Perda Tembakau Disorot, PMII Tuding Pemkab Sumenep Lebih Bela Pengusaha daripada Petani

- Redaktur

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, saat menemui para aksi demonstrasi dari PMII. @by_News9.id

FOTO: Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, saat menemui para aksi demonstrasi dari PMII. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumenep terkait tata niaga tembakau kembali menuai kritik tajam.

Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2021 serta Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 30 Tahun 2024 dinilai tidak berpihak kepada petani dan buruh tembakau di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kritik tersebut mencuat dalam aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Massa aksi menilai regulasi yang diterbitkan pemerintah daerah justru lebih menguntungkan pengusaha ketimbang melindungi kesejahteraan petani kecil.

Ironisnya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo kembali menjadi sorotan karena disebut tidak pernah hadir langsung menemui massa aksi saat mahasiswa menyampaikan aspirasi di depan Kantor Pemkab Sumenep.

Baca Juga:  Kapolres Lamongan Hadiri Deklarasi Sinergi Ketahanan Pangan di SMK Miftakhul Ulum Solokuro

Koordinator lapangan aksi dari PMII Nuris menegaskan, gerakan yang mereka lakukan lahir dari keresahan masyarakat petani miskin yang selama ini merasa diabaikan oleh pemerintah daerah.

“Gerakan pro rakyat ini lahir dari kegelisahan masyarakat petani. Tidak ada keberpihakan yang nyata terhadap buruh tani dan petani tembakau. Kebijakan yang dibuat pemerintah daerah justru memperburuk kondisi sosial dan ekonomi petani,” tegasnya, Kamis (7/5).

Ia mendesak agar pemerintah segera merevisi Perda Nomor 12 Tahun 2021 dan Perbup Nomor 30 Tahun 2024 karena dianggap hanya berorientasi pada kepentingan pengusaha tembakau.

“Kami mendesak aturan itu segera direvisi. Regulasi tersebut lebih banyak menguntungkan pengusaha, sementara petani dan buruh tani tetap hidup dalam tekanan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Nuris, persoalan paling mendasar saat ini adalah rendahnya upah buruh tani yang dinilai jauh dari kata layak.

Baca Juga:  Babinsa Klakah Dampingi Posyandu Balita dan Posbindu Lansia di Desa Klakah

Kondisi itu, kata dia, berdampak langsung terhadap kehidupan sosial masyarakat petani miskin di Kabupaten Sumenep.

Ia juga menuding pemerintah daerah tidak serius menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai agenda prioritas.

“Pemerintah daerah selama ini terkesan abai terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya soal upah layak bagi buruh tani. Perda tembakau yang ada sekarang sudah tidak relevan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat hari ini. Karena itu harus segera direvisi agar kebijakan pemerintah benar-benar memberikan distribusi kesejahteraan bagi petani tembakau,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, menyatakan bahwa pemerintah daerah akan menampung dan memprioritaskan aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

“Aspirasi mahasiswa tentu menjadi perhatian pemerintah daerah. Kami juga menginginkan harga tembakau tetap stabil demi kepentingan petani,” singkatnya dihadapan para aksi.

Meski demikian, pernyataan tersebut belum mampu meredam kritik publik yang menilai keberpihakan pemerintah terhadap petani tembakau masih sebatas janji tanpa langkah konkret. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Momen HUT RI, Polisi Sampang Bagikan Bendera dan Edukasi
IMM Sumenep : 915 Perkara Kriminal Pada 2025, Polresta Harus Buktikan Kenaikan Status dengan Kenaikan Kinerja
Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026
Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang
Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda
Mahameru Lantas Warnai HUT ke-81 RI, Satlantas Polresta Sumenep Tebar Edukasi dan Bagikan Bendera Merah Putih
Tragedi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Menhub RI Temui Bupati Sumenep
Wabup Sumenep Pastikan Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Dapat Penanganan Terbaik
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:35 WIB

Momen HUT RI, Polisi Sampang Bagikan Bendera dan Edukasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:23 WIB

IMM Sumenep : 915 Perkara Kriminal Pada 2025, Polresta Harus Buktikan Kenaikan Status dengan Kenaikan Kinerja

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Dialog Interaktif Satlantas Polresta Sumenep Kupas Tuntas Pajak Kendaraan 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Kunjungan Menhut RI Ke Kawasan Bromo Didampingi Kapolres Lumajang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Lomba Masak Mie di Pemkab Sumenep Perkuat Kekompakan ASN dan Forkopimda

Berita Terbaru

FOTO: Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sampang saat membagikan bendera merah putih. @by_News9.id

DAERAH

Momen HUT RI, Polisi Sampang Bagikan Bendera dan Edukasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:35 WIB

FOTO: (ilustrasi) Pria berinisial K (41) saat diamankan petugas. @by_News9.id

HUKRIM

Pria 41 Tahun Tertekuk di Pinggir Jalan Desa Pamolokan

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB

FOTO: (istimewa) Lesty Annatul Annisa' @by_News9.id

OPINI

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:52 WIB