Diduga Hanya Formaslitas, Patok Jalan di Batang-Batang Diprotes Warga

- Redaktur

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Patok Pengarah (Delineator) atau patok penunjuk tepi jalan. @by_News9.id

FOTO: Patok Pengarah (Delineator) atau patok penunjuk tepi jalan. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pemasangan Patok Pengarah (Delineator) atau patok penunjuk tepi jalan di wilayah Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diprotes masyarakat.

Warga menilai patok yang dipasang menggunakan pipa berukuran kecil itu tidak memberikan manfaat maksimal bagi keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Berdasarkan pantauan warga, sedikitnya terdapat sekitar 10 patok yang dipasang di sepanjang ruas jalan Kecamatan Batang-Batang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, bentuk dan ukuran patok tersebut dinilai tidak mencerminkan fungsi sebenarnya sebagai penanda arah maupun batas jalan.

Muhammad, salah seorang warga, mengaku heran dengan model patok yang dipasang pemerintah.

Baca Juga:  Tegur Pesta Miras di Depan TK Pertiwi, Anggota Satpol PP Banyuwangi Dikeroyok Sekelompok Pemuda

Menurutnya, penggunaan pipa kecil membuat keberadaan patok sulit terlihat dan tidak efektif sebagai sarana keselamatan lalu lintas.

“Patok yang dipasang di sepanjang jalan dibuat dari pipa kecil. Itu tidak terlihat sebagai rambu atau penunjuk jalan dan tidak ada manfaatnya sama sekali. Ini menunjukkan pemerintah belum serius memberikan fasilitas keselamatan yang layak bagi pengguna jalan,” ujar Muhammad, Sabtu (6/6).

Dia juga mempertanyakan efektivitas patok tersebut ketika digunakan pada malam hari.

Menurutnya, minimnya ukuran patok membuat fungsi penunjuk arah hampir tidak terasa, terlebih di ruas jalan yang tidak dilengkapi penerangan umum.

“Bagaimana kalau malam hari? Patok dari pipa kecil seperti itu tidak ada gunanya bagi pengguna jalan. Apalagi di lokasi yang tidak memiliki lampu penerangan jalan,” tegasnya.

Padahal, kata Muhammad, keberadaan delineator seharusnya membantu pengemudi memperoleh jarak pandang yang lebih baik, terutama saat melintasi tikungan maupun ruas jalan dengan tingkat pencahayaan rendah.

Baca Juga:  FKUB Sumenep Pererat Harmoni dengan Bakti Sosial Lintas Agama

Ia menilai material patok yang lebih kokoh, seperti beton cor, akan jauh lebih efektif dibandingkan pipa kecil yang mudah luput dari perhatian pengguna jalan.

“Kalau memang ingin membantu keselamatan pengendara, seharusnya patok dibuat lebih jelas dan kokoh. Material beton cor lebih layak karena dapat memperjelas lintasan jalan, terutama di tikungan dan tanjakan ringan,” katanya.

Muhammad berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur lebih memperhatikan aspek manfaat dan keselamatan dalam setiap proyek infrastruktur jalan.

Baca Juga:  Skandal Nota Fiktif dan Pemecatan Guru di Torjek: Dugaan Kolusi Kepsek dan Kades

Menurutnya, anggaran yang digunakan berasal dari APBD yang bersumber dari pajak masyarakat, sehingga penggunaannya harus benar-benar memberikan dampak nyata.

“Pemerintah jangan asal memasang patok hanya untuk memenuhi pekerjaan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah fasilitas yang benar-benar berfungsi dan bermanfaat. Jangan lupa, anggaran yang digunakan berasal dari uang rakyat,” tandasnya. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Moh. Syaiful Anam alias Nanang, terduga bandar narkoba di wilayah Masalembu. @by_News9.id

HUKRIM

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:49 WIB

FOTO: Barang bukti narkotika jenis sabu hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:38 WIB