Misteri Gas Melon Langka di Glenmore Banyuwangi, Warga Desak Pemerintah Telusuri Rantai Distribusi

- Redaksi

Senin, 16 Maret 2026 - 01:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Tabung LPG subsidi 3 kilogram. @by_News9.id

FOTO: Tabung LPG subsidi 3 kilogram. @by_News9.id

BANYUWANGI, NEWS9 – Kelangkaan tabung LPG subsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai “gas melon” kembali dikeluhkan warga di Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.

Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut di sejumlah pangkalan maupun warung pengecer, Senin (16/3/2026).

Sejumlah warga menyebut kondisi ini terbilang tidak biasa karena terjadi secara serentak di beberapa titik penjualan.

Biasanya, jika satu pangkalan kehabisan stok, warga masih dapat menemukan LPG 3 kg di pangkalan lain atau di warung sekitar. Namun kali ini, banyak tempat penjualan yang sama-sama mengaku kosong.

Salah satu warga Glenmore yang enggan disebutkan namanya mengatakan dirinya harus berkeliling ke beberapa lokasi hanya untuk mencari satu tabung gas.

“Sudah coba ke beberapa pangkalan dan warung, tapi jawabannya sama, kosong. Biasanya tidak sampai seperti ini,” ujarnya.

Menurutnya, kelangkaan tersebut mulai terasa dalam beberapa hari terakhir. Situasi itu membuat warga bertanya-tanya mengenai penyebab sebenarnya dari sulitnya mendapatkan gas subsidi tersebut.

Baca Juga:  Abrasi Menggila di Masalembu, Proyek Tangkis Laut Diduga Asal Jadi: Jalan Poros Terancam Putus

Kecurigaan warga semakin menguat setelah muncul informasi bahwa harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer mulai mengalami kenaikan.

Di beberapa tempat, harga bahkan disebut-sebut melampaui harga yang biasa dibeli masyarakat.

Seorang tokoh masyarakat di Glenmore menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait.

Ia meminta agar distribusi LPG subsidi diperiksa secara menyeluruh, mulai dari tingkat agen hingga pangkalan.

Baca Juga:  Jembatan Ambruk, Pemuda Giligenting Datangi PUTR Sumenep

Menurutnya, apabila pasokan dari agen sebenarnya normal namun barang sulit ditemukan di masyarakat, maka ada kemungkinan terjadi penyimpangan dalam jalur distribusi.

“Kalau stok dari agen tetap ada, tapi di pangkalan kosong, berarti ada yang perlu diperiksa. Jangan sampai gas subsidi yang seharusnya untuk masyarakat kecil justru dimainkan oleh oknum tertentu,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa LPG 3 kilogram merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku usaha mikro.

Oleh karena itu, setiap bentuk penyimpangan distribusi dapat merugikan masyarakat luas.

Tokoh masyarakat tersebut mendesak pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum untuk segera turun melakukan pengecekan di lapangan.

Baca Juga:  Husnol Maulidi, Pemuda Inspiratif di Balik Klinik Pratama Bunda Maharani

Ia berharap langkah cepat dapat dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan normal sekaligus menelusuri kemungkinan adanya praktik penimbunan atau permainan distribusi.

“Kalau dibiarkan, masyarakat kecil yang paling terdampak. Apalagi kebutuhan rumah tangga terus berjalan setiap hari. Pemerintah harus memastikan gas subsidi benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak agen LPG maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti kelangkaan gas melon di wilayah Glenmore.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas agar distribusi LPG subsidi kembali normal dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB