Aktivis Sampang Soroti Mutu Proyek Irigasi P3-TGAI di Desa Penyepen

- Penulis

Senin, 27 Juli 2026 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Proyek Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Penyepen, @by_News9.id

FOTO: Proyek Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Penyepen, @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Proyek Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Penyepen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, kembali menjadi sorotan.

Proyek senilai Rp195 juta yang bersumber dari APBN dan dikelola Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Agil Jaya melalui program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dibawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Timur itu dipertanyakan dari sisi kualitas pelaksanaannya.

Sorotan tersebut disampaikan aktivis Sampang, Moh. Zen, yang menilai hasil pekerjaan di lapangan belum mencerminkan besaran anggaran yang dialokasikan.

Menurutnya, terdapat sejumlah indikasi teknis yang perlu mendapat perhatian dan evaluasi dari pihak berwenang.

“Secara kasat mata, pekerjaan ini terlihat tidak sebanding dengan nilai anggaran yang dikucurkan. Karena itu kami meminta dilakukan evaluasi teknis agar kualitas bangunan benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan,” kata Moh. Zen.

Ia mengaku menemukan pasangan batu yang tampak longgar dengan sejumlah rongga dan celah yang masih terbuka.

Baca Juga:  Gerak Cepat, Pemkab Sumenep Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Pagerungan Besar

Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi memengaruhi kekuatan konstruksi apabila benar tidak sesuai dengan standar teknis yang berlaku.

Selain itu, Moh. Zen menduga dimensi galian pondasi tidak memenuhi standar yang ditetapkan BBWS Jawa Timur maupun ketentuan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Baca Juga:  Belum Mampu Jamin Kualitas Makanan, MBG Bhakti Bunda Berjaya Kembali Disorot

Dugaan tersebut, kata dia, perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis oleh instansi yang berwenang.

“Kalau memang dimensi pondasi maupun kualitas pasangan batu tidak sesuai spesifikasi, tentu harus menjadi perhatian. Kami berharap ada pemeriksaan langsung agar semuanya menjadi terang dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” ujarnya, Minggu (26/7).

Moh. Zen juga mempertanyakan fungsi Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) yang dalam program P3-TGAI memiliki tugas mendampingi pelaksanaan pekerjaan serta memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan teknis.

“Katanya proyek ini didampingi tenaga ahli. Kalau kualitas dan teknik pengerjaannya begini, apa sebenarnya fungsi TPM di lapangan?” kata Moh. Zen kepada News9.id Minggu (26/7).

Penjabat Kepala Desa Penyepen Abdullah saat dikonfirmasi pada Minggu (26/7) mengarahkan News9.id untuk menghubungi seseorang yang disebut memahami pelaksanaan proyek tersebut.

Baca Juga:  Proyek Tangkis Laut Rp200 Juta di Kangayan Diduga Diselewengkan

Namun, nomor yang diberikan tidak memberikan tanggapan maupun jawaban atas pertanyaan yang diajukan hingga berita ini diterbitkan.

News9.id ini juga masih berupaya meminta klarifikasi dari pengurus HIPPA Agil Jaya, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Timur guna memperoleh penjelasan mengenai pelaksanaan proyek dan memastikan apakah pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Sup

Editor : Seno CS

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perangkat Desa Kombang Diduga Rangkap Jabatan Selama Tiga Periode
Masalembu Darurat Perampok Bersenjata, Warga Pertanyakan Nyali Polisi
Belum Mampu Jamin Kualitas Makanan, MBG Bhakti Bunda Berjaya Kembali Disorot
Tiga Rumah di Perumahan Batu Kencana Sumenep Dilalap Api
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 09:57 WIB

Aktivis Sampang Soroti Mutu Proyek Irigasi P3-TGAI di Desa Penyepen

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:15 WIB

Perangkat Desa Kombang Diduga Rangkap Jabatan Selama Tiga Periode

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:15 WIB

Masalembu Darurat Perampok Bersenjata, Warga Pertanyakan Nyali Polisi

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:20 WIB

Belum Mampu Jamin Kualitas Makanan, MBG Bhakti Bunda Berjaya Kembali Disorot

Senin, 20 Juli 2026 - 10:17 WIB

Tiga Rumah di Perumahan Batu Kencana Sumenep Dilalap Api

Berita Terbaru

FOTO: H. M. Hariri (tengah) Ketua KJS periode 2026–2029. @by_News9.id

DAERAH

Dipercaya Lagi, M. Hariri Nahkodai KJS Periode 2026–2029

Senin, 27 Jul 2026 - 11:32 WIB

FOTO: Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Juhairi, S.IP., M.Phil., @by_News9.id

HUKUM & KRIMINAL

DPRD Sumenep Desak Polisi Bongkar Jaringan Penadah Curanmor di Masalembu

Minggu, 26 Jul 2026 - 17:38 WIB