SUMENEP, NEWS9 – Regenerasi atlet bolavoli di PBV Arya Wiraraja Universitas Wiraraja (Unija) kembali membuktikan kualitasnya.
Meski telah ditinggal sejumlah pemain senior yang menjadi ikon tim, seperti Ilong Maharaja, Dimas Maharaja, Alif Maharaja, dan setter Ipul Maharaja yang kini memperkuat Dewa Agung Batu Putih, tim muda Unija tetap tampil solid dan sukses melaju ke babak 16 besar PBVSI Cup 2026.
Kepastian itu diraih setelah Tim Putra Unija kembali mencatat kemenangan pada pertandingan babak ketiga, Sabtu malam (1/8/2026), di Protec Stadium Ambunten.
Kali ini, Armada Utama berhasil ditaklukkan meski diperkuat Sultan, bomber asal Pamekasan yang dikenal memiliki serangan keras.
Kemenangan tersebut melengkapi performa impresif Unija setelah sebelumnya menyingkirkan dua tim kuat, yakni Plasindo Batang-Batang dan Halilintar Rubaru.
Yang menarik, keberhasilan Unija kali ini tidak lagi bergantung pada satu atau dua pemain bintang.
Tim justru mengandalkan kolektivitas permainan, kerja sama yang rapi, serta mental bertanding yang kuat.
Hampir seluruh pemain memiliki kualitas yang merata sehingga mampu menjalankan sistem permainan secara efektif.
Sejumlah pemain muda mulai menunjukkan kematangan permainan. Nama-nama seperti Awang, Verent, Riski, Sofian, dan Fiki tampil konsisten di berbagai lini.
Mereka menjadi fondasi baru kekuatan Unija yang kini dikenal sebagai tim dengan permainan kolektif dan disiplin tinggi.
Sorotan juga tertuju kepada Farhan, setter muda yang perlahan menjelma menjadi motor permainan Unija. Dengan distribusi bola yang tenang, akurat, dan cerdas, Farhan dinilai mampu meneruskan estafet generasi setter hebat Unija setelah era Ipul Maharaja.
Penampilannya semakin memperlihatkan bahwa Unija kembali melahirkan setter masa depan yang menjanjikan bagi bolavoli Sumenep.
Laga melawan Armada Utama sempat menghadirkan ujian berat. Pada set ketiga yang menjadi penentuan, Revan, quicker andalan sekaligus bloker utama Unija, mengalami cedera setelah tangannya sobek dan berdarah saat melakukan blok terhadap spike keras Sultan.
Revan terpaksa dievakuasi keluar lapangan untuk mendapatkan penanganan medis.
Situasi tersebut sempat diperkirakan akan mengganggu mental bertanding para pemain muda Unija.
Namun, prediksi itu tidak terbukti. Bayu Segoro, yang masuk menggantikan Revan, mampu menjalankan tugasnya dengan baik sehingga ritme permainan tetap terjaga.
Semangat juang para pemain muda justru semakin meningkat hingga akhirnya memastikan kemenangan.
Pembina PBV Arya Wiraraja Unija, Dr. Moh. Zeinudin, menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa sistem pembinaan dan regenerasi atlet di Unija berjalan sesuai arah yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kekuatan sebuah tim tidak selalu ditentukan oleh hadirnya pemain-pemain bintang. Yang jauh lebih penting adalah pembinaan yang berkesinambungan, regenerasi yang sehat, disiplin, dan kekompakan tim. Alhamdulillah, para pemain muda mampu menjawab kepercayaan itu dengan permainan yang luar biasa,” ujarnya, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan melaju ke babak 16 besar menjadi motivasi bagi para pemain muda untuk terus berkembang tanpa kehilangan karakter permainan kolektif yang selama ini menjadi ciri khas Unija.
Dengan komposisi pemain yang didominasi generasi yunior, Tim Putra Unija kini semakin menegaskan diri sebagai salah satu contoh sukses pembinaan atlet bolavoli di Kabupaten Sumenep.
Pergantian generasi tidak membuat prestasi meredup, tetapi justru melahirkan optimisme baru bahwa masa depan bolavoli Unija tetap berada di jalur yang menjanjikan. ***
Penulis : Ifal
Editor : Seno CS












