Saat Lebaran Datang Dua Kali, Apakah Kita Bisa Bahagia Lagi?

- Editorial Team

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (ilustrasi) Perayaan Idul Fitri. @by_News9.id

FOTO: (ilustrasi) Perayaan Idul Fitri. @by_News9.id

OPININEWS9 – Hari ini, di rumah istri, perayaan Idul Fitri sudah dimulai. Jika menghitung bunyi petasan dan damar kurung yang dilepas malam tadi, deg-degannya hati sungguh tak terperi.

Sampai-sampai, karena ingin ikut merayakan, saya dan istri sudah janjian. Setelah makan, kami berencana keliling kampung, melihat damar kurung, dan membisingkan telinga dengan bunyi petasan.

Kami bertiga pun keliling kampung. Gas motor saya tarik agak tanggung. Saat tanjakan, motor seakan nyaris mundur. Tapi saat merasakan suasana takbiran, segala kekhawatiran berubah menjadi syukur.

Sesekali, saat di jalan, motor sengaja saya matikan. Suasananya remang, memperindah langit dengan arakan damar kurung, dan bunyi petasan yang seakan bersahutan.

Baca Juga:  Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan

Saat itu, seluruh arah dan tujuan perjalanan terasa menyenangkan. Otak kanan dan kiri seakan kompak merayakan kebahagiaan, sebab hari ini, Kamis (19/3/2026), kami akan merayakan lebaran.

Akan tetapi, di sepertiga perjalanan menuju rumah, ada perasaan bingung yang tidak kaprah. Bingung sekali. Jika energi bahagia akan Idul Fitri ini kami habiskan hari ini, lalu bagaimana menyambut lebaran versi pemerintah nanti?

Sepanjang jalan, saya berusaha mencari beragam kemungkinan. Kira-kira, kebahagiaan jenis apa lagi yang mesti disiapkan, agar saat malam Idul Fitri versi pemerintah, rasa bahagianya tetap genuine dan tak terkesan dipaksakan?

Baca Juga:  AI (artificial intelegent) vs AI (anak indonesia), Tantangan Nalar dan Tutur Generasi Penerus

Sampai mesin motor dimatikan, bahkan setelah memarkirnya di dekat gudang, cara untuk bahagia menyambut malam Idul Fitri versi pemerintah belum juga saya temukan. Mengaku benar-benar bahagia di momen yang sebenarnya sama, apakah memungkinkan?

Untuk berpura-pura merasa kembali bahagia, mungkin bisa. Bahkan meskipun perlu dipaksa. Tapi, jika perasaan itu tidak genuine, datang dan tumbuh dari respons yang tanpa direkayasa, apa bisa diulang untuk kedua, bahkan ketiga kalinya?

Hari ini saja, saat ada kawan yang masih berpuasa, sementara kawan lain sudah takbiran dengan penuh suka cita, seperti ada sebagian yang hilang di dada. Karena jika bisa takbiran bersama, rasanya pasti berbeda.

Baca Juga:  Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Perbedaan tafsir awal Idul Fitri, yang dibuat oleh para tuan dan oleh negara sendiri, tentu saja bisa memantik banyak hal. Mulai dari saling empati hingga saling menghormati. Akan tetapi, jika kebersamaan adalah kekuatan, bukankah bersama-sama memulai takbiran itu akan terasa lebih membahagiakan?

Kita diajari untuk selalu siap saling bantu dalam kesusahan, tanpa pandang agama, etnis, dan keturunan. Tapi soal menyambut lebaran, yang bahkan satu agama, kenapa tetap dianggap perlu untuk dibeda-bedakan? Kata seorang kawan, secara psikologi, ini tidak menyenangkan. Salam awam saja. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TEMPO Berjudi di Madura
Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?
Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)
Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI
Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:52 WIB

TEMPO Berjudi di Madura

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia

Berita Terbaru

FOTO: Sekda Sumenep Agus Dwi Saputra (tengah), bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumenep, Mustangin (kanan), saat mengunjungi salah satu stand perusahaan. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

Job Fair 2026 Sumenep Buka 3.141 Lowongan Kerja

Senin, 28 Sep 2026 - 09:19 WIB

FOTO: Rapat staf di lingkungan Diskominfo Sumenep, @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Kadis Kominfo Sumenep Tekankan Disiplin dan Kekompakan

Senin, 28 Sep 2026 - 09:02 WIB

FOTO: Korban saat di evakuasi dari TKP. @by_News9.id

PERISTIWA

Motor Terperosok ke Jurang 7 Meter, Pengendara Meninggal Dunia

Minggu, 27 Sep 2026 - 15:27 WIB