Fokus Terapkan Konsep SEKAM, Perkuat Pendidikan Berbasis Lingkungan Melalui Program Sekolah Adiwiyata

- Redaktur

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kegiatan Bintek  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,Kementerian Agama Kabupaten Lumajang,Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember. @by_News9.id

FOTO: Kegiatan Bintek Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,Kementerian Agama Kabupaten Lumajang,Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember. @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Sebagai fondasi pembentukan budaya hidup berkelanjutan di lingkungan sekolah, pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat pendidikan berbasis lingkungan melalui program Sekolah Adiwiyata.

Salah satu fokus yang ditekankan adalah penerapan konsep SEKAM, penguatan tersebut disampaikan dalam bimbingan teknis (Bimtek), Selasa (12/05/2026).

Dalam bimtek Offline Calon Sekolah Adiwiyata Nasional dan Mandiri Tahun 2026 yang digelar di Aula SMPN 1 Sukodono tersebut, fokus menerapkan konsep SEKAM, yakni Sampah, Energi, Keanekaragaman Hayati, Konservasi Air, dan Makanan Higienis, sebagai fondasi pembentukan budaya hidup berkelanjutan di lingkungan sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Lumajang, Agus Rokhman Rozaq, mengatakan bahwa program Adiwiyata bukan sekadar agenda penilaian sekolah, tetapi bagian dari membangun karakter generasi yang peduli terhadap lingkungan sejak dini.

“Persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan, tetapi harus dimulai dari perubahan kebiasaan masyarakat”, ujar Rozaq.

“Sekolah menjadi ruang penting untuk menanamkan kebiasaan tersebut karena nilai yang diajarkan sejak usia dini akan membentuk perilaku hingga dewasa. SEKAM menjadi fokus utama karena menyentuh kebiasaan paling dekat dengan kehidupan sekolah. Dari sana kesadaran lingkungan dapat tumbuh secara nyata. Pengelolaan sampah, penghematan energi, pelestarian keanekaragaman hayati, konservasi air, serta penerapan makanan sehat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan sekolah yang sehat dan berkelanjutan”, ungkapnya.

Substansi utama dari pendekatan ini adalah menjadikan sekolah sebagai tempat pembelajaran perilaku hidup berkelanjutan, bukan sekadar tempat belajar teori.

Baca Juga:  Pelepasan Siswa SMKN 2 Lumajang, Kepala Sekolah Janjikan Masa Depan Cerah dan Setara

Anak-anak diajak memahami bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab sehari-hari.

Tantangan lingkungan saat ini semakin kompleks, sehingga pendidikan harus hadir sebagai solusi jangka panjang.

“Sekolah yang membangun budaya lingkungan akan melahirkan generasi yang lebih sadar terhadap persoalan ekologis di sekitarnya. Kalau sejak sekolah anak-anak terbiasa mengelola sampah, hemat air, dan hemat energi, kebiasaan itu akan terbawa ke rumah dan menjadi budaya di masyarakat”, jelas Rozaq.

Sebanyak 28 sekolah mengikuti bimtek tersebut sebagai calon peserta Sekolah Adiwiyata Nasional dan Mandiri Tahun 2026. Peserta mendapatkan penguatan terkait implementasi program, penyusunan administrasi, serta pengembangan inovasi lingkungan di sekolah masing-masing.

Baca Juga:  Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Tinjau Pengungsian Erupsi Semeru di SDN 04 Supiturang Pronojiwo

Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, serta Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam penguatan pendidikan lingkungan.

Baca Juga:  Finishing Pengecatan Monumen TMMD: Bukti Dedikasi TNI dalam Membangun Desa

Melalui penguatan konsep SEKAM, pemerintah kabupaten Lumajang berharap sekolah menjadi pusat pembentukan perilaku hidup bersih, sehat, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Langkah ini diharapkan tidak hanya mendukung capaian Sekolah Adiwiyata, tetapi juga membangun generasi yang memiliki kesadaran ekologis, mampu menjaga lingkungan, dan tumbuh sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di masa depan. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPMB Tahap III Dibuka, SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global
HMP PGSD UPI Sumenep Buka Ajang Olimpiade SD Tingkat Jawa Timur
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di Sampang, Untuk Tekan Biaya Logistik
RSUD Caruban Gelar Khitan Massal, Wujud Nyata Kepedulian Kesehatan dan Dukungan Bagi Generasi Sehat Kabupaten Madiun
SDN Paseyan 1 Sampang Gelar Jalan Sehat dan Beri Penghargaan Siswa Berprestasi
Permudah Akses Informasi dan Pengaduan, RSUDMA Sumenep Hadirkan IPP 24 Jam
Ombudsman RI, BPKN dan YLKI Sambangi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep
Polsek Pasrujambe Pantau Lahan Pertanian Jagung,Dukung Ketahanan Pangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:01 WIB

SPMB Tahap III Dibuka, SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:59 WIB

HMP PGSD UPI Sumenep Buka Ajang Olimpiade SD Tingkat Jawa Timur

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:50 WIB

Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di Sampang, Untuk Tekan Biaya Logistik

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:38 WIB

RSUD Caruban Gelar Khitan Massal, Wujud Nyata Kepedulian Kesehatan dan Dukungan Bagi Generasi Sehat Kabupaten Madiun

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:05 WIB

SDN Paseyan 1 Sampang Gelar Jalan Sehat dan Beri Penghargaan Siswa Berprestasi

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Moh. Syaiful Anam alias Nanang, terduga bandar narkoba di wilayah Masalembu. @by_News9.id

HUKRIM

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:49 WIB

FOTO: Barang bukti narkotika jenis sabu hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:38 WIB