Perempuan Sumenep Dilatih Batik Shibori, Menjaga Budaya Menembus Pasar Dunia

- Redaktur

Kamis, 10 Juli 2025 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Ny. Hj. Nia Kurnia Fauzi, saat membuka kegiatan pelatihan pembuatan batik kontemporer berteknik Shibori. @by_News9.id

FOTO: Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Ny. Hj. Nia Kurnia Fauzi, saat membuka kegiatan pelatihan pembuatan batik kontemporer berteknik Shibori. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Di tengah derasnya modernisasi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tak surut menjaga akar budayanya.

Komitmen itu kembali diwujudkan melalui pelatihan pembuatan batik kontemporer berteknik Shibori, yang digelar untuk memberdayakan kaum perempuan.

Kegiatan bertempat dihalaman Sekretariat TP PKK Kabupaten Sumenep tampak semarak, Kamis (10/7/2025), pagi.

Puluhan perempuan dari berbagai kalangan antusias mengikuti Pelatihan Pembuatan Desain Batik Teknik Shibori, hasil kerja sama TP PKK Sumenep melalui Pokja III dengan Wirausaha Muda Sumenep (WMS).

Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Ny. Hj. Nia Kurnia Fauzi, membuka kegiatan itu dengan penegasan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan gerakan nyata membangun ekonomi kreatif berbasis budaya.

“Pelatihan ini adalah wujud komitmen kami membangun ekonomi kreatif perempuan. Kami ingin batik Sumenep tak hanya cantik, tapi juga khas, bernilai, dan mampu bersaing secara global,” kata Nia di hadapan para peserta.

Teknik Shibori yang diadopsi itu dikenal sebagai metode ikat celup khas Jepang, menghasilkan motif-motif eksklusif melalui pelipatan, penjepitan, dan pencelupan kain.

Baca Juga:  Disdukcapil Lumajang dan Satgas TMMD ke-123 Kodim 0821/Lumajang Gelar Pelayanan Administrasi Kependudukan

Tiap motif unik, tidak dapat diduplikasi persis, menjadikannya punya nilai jual tinggi.

Nia optimistis, dengan keunikan tersebut perempuan Sumenep dapat melahirkan desain batik yang lebih segar dan dinamis, siap menembus pasar nasional bahkan internasional sebagai wajah baru batik Sumenep.

Lebih jauh, ia menekankan batik bukan sekadar kain, tetapi sarana diplomasi budaya.

“Citra Sumenep bisa dibangun lewat batik. Oleh-oleh yang dibawa wisatawan bisa jadi duta budaya, membawa cerita dan memperkenalkan identitas lokal secara elegan,” ujarnya.

Menariknya, pelatihan tersebut juga mengusung misi lingkungan.

Baca Juga:  Kasus Penistaan Agama oleh TikToker Prof Dr Metatron, Pelapor Kembali Diperiksa Polda Jatim

Para peserta diperkenalkan penggunaan pewarna alami yang lebih ramah lingkungan sebagai wujud produksi beretika.

“Batik kita harus tidak hanya indah, tapi juga beretika. Dengan pewarna alami, kita jaga bumi tanpa mengurangi estetika,” tegas Nia.

Dalam kesempatan itu, ia mendorong peserta memanfaatkan momen tersebut sebaik mungkin, dengan meningkatkan kualitas diri dan produk agar batik Sumenep semakin kompetitif.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah dan lembaga keuangan.

“Sering kali masalahnya bukan ide, tapi modal. Karena itu saya berharap dukungan pembiayaan terus mengalir agar para perempuan pelaku batik ini bisa berkembang,” katanya.

Nia pun tak ragu memupuk mimpi besar, batik Sumenep suatu hari menghiasi etalase butik ibu kota hingga catwalk internasional.

“Kalau batik kita bisa tampil di peragaan busana dunia, itu bukan mimpi. Tapi harus dimulai dari sini, dari ibu-ibu yang tekun berkarya dari rumah,” tutur Nia, yang memang dikenal aktif di gerakan pemberdayaan perempuan.

Diketahui, pelatihan itu dihadiri jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Sumenep, perwakilan dinas terkait, serta narasumber profesional di bidang batik dan pewarna alami.

Baca Juga:  Polres Lamongan Anjangsana ke Purnawirawan

Salah satunya, Busaki, menegaskan bahwa batik adalah ekspresi jiwa dan media komunikasi budaya.

“Setiap guratan motif punya cerita dan makna. Keberhasilan batik lokal menembus pasar besar bergantung pada inovasi desain dan konsistensi produksi,” jelas Busaki.

Antusiasme peserta tampak jelas. Mereka tak hanya belajar teknik Shibori, tetapi juga filosofi di balik motif, inovasi desain, hingga strategi pemasaran di era digital. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hanya Bawa Rp100 Ribu, Ibu di Sumenep Melahirkan dengan Bantuan UHC
Semarak Kemerdekaan RI dan HUT ke-25, Demokrat Sumenep Gelar Lomba Rakyat
Jalan Batu Guluk–Pandeman Kini Mulus, Warga Kangean Tak Lagi Susah Melintas
Kapolresta Sumenep Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa NTT
Kapolresta Banyuwangi Bangun Soliditas Lewat Coffee Morning, Tekankan Peran Pemimpin dan Orang Tua
Aplikasi “Panglima” SMKN Ihya’ Ulumudin Jadi Jembatan Alumni dan Sekolah
Desil DTSEN BPS Probolinggo Jelaskan Tak Ditentukan Satu Indikator
HUT RI ke-81 di Masalembu: Merdeka dalam Seremoni, Terjajah oleh Ketertinggalan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:46 WIB

Hanya Bawa Rp100 Ribu, Ibu di Sumenep Melahirkan dengan Bantuan UHC

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Semarak Kemerdekaan RI dan HUT ke-25, Demokrat Sumenep Gelar Lomba Rakyat

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:20 WIB

Jalan Batu Guluk–Pandeman Kini Mulus, Warga Kangean Tak Lagi Susah Melintas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Kapolresta Sumenep Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:37 WIB

Kapolresta Banyuwangi Bangun Soliditas Lewat Coffee Morning, Tekankan Peran Pemimpin dan Orang Tua

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Oknum anggota kepolisian berpangkat Brigpol berinisial RS. @by_News9.id

PERISTIWA

Oknum Polisi Polsek Masalembu Diduga Sering Bolos

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:20 WIB

FOTO: Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama jajaran pemerintah daerah saat audiensi  dengan Kemenhub Republik Indonesia. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut

Senin, 24 Agu 2026 - 15:14 WIB