SUMENEP, NEWS9 – Maraknya kasus pencurian sepeda motor di Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menjadi perhatian serius.
Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Juhairi, S.IP., M.Phil., mendesak aparat kepolisian agar tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku pencurian, tetapi juga mengungkap jaringan penadah yang diduga menjadi mata rantai utama kejahatan tersebut.
Menurut Ahmad Juhairi, pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor akan sulit memberikan efek jera apabila aparat hanya menangkap pelaku di lapangan tanpa menelusuri pihak-pihak yang menerima dan memperjualbelikan barang hasil kejahatan.
“Terkadang aparat kepolisian masih setengah-setengah dalam memberantas kejahatan. Penindakan sering kali berhenti pada pelaku pencurian, padahal yang paling penting adalah membongkar jaringan penadah hingga mengetahui dari mana sumber dan alur kejahatan itu berasal,” tegasnya, Minggu (26/7/2026).
Dia menilai, keberadaan penadah merupakan faktor yang mempermudah terjadinya aksi pencurian.
Selama masih ada pihak yang bersedia membeli atau menampung barang hasil curian, maka tindak kriminal serupa akan terus berulang dan meresahkan masyarakat.
“Penadah hasil kejahatan justru belum tersentuh secara maksimal. Padahal, mereka memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan tindak pidana pencurian. Tanpa adanya penadah, ruang gerak pelaku kejahatan akan semakin sempit,” ujarnya.
Karena itu, legislator NasDem tersebut mendesak Polsek Masalembu untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan komprehensif terhadap jaringan pencurian kendaraan bermotor yang beroperasi di wilayah kepulauan tersebut.
“Kami mendesak aparat kepolisian di Masalembu agar mengusut kasus ini secara tuntas. Jangan hanya berhenti pada pencurinya, tetapi bongkar juga jaringan penadahnya. Pencuri dan penadah merupakan satu kesatuan dalam tindak pidana yang tidak bisa dipisahkan. Dengan mengungkap jaringan penadah, diharapkan kasus pencurian yang selama ini meresahkan masyarakat Masalembu dapat benar-benar diberantas hingga ke akarnya,” tandas Ahmad Juhairi. ***
Penulis : Nola
Editor : Seno CS











