Syifa Taklukkan Kanvas Gedung BPRS Sumekar

- Editorial Team

Rabu, 2 September 2026 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ana Syifaul Millah, siswi kelas VI SDIT Al Hidayah Sumenep bersama Direktur BPRS Bhakti Sumekar. @by_News9.id

FOTO: Ana Syifaul Millah, siswi kelas VI SDIT Al Hidayah Sumenep bersama Direktur BPRS Bhakti Sumekar. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Bakat seni rupa kembali menunjukkan bahwa karya besar tidak selalu lahir dari tempat yang serba lengkap.

Dari Desa Saronggi, Kabupaten Sumenep, seorang siswi sekolah dasar bernama Ana Syifaul Millah terus mengasah kemampuan melukisnya hingga mendapat kepercayaan untuk menghasilkan karya di ruang publik.

Siswi kelas VI SDIT Al Hidayah Sumenep yang akrab disapa Syifa itu mendapat kesempatan melukis gedung BPRS Sumekar Sumenep dari tampak depan.

Kesempatan tersebut diberikan langsung oleh Direktur Utama BPRS Sumekar Sumenep, Hairil Fajar.

Bagi Syifa, kepercayaan itu bukan sekadar kesempatan menggambar, melainkan pengalaman berharga untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan seni yang selama ini diasahnya.

Dengan penuh ketekunan, Syifa mengerjakan lukisan tersebut hingga tuntas.

Setiap goresan menjadi bagian dari proses panjang seorang anak dalam menemukan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Baca Juga:  Dituding Manipulasi Stok Darah, Keluarga Pasien Minta PMI Sumenep Dievaluasi

Kecintaan Syifa terhadap dunia menggambar sebenarnya telah terlihat sejak usia dini.

Kegemarannya itu kemudian terus diasah melalui berbagai kegiatan seni dan perlombaan.

Dari kegemarannya tersebut, Syifa telah menorehkan sejumlah prestasi.

Karya-karyanya juga mendapat perhatian dari berbagai pihak. Bahkan, beberapa hasil lukisannya pernah dikoleksi oleh dua pejabat di Kabupaten Sumenep.

Pengalaman Syifa di dunia seni rupa pun semakin bertambah. Ia tercatat pernah mengikuti Pameran Muda-Mudi Sumenep serta pameran kaligrafi se-Madura.

Di balik bakat tersebut, ada dukungan keluarga yang terus mengiringi langkah Syifa.

Meskipun berasal dari keluarga dengan keterbatasan, orang tua tetap berupaya memberikan ruang bagi putrinya untuk berkembang.

Ayah Syifa, Moh. Adi, menuturkan bahwa ketertarikan putrinya terhadap seni menggambar sudah terlihat sejak masih kecil.

“Sejak kecil Syifa memang senang menggambar. Saya terus mendukung dengan mengikutkan di berbagai ajang perlombaan,” ujar Moh. Adi.

SDIT Al Hidayah Sumenep memberikan ruang kepada para siswa untuk mengembangkan minat dan bakat sesuai potensi masing-masing.

Baca Juga:  Disdik Sampang Bantah Pernyataan Operator SD Gunung Rancak 3

Ruang tersebut diberikan melalui motivasi, bimbingan, kesempatan berkarya, hingga apresiasi terhadap hasil karya para siswa.

Bagi Syifa, kesempatan melukis gedung BPRS Sumekar menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan mengembangkan bakatnya.

Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kemampuan anak di bidang seni.

Sementara itu, Direktur BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar pun memberikan motivasi agar Syifa tidak berhenti belajar dan terus menghasilkan karya.

“Terus berkarya, terus belajar, dan terus menginspirasi,” pesan Hairil kepada Syifa.

Pesan sederhana tersebut menjadi dorongan agar Syifa terus berani berkarya, mempelajari berbagai teknik baru, dan tidak cepat puas dengan pencapaian yang telah diraihnya.

Baca Juga:  Debat Advokat: Gengsi Hukum, dan Goyangan Etika

Keluarga dan pihak sekolah berharap pengalaman serta berbagai prestasi yang telah diraih sejak duduk di bangku sekolah dasar dapat menjadi bekal bagi Syifa untuk mengembangkan bakatnya pada jenjang pendidikan berikutnya.

Kisah Syifa menjadi pengingat bahwa bakat anak membutuhkan ruang untuk tumbuh.

Dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan dapat menjadi jembatan bagi anak-anak untuk menemukan potensi, mengasah kemampuan, dan berani menunjukkan karya.

Dari sebuah desa di Sumenep, Syifa membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Selama ada kemauan untuk belajar dan dukungan untuk berkembang, sebuah goresan kecil di atas kanvas pun dapat menjadi awal perjalanan menuju prestasi yang lebih besar. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Ifal

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buku “Strategi Menyusun Gugatan di Era Digital” Karya Prof Herowati Poesoko, Dr. Zein dan Penulis lainnya Dilaunching pada Konferensi 14 Tahun Adhaper di Universitas Udayana
Klarifikasi Kepala Sekolah SDN Rogotrunan 02 Lumajang Terkait LKS dan Iuran Sekolah
Last Day Sumatif Tengah Semester, Siswa Diingatkan Pentingnya Kejujuran dalam Ujian
SMKN 1 Tegalsari Tunjukkan Komitmen Inovasi, Seluruh GTK Ikut GEMPITA Award 2026
Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Akan Telusuri Dugaan Penjualan LKPD di Pasrujambe
Dugaan Pungli Buku LKPD Rp130 Juta di Pasrujambe, Coreng Dindikbud Lumajang 
Disdik Sampang Bantah Pernyataan Operator SD Gunung Rancak 3
Siswa SD di Sampang Lompat Empat Kelas, Dalam Setahun
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Buku “Strategi Menyusun Gugatan di Era Digital” Karya Prof Herowati Poesoko, Dr. Zein dan Penulis lainnya Dilaunching pada Konferensi 14 Tahun Adhaper di Universitas Udayana

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Klarifikasi Kepala Sekolah SDN Rogotrunan 02 Lumajang Terkait LKS dan Iuran Sekolah

Selasa, 29 September 2026 - 11:32 WIB

Last Day Sumatif Tengah Semester, Siswa Diingatkan Pentingnya Kejujuran dalam Ujian

Selasa, 29 September 2026 - 11:05 WIB

SMKN 1 Tegalsari Tunjukkan Komitmen Inovasi, Seluruh GTK Ikut GEMPITA Award 2026

Jumat, 25 September 2026 - 18:43 WIB

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang Akan Telusuri Dugaan Penjualan LKPD di Pasrujambe

Berita Terbaru

FOTO: Ahmad Musyaddad, ST, Pj Kepala Desa Bringin, @by_News9.id

DAERAH

Pj Kades Bringin Sampang Apresiasi 81 Tahun Pengabdian TNI

Selasa, 20 Okt 2026 - 14:30 WIB