For-Apokpak Bentuk Pengawasan Kritis terhadap Program Pokir DPRD Sampang

- Redaktur

Rabu, 7 Mei 2025 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Flyer pelaksanaan program Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Tahun Anggaran (TA) 2025, @by_News9.id

Flyer pelaksanaan program Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Tahun Anggaran (TA) 2025, @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Forum Aspirasi Pokok Pikiran Rakyat (For-Apokpak), sebuah koalisi lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi masyarakat (Ormas), resmi dibentuk pada Selasa (6/5) di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.

Forum itu bertujuan memantau pelaksanaan program Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Tahun Anggaran (TA) 2025, memastikan manfaatnya tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pembentukan For-Apokpak tidak sekadar formalitas, melainkan respons atas temuan sejumlah LSM terhadap pelaksanaan Pokir TA 2024 yang dinilai bermasalah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu kasus yang mencuat adalah alokasi dana APBD untuk perbaikan jalan di wilayah Dapil 2 Sampang, yang menurut dokumen resmi seharusnya menjadi tanggung jawab kabupaten, justru digunakan untuk jalan desa.

Baca Juga:  Forkopimda dan Wadan Pusterad Cek Langsung Pelaksanaan TMMD ke-123 di Lumajang

Dingkap Paman Sugali, salah satu perwakilan For-Apokpak, mengungkapkan bahwa investigasi lapangan membuktikan adanya ketidaksesuaian antara lokasi proyek dengan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang Jalan Kabupaten tahun 2019 dan 2023.

“Kami pegang data lengkap. Kegiatan yang diusulkan tahun 2023 itu seharusnya mengacu pada SK Bupati 2019, tetapi faktanya proyek itu malah berada di cabang jalan, bukan di poros utama yang menjadi kewenangan kabupaten,” tegasnya.

Akibatnya, terjadi tumpang tindih program dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Perangkat desa setempat mengeluh karena rencana perbaikan jalan yang sudah disusun terpaksa diurungkan setelah ada intervensi program Pokir.

“Masyarakat mengira kami tidak peduli, padahal ini soal tata kelola anggaran yang tidak tepat,” ujar seorang perangkat desa yang enggan disebutkan namanya.

For-Apokpak menekankan bahwa Pokir seharusnya menjadi instrumen partisipasi publik, bukan sekadar proyek politis.

“Prinsip Pokir adalah menjamin aspirasi masyarakat, mendorong partisipasi aktif, dan meningkatkan transparansi. Jika pelaksanaannya tidak sesuai aturan, maka fungsi itu gagal,” jelas Parman.

Ia mengapresiasi komitmen Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sampang yang berjanji memperketat proses survei dan menolak usulan Pokir TA 2025 jika tidak memenuhi syarat.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi BSPS di Sumenep, Dana Raib Diduga untuk Judi Online

Namun, For-Apokpak tetap akan mengawasi secara independen untuk memastikan janji itu diwujudkan.

Parman menyarankan, jika memang ada usulan pembangunan di jalan lingkungan, sebaiknya menggunakan mekanisme Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk desa, bukan melalui Pokir.

“BKK lebih tepat karena memang diperuntukkan bagi pembangunan desa, bukan jalan kabupaten,” ujarnya.

For-Apokpak juga menunggu revisi SK Bupati terbaru yang rencananya akan menambah daftar jalan kabupaten.

“Ini penting untuk menghindari kerancuan di masa depan,” tambahnya.

Dengan pengawasan kritis ini, For-Apokpak berharap program Pokir TA 2025 benar-benar menjadi sarana pembangunan yang partisipatif, akuntabel, dan bebas dari kepentingan sempit.

Baca Juga:  Gagal Tampil di Porprov Jatim, Ratusan Pesilat di Sampang Gruduk Kantor KONI

Masyarakat Sampang pantas mendapat yang terbaik dari anggaran yang sejatinya adalah uang rakyat. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Moh. Syaiful Anam alias Nanang, terduga bandar narkoba di wilayah Masalembu. @by_News9.id

HUKRIM

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:49 WIB

FOTO: Barang bukti narkotika jenis sabu hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:38 WIB