SUMENEP, NEWS9 – Bakat seni rupa kembali menunjukkan bahwa karya besar tidak selalu lahir dari tempat yang serba lengkap.
Dari Desa Saronggi, Kabupaten Sumenep, seorang siswi sekolah dasar bernama Ana Syifaul Millah terus mengasah kemampuan melukisnya hingga mendapat kepercayaan untuk menghasilkan karya di ruang publik.
Siswi kelas VI SDIT Al Hidayah Sumenep yang akrab disapa Syifa itu mendapat kesempatan melukis gedung BPRS Sumekar Sumenep dari tampak depan.
Kesempatan tersebut diberikan langsung oleh Direktur Utama BPRS Sumekar Sumenep, Hairil Fajar.
Bagi Syifa, kepercayaan itu bukan sekadar kesempatan menggambar, melainkan pengalaman berharga untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan seni yang selama ini diasahnya.
Dengan penuh ketekunan, Syifa mengerjakan lukisan tersebut hingga tuntas.
Setiap goresan menjadi bagian dari proses panjang seorang anak dalam menemukan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Kecintaan Syifa terhadap dunia menggambar sebenarnya telah terlihat sejak usia dini.
Kegemarannya itu kemudian terus diasah melalui berbagai kegiatan seni dan perlombaan.
Dari kegemarannya tersebut, Syifa telah menorehkan sejumlah prestasi.
Karya-karyanya juga mendapat perhatian dari berbagai pihak. Bahkan, beberapa hasil lukisannya pernah dikoleksi oleh dua pejabat di Kabupaten Sumenep.
Pengalaman Syifa di dunia seni rupa pun semakin bertambah. Ia tercatat pernah mengikuti Pameran Muda-Mudi Sumenep serta pameran kaligrafi se-Madura.
Di balik bakat tersebut, ada dukungan keluarga yang terus mengiringi langkah Syifa.
Meskipun berasal dari keluarga dengan keterbatasan, orang tua tetap berupaya memberikan ruang bagi putrinya untuk berkembang.
Ayah Syifa, Moh. Adi, menuturkan bahwa ketertarikan putrinya terhadap seni menggambar sudah terlihat sejak masih kecil.
“Sejak kecil Syifa memang senang menggambar. Saya terus mendukung dengan mengikutkan di berbagai ajang perlombaan,” ujar Moh. Adi.
SDIT Al Hidayah Sumenep memberikan ruang kepada para siswa untuk mengembangkan minat dan bakat sesuai potensi masing-masing.
Ruang tersebut diberikan melalui motivasi, bimbingan, kesempatan berkarya, hingga apresiasi terhadap hasil karya para siswa.
Bagi Syifa, kesempatan melukis gedung BPRS Sumekar menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan mengembangkan bakatnya.
Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kemampuan anak di bidang seni.
Sementara itu, Direktur BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar pun memberikan motivasi agar Syifa tidak berhenti belajar dan terus menghasilkan karya.
“Terus berkarya, terus belajar, dan terus menginspirasi,” pesan Hairil kepada Syifa.
Pesan sederhana tersebut menjadi dorongan agar Syifa terus berani berkarya, mempelajari berbagai teknik baru, dan tidak cepat puas dengan pencapaian yang telah diraihnya.
Keluarga dan pihak sekolah berharap pengalaman serta berbagai prestasi yang telah diraih sejak duduk di bangku sekolah dasar dapat menjadi bekal bagi Syifa untuk mengembangkan bakatnya pada jenjang pendidikan berikutnya.
Kisah Syifa menjadi pengingat bahwa bakat anak membutuhkan ruang untuk tumbuh.
Dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan dapat menjadi jembatan bagi anak-anak untuk menemukan potensi, mengasah kemampuan, dan berani menunjukkan karya.
Dari sebuah desa di Sumenep, Syifa membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Selama ada kemauan untuk belajar dan dukungan untuk berkembang, sebuah goresan kecil di atas kanvas pun dapat menjadi awal perjalanan menuju prestasi yang lebih besar. ***
Penulis : Ifal
Editor : Seno CS
Sumber Berita: https://News9.id









