu, 27 Sep 2026 - 15:03 WIB

FOTO: Agus Dwi Saputra, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Dorong Tenaga Kerja Lokal Terserap Dunia Industri

Minggu, 27 Sep 2026 - 07:11 WIB