Kapolres Baru: Apakah Berani Tuntaskan Kasus Yang Mangkrak di Sumenep

- Redaktur

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: AKBP Anang Hardiyanto diambil usai prosesi serah terima jabatan (Sertijab) di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Senin (12/1/2026). @by_News9.id

FOTO: AKBP Anang Hardiyanto diambil usai prosesi serah terima jabatan (Sertijab) di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Senin (12/1/2026). @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pergantian pucuk pimpinan di Polres Sumenep, Jawa Timur, bukan sekadar rotasi jabatan rutin, Rabu (14/1/2026).

Di tengah kepercayaan publik yang kian tergerus, hadirnya Kapolres Sumenep yang baru justru menjadi ujian nyali sekaligus titik balik sejarah penegakan hukum di ujung timur Madura.

Publik kini tidak lagi menuntut janji manis atau pidato normatif. Harapan masyarakat bertumpu pada satu kata kunci yang sederhana namun krusial yaitu keberanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberanian untuk memilih, apakah akan membersihkan institusi dari dalam, atau justru bermain aman dengan membiarkan kebusukan terus mengendap di tubuh Polres Sumenep.

Salah satu perkara yang kini menjadi pembincangan publik soal dugaan keterlibatan oknum anggota dalam pusaran mafia BBM solar bersubsidi bukan isu baru.

Praktik ilegal itu telah lama menjadi rahasia umum berulang kali mencuat ke ruang publik, namun nyaris tak pernah berujung pada penindakan serius.

Baca Juga:  Sepuluh Nama Muncul Jelang Berakhirnya Masa Jabatan Sekda Sumenep

Solar subsidi yang seharusnya menjadi penopang hidup nelayan dan petani kecil, justru diduga kuat dikuasai segelintir mafia, dengan perlindungan tak kasatmata yang membuat hukum tampak kehilangan taring.

Fakta pahitnya, citra Polres Sumenep terlanjur tercoreng oleh dugaan pembiaran, kongkalikong, serta penegakan hukum yang timpang.

Hukum seolah tajam ke bawah, namun tumpul ke atas ironi klasik yang terlalu sering didengar masyarakat Sumenep.

Karena itu, evaluasi internal bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mendesak.

Selama ini, Reskrim Polres Sumenep bahkan kerap disorot publik layaknya unit dinasti yang kebal dari sentuhan koreksi.

Kehadiran Kapolres baru seharusnya menjadi momentum bersih-bersih total. Bukan hanya menyasar pelaku di luar, tetapi juga oknum di dalam yang diduga bermain mata dengan jaringan kejahatan.

Baca Juga:  Bupati Sampang Ajak Madas Bersatu dan Berkontribusi untuk Pembangunan

Lebih dari sekadar pidato perdana, Kapolres baru diuji oleh keberaniannya membuka kembali berkas-berkas lama yang selama ini seolah sengaja dikubur.

Termasuk sejumlah kasus besar yang hingga kini tak jelas ujungnya, seperti kasus Bank Jatim dan penyalahgunaan BBM solar bersubsidi yang diduga kuat barang buktinya dilepas tanpa kejelasan hukum.

Tidak hanya itu, unit-unit strategis seperti Opsnal Reskoba yang telah berkali-kali berganti pimpinan juga tak luput dari sorotan dengan sejumlah kasus tetap mandek tanpa kepastian.

“Kami berharap kepada Kapolres yang baru untuk menyapu bersih oknum bermasalah, membuka kembali kasus-kasus yang sengaja dilambatkan, serta menghentikan praktik tebang pilih adalah langkah minimal jika Kapolres baru ingin dikenang sebagai pemimpin perubahan, bukan sekadar penjaga status quo,” tegas warga Sumenep yang enggan disebutkan namanya.

“Masyarakat Sumenep sudah terlalu sering dikecewakan. Sejarah mencatat, banyak pergantian pimpinan berakhir tanpa perubahan berarti mafia tetap hidup, hukum tetap tumpul ke atas, dan rakyat kembali dikhianati,” imbuhnya.

Kini, bola panas sepenuhnya berada di tangan Kapolres Sumenep yang baru. Apakah berani membongkar mafia BBM dan membersihkan institusi, atau justru akan tercatat sebagai bagian dari masalah.

Baca Juga:  Semangat Demokrasi, Kandidat Pilkada 2024 Tunjukkan Kebesaran Hati

Sumenep tidak butuh Kapolres yang pandai berbasa-basi. Sumenep butuh Kapolres yang berani membuka, berani menindak, dan berani berdiri di sisi kebenaran meski harus berhadapan dengan kekuasaan serta kenyamanan internal.

“Pertanyaannya kami sederhana, Kapolres yang baru berani menuntaskan sederet kasus yang selama ini mangkrak, atau melanjutkan tradisi diam yang mematikan keadilan,” tandas masyarakat. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IMM Sumenep : 915 Perkara Kriminal Pada 2025, Polresta Harus Buktikan Kenaikan Status dengan Kenaikan Kinerja
Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026
Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang
Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda
Mahameru Lantas Warnai HUT ke-81 RI, Satlantas Polresta Sumenep Tebar Edukasi dan Bagikan Bendera Merah Putih
Tragedi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Menhub RI Temui Bupati Sumenep
Wabup Sumenep Pastikan Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Dapat Penanganan Terbaik
Jejak Kontroversi Kanit Reskrim Masalembu Terkuak, Masyarakat Minta Kapolresta dan Kapolda Bertindak
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:23 WIB

IMM Sumenep : 915 Perkara Kriminal Pada 2025, Polresta Harus Buktikan Kenaikan Status dengan Kenaikan Kinerja

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Mahameru Lantas Warnai HUT ke-81 RI, Satlantas Polresta Sumenep Tebar Edukasi dan Bagikan Bendera Merah Putih

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Moh. Syaiful Anam alias Nanang, terduga bandar narkoba di wilayah Masalembu. @by_News9.id

HUKRIM

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:49 WIB

FOTO: Barang bukti narkotika jenis sabu hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:38 WIB