Menu MBG Tak Berselera, Warga Masalembu Desak SPPG Shohibul Qur’an Dievaluasi

- Editorial Team

Selasa, 22 September 2026 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Menu makanan yang dibagikan kepada siswa. @by_News9.id

FOTO: Menu makanan yang dibagikan kepada siswa. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi salah satu program unggulan pemerintah menjadi sorotan masyarakat.

Di Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, sejumlah makanan yang dibagikan kepada siswa disebut tidak seluruhnya dikonsumsi.

Kritik tersebut mengarah pada pelaksanaan MBG di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Shohibul Qur’an Internasional, Kecamatan Masalembu.

Berdasarkan informasi yang disampaikan warga, menu yang dibagikan kepada anak-anak sekolah antara lain nasi, telur ceplok, kubis, wortel, buah kelengkeng, dan susu.

Namun, persoalannya bukan sekadar apa yang disajikan, melainkan apakah makanan tersebut benar-benar dikonsumsi oleh penerima manfaat.

Bahkan, menurut keterangan warga, sebagian makanan dibawa pulang dan kemudian dibuang karena tidak dikonsumsi. Susu menjadi salah satu menu yang lebih banyak diminum siswa.

Warga Masalembu, Maktub Syarif, menilai pelaksanaan MBG perlu dievaluasi secara menyeluruh apabila makanan yang diberikan berulang kali tidak diminati siswa.

“Seharusnya program Makan Bergizi Gratis dievaluasi secara menyeluruh. Sejak pertama kali berjalan di sekolah, banyak makanan yang tidak dimakan siswa. Kalau menunya hanya nasi, telur, kubis dan susu, sementara anak-anak tidak berselera, bagaimana tujuan pemenuhan gizi bisa tercapai,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Menurut Maktub, pengelola SPPG semestinya tidak hanya berorientasi pada penyediaan makanan, tetapi juga memperhatikan tingkat penerimaan makanan oleh anak-anak.

Baca Juga:  DPRD Desak Bupati Sumenep Evaluasi Kapus Masalembu

Dia menilai selera makan anak berbeda-beda sehingga penyusunan menu semestinya mempertimbangkan aspek gizi sekaligus tingkat kesukaan dan kebiasaan makan penerima manfaat.

“Anak-anak punya selera makan yang berbeda. Tidak bisa hanya memaksakan menu berdasarkan kehendak pengelola. Kalau sejak awal mereka tidak tertarik dengan makanan yang diberikan, tujuan program untuk memenuhi kebutuhan gizi anak tentu menjadi pertanyaan,” katanya.

Maktub juga mendesak pihak terkait melakukan evaluasi terhadap SPPG Yayasan Shohibul Qur’an Internasional, khususnya terkait menu yang disebut kurang diminati siswa.

Baca Juga:  GAWAT Tambelangan Siap Jadi Ruang Kolaboratif dan Pengawal Publik

Menurutnya, evaluasi penting dilakukan agar anggaran yang digunakan untuk program MBG benar-benar menghasilkan manfaat bagi penerima.

“Anggaran MBG sangat besar. Kalau makanan yang disajikan ternyata tidak dimakan dan akhirnya dibuang, tentu harus menjadi bahan evaluasi. Jangan sampai makanan yang seharusnya memenuhi kebutuhan gizi anak justru berakhir menjadi sampah,” tegasnya.

Sorotan tersebut tidak hanya menyangkut soal selera makanan. Ada persoalan yang lebih besar, yakni efektivitas penggunaan anggaran dan tercapai atau tidaknya tujuan program MBG di tingkat penerima manfaat.

Sebab, makanan yang secara administratif telah dibagikan belum tentu berarti program telah berhasil.

Ukuran keberhasilan juga semestinya dilihat dari apakah makanan tersebut dikonsumsi dan memberikan manfaat gizi kepada anak-anak.

Baca Juga:  Forkopimda Jatim Tinjau Kesiapan Pengamanan Pilkada Serentak di Lumajang

Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Shohibul Qur’an Internasional, Herly Qomariyah, melalui grup Masalembu menyampaikan bahwa menu yang disajikan memang sama untuk seluruh penerima.

“Menu kami hari ini semua sama, Pak. Hanya beda di porsi saja, Bapak,” ujarnya.

“Mohon maaf ya Bpk/ibu…atas kejadian ini saya pribadi merasa miris ketika nasi yang seharusnya menjadi kebutuhan kita sehari-hari dibiarkan berserakan tanpa ada yang peduli, walaupun sebgian dari kita ada yang tidak suka, baik kepada MBG ataupun menu makananannya yang tidak sesuai selera pribadi, tolong jagan dibuang, biarkan saja tetap ada di ompreng, ambil apa yang bisa di makan dari menu kita, biar nanti bekas makanan kita jadikan pertimbangan menu selanjutnya,” cetusnya. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Nola

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PNS Ngopi Saat Upacara Bupati, Ipung: Jangan Sampai Jadi “PNS Pap Pa’an”
Siswa “Lompat Empat Kelas” di Sampang, Dewan Pendidikan Minta Pemeriksaan Transparan dan Berbasis Data
Siswa Lompat Empat Kelas di Sampang, Ternyata Anak Bendahara Sekolah
Warga Tambelangan Sampang Tewas Dibunuh OTK
Pria 70 Tahun Tewas di Ladang Tebu Probolinggo, Polisi Selidiki Penyebabnya
Angin Kencang Robohkan Atap Rumah Warga Pakuniran, BPBD Probolinggo Salurkan Bantuan
Ruwetnya Pengurusan AJB di Desa Karangrejo, Warga Yang Menjadi Korban Bersuara
Kekeringan di Sumenep, BPBD Masih Andalkan Suplai Air Bersih
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 13:50 WIB

PNS Ngopi Saat Upacara Bupati, Ipung: Jangan Sampai Jadi “PNS Pap Pa’an”

Selasa, 22 September 2026 - 14:41 WIB

Menu MBG Tak Berselera, Warga Masalembu Desak SPPG Shohibul Qur’an Dievaluasi

Selasa, 22 September 2026 - 14:26 WIB

Siswa “Lompat Empat Kelas” di Sampang, Dewan Pendidikan Minta Pemeriksaan Transparan dan Berbasis Data

Senin, 21 September 2026 - 09:06 WIB

Warga Tambelangan Sampang Tewas Dibunuh OTK

Senin, 21 September 2026 - 07:28 WIB

Pria 70 Tahun Tewas di Ladang Tebu Probolinggo, Polisi Selidiki Penyebabnya

Berita Terbaru

FOTO: DPD KNPI Kabupaten Sumenep menerima kunjungan Kapolresta Sumenep. @by_News9.id

Uncategorized

KNPI Sumenep Dorong Kesamaan Sikap Hadapi Galian C dan Rokok Ilegal

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:41 WIB