Batik Sumenep Diduga Dipolitisasi, Kadiskop UMKM Dikepung Mahasiswa

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Moh. Asmuni, Koordinator aksi Gempar, saat mengepung Diskop UKM Perindag Sumenep. @by_News9.id

FOTO: Moh. Asmuni, Koordinator aksi Gempar, saat mengepung Diskop UKM Perindag Sumenep. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Aksi demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempar) Madura, Jawa Timur, memanas, Selasa (10/2).

Mereka mengepung Kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Sumenep, menuntut transparansi dan kejelasan arah kebijakan terkait batik khas Sumenep.

Koordinator aksi, Moh Asmuni, secara terbuka menuding Kepala Diskop UKM Perindag telah mencederai marwah Bupati Sumenep melalui kebijakan dan pola sosialisasi yang dinilai tidak tepat sasaran.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi kepada pelaku UMKM justru tidak dihadiri oleh perajin batik lokal sebagai produsen utama sehingga hal itu dianggap sebagai bentuk pembodohan publik.

“Sosialisasi UMKM tapi bukan pelaku batik yang diundang. Ini bukan sekadar kelalaian, ini bisa jadi manipulasi arah kebijakan. Kalau bukan membodohi masyarakat, lalu apa,” tegas Asmuni dalam orasinya.

Gempar Madura juga menyoroti Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 67 Tahun 2025 yang dianggap berpotensi mereduksi sejarah dan identitas batik Sumenep.

Baca Juga:  Dugaan Bancakan BSPS di Sumenep, Ainur Desak Komisi 3 DPRD Bergerak Cepat

Mereka menilai ada upaya menggiring tekstil umum menjadi representasi budaya lokal.

“Sejak kapan tekstil umum dianggap representasi budaya Sumenep. Kalau bukan ada kepentingan ekonomi tertentu, logika pemerintah mulai menyimpang,” sindir Asmuni.

Mahasiswa menduga kebijakan tersebut sarat kepentingan bisnis-politik.

Aroma permainan dalam pengadaan dan distribusi batik disebut sudah tercium publik. Bahkan muncul dugaan batik yang dipromosikan bukan produksi asli Sumenep.

Baca Juga:  Jasad Ibu Hamil yang Hilang di Sungai Marparan Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

Dalam analisis yang mereka sebut sebagai investigasi sosial, Gempar menemukan indikasi kuat adanya permainan tengkulak yang diduga berjejaring dengan oknum di dinas terkait.

Perajin lokal disebut semakin tersisih, sementara pihak luar justru diuntungkan.

Mahasiswa juga menyoroti minimnya keterbukaan data peserta sosialisasi.

Saat publik meminta daftar pelaku usaha yang diundang, dinas disebut meminta prosedur administratif formal.

“Masyarakat hanya minta data komprehensif. Tapi jawabannya harus ajukan permohonan resmi. Ini birokrasi yang menutup diri. Publik diajari formalitas, sementara pemerintah diduga jadi makelar bisnis,” lanjut Asmuni.

Menurut mereka, jika benar terjadi penyimpangan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya program UMKM, tetapi juga kredibilitas kepala daerah di mata publik.

Baca Juga:  DPRD Temukan Indikasi Tender Tak Sehat di LPSE Sumenep

Sementara itu, Kepala Diskop UKM Perindag Sumenep, Romli, membantah tudingan tersebut.

Dia mengatakan seluruh proses sosialisasi telah sesuai prosedur dan melibatkan perwakilan UMKM.

“Kami sudah sesuai prosedur melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan perwakilan UMKM. Soal data peserta, sudah ada di masing-masing bidang,” ujarnya singkat.

Namun jawaban tersebut belum mampu meredam gelombang kritik.

Mahasiswa menuntut audit terbuka, transparansi data penerima manfaat, serta klarifikasi resmi terkait dugaan batik luar daerah yang dipromosikan sebagai produk khas Sumenep. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Mahyuni, pemilik pohon, bersama keluarga saat mendatangi Polresta Sumenep. @by_News9.id

HUKUM & KRIMINAL

Program Lisdes di Batang-Batang Daya Berujung Laporan Polisi

Rabu, 12 Agu 2026 - 23:45 WIB

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB