Minim Siswa, Aktivitas Belajar SDN Batoporo Timur 1 Hanya Sepekan Sekali

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Nur Alam, saat di wawancara awak media di ruangnya Rabu (21/1). @by_News9.id

FOTO: Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Nur Alam, saat di wawancara awak media di ruangnya Rabu (21/1). @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Aktivitas belajar mengajar di SDN Batoporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, saat ini hanya berlangsung satu hari dalam sepekan.

Kondisi tersebut memunculkan wacana penutupan sekolah apabila jumlah peserta didik tidak kembali mencukupi.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Nor Alam, mengatakan proses pembelajaran di sekolah tersebut hanya berjalan setiap hari Jumat.

Di luar hari itu, guru tetap hadir di sekolah, namun tidak ada kegiatan belajar mengajar karena keterbatasan jumlah siswa.

“Setiap Jumat kegiatan belajar berjalan normal dengan kehadiran tujuh guru. Di hari lain guru tetap masuk, tetapi tidak ada pembelajaran karena siswa sangat terbatas,” kata Nor Alam kepada wartawan, Rabu (21/1).

Penjelasan tersebut disampaikan Nor Alam usai melakukan pertemuan dengan Kepala SDN Batoporo Timur 1 dan seluruh tenaga pendidik.

Baca Juga:  Selokan di Kelurahan Pajagalan Kota Sumenep Penuh Sampah

Pertemuan itu juga dihadiri Kepala Inspektorat Kabupaten Sampang Ariwibowo Sulistyo serta Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Sampang Sudarmanta, sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh kondisi sekolah.

Menurut Nor Alam, menurunnya jumlah siswa di SDN Batoporo Timur 1 merupakan dampak berkelanjutan pasca pandemi COVID-19.

Sejak periode tersebut, sebagian besar orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke madrasah ibtidaiyah (MI), sehingga jumlah murid di sekolah dasar negeri tersebut terus berkurang.

Ia menegaskan, keputusan orang tua dalam memilih lembaga pendidikan sepenuhnya bersifat sukarela tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

“Pilihan sekolah adalah hak orang tua dan wali murid. Kami tidak menemukan adanya paksaan,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang akan melakukan penyandingan data siswa dengan Kementerian Agama untuk memastikan status pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Wujud Pendampingan, Babinsa Pandanarum Bantu Penyemprotan Tanaman Padi 

Orang tua akan diminta menyampaikan pilihan pendidikan secara tegas, apakah tetap di sekolah dasar negeri atau beralih ke madrasah.

Nor Alam menyebutkan, apabila hasil pendataan menunjukkan mayoritas orang tua memilih madrasah, maka SDN Batoporo Timur 1 akan ditutup secara resmi.

Seluruh guru yang saat ini bertugas akan dialihkan ke sekolah lain yang masih membutuhkan tenaga pendidik.

“Penutupan sekolah menjadi opsi terakhir dan akan dilakukan sesuai prosedur. Guru tidak akan dirugikan karena akan dipindahkan,” jelasnya.

Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), lanjut Nor Alam memastikan penyaluran bantuan tetap dilakukan setiap hari berdasarkan data siswa yang tercatat secara resmi.

Baca Juga:  Sinergi Koramil dan SMA Candipuro: Membangun Karakter Generasi Muda

Karena sebagian siswa bersekolah di madrasah, bantuan diberikan saat mereka pulang sekolah dan melintas di depan SDN Batoporo Timur 1.

Sisa bantuan disalurkan kepada warga sekitar agar tidak terbuang.

Ia juga memastikan data siswa telah diverifikasi melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan tercatat dalam sistem Dapodik.

Sementara mengenai penggunaan fasilitas sekolah, termasuk smart panel dan konsumsi listrik yang bersumber dari dana BOS, pihaknya akan meminta klarifikasi lanjutan guna memastikan pemanfaatannya sesuai ketentuan.

“Semua akan kami evaluasi secara transparan agar tata kelola pendidikan tetap akuntabel,” pungkas Nor Alam. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPMB Tahap III Dibuka, SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global
HMP PGSD UPI Sumenep Buka Ajang Olimpiade SD Tingkat Jawa Timur
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di Sampang, Untuk Tekan Biaya Logistik
RSUD Caruban Gelar Khitan Massal, Wujud Nyata Kepedulian Kesehatan dan Dukungan Bagi Generasi Sehat Kabupaten Madiun
SDN Paseyan 1 Sampang Gelar Jalan Sehat dan Beri Penghargaan Siswa Berprestasi
Permudah Akses Informasi dan Pengaduan, RSUDMA Sumenep Hadirkan IPP 24 Jam
Ombudsman RI, BPKN dan YLKI Sambangi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep
Polsek Pasrujambe Pantau Lahan Pertanian Jagung,Dukung Ketahanan Pangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:01 WIB

SPMB Tahap III Dibuka, SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:59 WIB

HMP PGSD UPI Sumenep Buka Ajang Olimpiade SD Tingkat Jawa Timur

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:50 WIB

Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di Sampang, Untuk Tekan Biaya Logistik

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:38 WIB

RSUD Caruban Gelar Khitan Massal, Wujud Nyata Kepedulian Kesehatan dan Dukungan Bagi Generasi Sehat Kabupaten Madiun

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:05 WIB

SDN Paseyan 1 Sampang Gelar Jalan Sehat dan Beri Penghargaan Siswa Berprestasi

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB