Misteri Kematian Pelajar di Mojokerto: Ibu Tak Terima, LBH Ansor Turun Tangan

- Redaktur

Selasa, 10 Juni 2025 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Orang tua korban berasama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jawa Timur untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas. @by_News9.id

FOTO: Orang tua korban berasama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jawa Timur untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas. @by_News9.id

MOJOKERTO, NEWS9 – Duka mendalam menyelimuti keluarga Muhammad Afan, siswa SMK Raden Rahmat Mojosari, yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Brantas pada Senin, 5 Mei 2025.

Kepergian Afan yang penuh kejanggalan memicu seruan keadilan dari keluarga dan masyarakat.

Meskipun peristiwa memilukan itu telah berlalu lebih dari sebulan, keluarga korban masih belum mendapatkan jawaban memuaskan dari pihak berwenang.

Untuk menempuh langkah hukum, mereka kini menggandeng Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jawa Timur untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

Pihak keluarga mengungkapkan bahwa penjelasan dari penyidik Polres Mojokerto belum mampu menjawab pertanyaan mendasar terkait kematian Afan.

Beberapa fakta di lapangan dinilai tidak sejalan dengan keterangan resmi, mulai dari lokasi penemuan jenazah, estimasi waktu kematian, hingga kondisi fisik Afan saat ditemukan.

“Saya tidak bisa menerima ini begitu saja. Anak saya pergi dalam keadaan sehat, tiba-tiba diberi kabar bahwa dia sudah meninggal. Banyak hal yang tidak dijelaskan. Saya tidak akan diam sampai semuanya terang,” ujar sang ibu dengan mata berkaca-kaca.

Menanggapi permintaan keluarga, LBH Ansor Jawa Timur menyatakan komitmennya untuk melakukan pendampingan hukum secara penuh.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Kesehatan Warga, Babinsa Petahunan Mendampingi Kegiatan Posyandu Anggrek 

Ketua LBH Ansor menyebut kematian Afan harus menjadi perhatian serius dari semua pihak.

“Kematian seorang pelajar seperti Afan seharusnya tidak boleh dipandang remeh. Negara harus hadir, dan kepolisian wajib mengusut secara terbuka, jujur, dan tuntas. Jangan sampai keadilan hanya berpihak pada yang kuat, sementara suara ibu yang kehilangan anaknya diabaikan,” tegasnya.

LBH Ansor menyerukan agar penyelidikan kasus tersebut dibuka kembali dengan melibatkan pengawasan internal seperti Wasidik dan Bidpropam.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi BSPS Menguat, 13 Kades Sudah Diperiksa Kejari Sumenep

Keterlibatan publik dan transparansi proses hukum menjadi tuntutan utama untuk menjawab keresahan masyarakat.

Sebelumnya, kronologi peristiwa berdasarkan informasi dari pihak keluarga bahwa pada Jumat, 2 Mei 2025, pagi, ada pertandingan sepak bola antar kelas X dan XI di SMK Raden Rahmat memicu insiden tekling antara Syamsul dan Rifqi, yang berujung tantangan duel.

Pukul 11.00 WIB, usai sekolah, Syamsul bersama Afif, Yusuf, dan Afan menuju lokasi duel di depan Pabrik Sosro, Dusun Mbeduran, Desa Awang-Awang. Rifqi kalah dalam duel tersebut.

Kemudian pukul 23.00 WIB, kakak Rifqi, Syawal, datang ke rumah Syamsul. Kedua belah pihak sepakat berdamai secara lisan.

Pada hari Sabtu, 3 Mei 2025, Syamsul dan Afan dihampiri kakak kelas bernama Teguh, lalu dibawa oleh Rio (paman Rifqi) ke rumah Rifqi.

Baca Juga:  Kepala Disperkimhub Sumenep Kecewa Pejabatnya Terseret Korupsi BSPS

Saat tiba di depan rumah, Rio berteriak menantang sambil mencari senjata.

Karena panik, Syamsul dan Afan melarikan diri. Syamsul bersembunyi di tepi Sungai Brantas hingga sore. Ia terakhir melihat Afan dalam kondisi sehat.

Pada Senin, 5 Mei 2025, kabar duka datang. Afan ditemukan meninggal dunia di Sungai Brantas. Sebuah video turut beredar, menunjukkan jasad korban.

Kematian Afan meninggalkan luka mendalam dan sederet pertanyaan yang belum terjawab.

Keluarga dan LBH Ansor menuntut pengusutan secara terbuka dan adil.

Mereka berharap aparat penegak hukum tidak abai terhadap hak-hak warga negara, terutama kaum muda yang seharusnya dilindungi.

“Ini panggilan moral bagi kita semua. Kebenaran tidak boleh dikubur bersama jasad korban,” tutup Ketua LBH Ansor. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HP Warga Diduga Masih Dikuasai Banit Reskrim Polsek Masalembu
Polresta Sumenep Bongkar Kasus Narkoba, 7 Tersangka Diciduk dan 55,5 Gram Sabu Disita
Kasus Penganiayaan Oknum Pegawai DPUTR Sumenep Masuk Penyidikan
Truk Tua Berujung Perkara, Polisi Tetapkan Dua Warga Jember sebagai Tersangka
Perkara Dugaan Penganiayaan di Wiyung Surabaya Direstorative Justice
Pelarian Sindikat Curanmor Lintas Provinsi Berakhir di Grobogan, Dua Pelaku Dibekuk Tim URC Macan Blambangan
Makelar di Lumajang Berulah! Uang Muka Dibayar, Motor Tak Kunjung Diantar
Daftar Kriminalitas Meningkat, Aktivis Kepulauan Desak Aparat dan Camat Arjasa Bertindak
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:23 WIB

HP Warga Diduga Masih Dikuasai Banit Reskrim Polsek Masalembu

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Polresta Sumenep Bongkar Kasus Narkoba, 7 Tersangka Diciduk dan 55,5 Gram Sabu Disita

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Kasus Penganiayaan Oknum Pegawai DPUTR Sumenep Masuk Penyidikan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Truk Tua Berujung Perkara, Polisi Tetapkan Dua Warga Jember sebagai Tersangka

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:20 WIB

Perkara Dugaan Penganiayaan di Wiyung Surabaya Direstorative Justice

Berita Terbaru

FOTO: Keikutsertaan Pemkab Madiun dalam Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

AOE 2026, Madiun Kenalkan Produk Lokal dan Potensi Investasi

Kamis, 27 Agu 2026 - 16:39 WIB

FOTO: Kapolsek Masalembu yang baru, IPTU Muhajirin, S.H., @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Kapolsek Baru Masalembu Jadi Harapan Warga

Kamis, 27 Agu 2026 - 16:27 WIB

Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto dalam forum Coffee Morning. @by_News9.id

DAERAH

AKBP Anang Gagas Kolaborasi Baru Jaga Kamtibmas

Kamis, 27 Agu 2026 - 13:40 WIB