BeritaDaerah

DPRD Sumenep Tekankan KDMP Berbasis Potensi Lokal

55
×

DPRD Sumenep Tekankan KDMP Berbasis Potensi Lokal

Sebarkan artikel ini
DPRD Sumenep Tekankan KDMP Berbasis Potensi Lokal
FOTO: Hairul Anwar, Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Program penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.

Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Hairul Anwar, menegaskan bahwa koperasi tidak semata berorientasi pada keuntungan ekonomi, melainkan juga memiliki fungsi sosial yang kuat bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, keberadaan koperasi desa dapat menjadi instrumen penting dalam membangun perekonomian dari level paling bawah.

Hal itu dinilai relevan karena setiap desa memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda.

“Peningkatan ekonomi melalui desa sangat tepat, karena potensi tiap desa berbeda. Koperasi harus menyesuaikan dengan potensi yang dimiliki desa tersebut,” ujar Hairul Anwar, Senin (16/3).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, koperasi yang dikembangkan harus berbasis pada sektor unggulan di masing-masing desa.

Misalnya, desa dengan potensi pertanian diarahkan pada koperasi berbasis pertanian, sementara desa pesisir difokuskan pada sektor perikanan.

Dengan pendekatan tersebut, koperasi tidak hanya menjadi lembaga ekonomi, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Hairul menambahkan, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat membutuhkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat serta dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah.

“Jika ingin ada perubahan, tentu harus ada kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” tegasnya.

Ia juga menilai, program penguatan koperasi desa sejalan dengan cita-cita negara dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Hairul optimistis, apabila program koperasi dijalankan di setiap desa dengan pengelolaan yang baik, maka pembangunan akan lebih merata dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sekitar 74 persen penduduk Indonesia bekerja sebagai petani, nelayan, dan pekebun. Maka program koperasi harus disesuaikan dengan kondisi dan potensi desa,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi desa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya.

Oleh karena itu, pengurus koperasi dituntut memiliki kemampuan manajerial yang baik agar lembaga tersebut dapat berjalan optimal.

“Pengelolaan koperasi harus diimbangi dengan kualitas SDM pengurusnya agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

>